Oleh: Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil
Khutbah Jumat: Adakalanya masjid kita megah, tinggi menjulang, penuh dengan ornamen yang indah, tapi sepi dari aktivitas dan jemaah, tetangga kanan-kiri tidak mau ambil peduli
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Ma`syiral Muslimin Rahimakumullah
Ada sebuah ungkapan ikan tak bisa jauh dari air. Sebentar saja ikan dipisahkan dari air, perlahan ia akan mati. Demikian halnya hubungan seorang muslim dengan masjid, jangan sampai terpisah lama dari masjid.
Lambat laun ia akan mengalami kematian. Bukan kematian fisik, tapi ruhani. Jiwanya gersang dan kering dari nilai-nilai spiritual yang memompa semangat dalam menjalankan agama.
Masjid adalah rumah Allah. Masjid adalah tempat di muka bumi yang paling dicintai Allah. Di masa Rasul ﷺ masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat mereguk dahaga spiritual lewat pelaksanaan shalat.
Di masa beliau, masjid menjadi tempat untuk menempa, membina, mendidik, dan melahirkan generasi muttaqiin, generasi bertakwa yang militan, penuh semangat membela Islam. Dari persoalan politik, kenegaraan, jihad, masalah sosial, sampai ekonomi, dibahas di dalam masjid.
Bandingkan dengan keadaan kita di masa sekarang. Adakalanya masjid kita megah, tinggi menjulang, penuh dengan ornamen yang indah, tapi sepi dari aktivitas dan jemaah, tetangga kanan-kiri tidak mau ambil peduli. Belum lagi sejumlah masjid kurang terawat sampai mengeluarkan bau tak sedap yang menghilangkan kenyamanan beribadah di dalamnya.
Masjid sebagai rumah Allah, mengandung kemuliaan, seperti disinggung oleh Syaikh Nasr bin Muhammad As-Samarqandi dalam bukunya Tanbihul Ghafilin, “Seorang hamba hanya akan memperoleh kemuliaan dan kedudukan di sisi Allah manakala dia (1) memuliakan perintah-perintah-Nya (2) memuliakan rumah-rumah Allah (masjid) dan (3) memuliakan hamba-hamba-Nya. Maka sudah sepantasnya bagi tiap insan beriman untuk memuliakan masjid sebab di dalam memuliakannya terkandung sikap memuliakan dan mengagungkan Allah SWT.”
Kaum Muslimin yang Berbahagia
Setidaknya ada tiga keutamaan pada tiap orang yang memuliakan masjid. Pertama, sebagai bukti keimanan orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT. Dalam Al-Quran disebutkan ciri orang-orang beriman, di antaranya adalah orang yang memakmurkan masjid-masjid. Allah berfirman :
إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ
“Hanya orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, yang memakmurkan masjid-masjid Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS: At-Taubah : 18).
Kedua, memakmurkan masjid akan menghindarkan diri kita dari azab Allah. Dalam Kitab Tafsir Ad-Durrul Mantsur tertulis sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dari Anas bin Malik,
إِنِّيْ لَأَهَمُّ بِأَهْلِ الأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوْتِيْ وَالمُتَحَابِّيْنَ فِيَّ وَالمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَذَابِيْ عَنْهُمْ
“Sesungguhnya Aku (Allah) ingin mengazab para penduduk bumi. Tetapi bila Aku melihat kepada para pengunjung masjid, melihat orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, dan orang orang yang memohon ampunan di waktu malam menjelang fajar, maka Aku hindarkan azab-Ku dari mereka.”
Ketiga, memuliakan masjid akan menghapus dosa dan mengangkat derajat. Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
مَنْ تَطَهَّرَ فيِ بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلىَ بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيْضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ كَانَتْ خُطْوَتَاهُ تَحُطُّ خَطِيْئَةً وَاْلأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَة
“Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian dia pergi ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban Allah (shalat), maka langkah-langkahnya yang satu dapat menghapus dosa dan yang lain dapat mengangkat derajatnya.”
Cukuplah keutamaan memuliakan masjid dapat kita ketahui dari seklumit biografi seorang sahabat wanita Rasul ﷺ yang biasa disapa dengan panggilan Ummu Mahjan. Ia habiskan sebagian besar hidupnya dengan memuliakan masjid, ia bersihkan setiap hari hingga ia wafat.
Di suatu pagi, Rasul tidak mendapati Ummu Mahjan seperti biasanya. Nabi bertanya kepada para sahabatnya ke mana gerangan Ummu Mahjan.
Sahabat menjawab, “Dia telah wafat.” Rasul bertanya kembali, “Mengapa kalian tidak memberitahukan hal itu kepadaku?” Sahabat menjawab, “Saat ia wafat, paduka tengah beristirahat dan hawa udara kala itu sangat terik membakar. Kami khawatir dengan membangunkan paduka, akan mengganggu istirahat paduka.” “Tunjukkan kepadaku di mana kuburnya,” kata Nabi. Mereka menunjukkan kuburnya kemudian beliau menshalatkannya. Selesai shalat Nabi berkata, “Jika salah seorang di antara kalian ada yang wafat, lekas beritahukan kepadaku untuk kushalati. Sebab jenazah yang aku shalati di dunia, maka shalatku itu akan menjadi penolong untuknya di akhirat.”
Setelah itu, dengan mukjizatnya Nabi memanggil Ummu Mahjan dan bertanya, “Salam sejahtera atasmu wahai Ummu Mahjan. Amal apakah yang paling utama di sisi Allah yang engkau dapati?” Nabi terdiam sejenak sembari menundukkan kepala untuk memperoleh jawaban. Tak lama kemudian, Nabi mengangkat kepalanya dan berkata, “Ia telah berkata kepadaku, ‘Aku tidak mendapatkan amalku yang lebih utama di sisi Allah selain amal berupa membersihkan masjid.’” Kemudian Rasul bersabda, “Allah SWT telah membangunkan sebuah rumah di Surga untuknya, di mana aku melihatnya sekarang ia sedang duduk di dalamnya.”
Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan Allah
Demikianlah khutbah Jumat pada hari ini. Mari kita selalu hadir di dalam memuliakan masjid, dengan managemen yang baik, pengelolaan yang profesional, dan menjaga kebersihannya. Kita ramaikan dan makmurkan dengan aktivitas yang membawa manfaat bagi umat dan masyarakat. Insya Allah ketiga keutamaan yang sudah kita simak bersama, akan mewujud nyata dalam kehidupan kita sampai ke akhirat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Jumat
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. اَمَّا بَعْدُ :
فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.
وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ،
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ