Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Jauhi Bencana dengan Muhasabah

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Februari 2022 17:32 5:32 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Februari 2022 20:00
Bagikan
bencana
ilustrasi
Bagikan

Agar tidak ditimpa suatu musibah dan menjauhi bencana dengan bermuhasabah, meninggalkan maksiat dengan selalu mentaati Allah Swt dan Rasul-Nya

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi

Hidayatullah.com | DESEMBER lalu bangsa Indonesia ditimpa bencana alam berupa letusan gunung Semeru di Jawa Timur (22 Desember 2021) dan meletusnya gunung anak Krakatau di Lampung (3 Februari 2022). Sebelum ini, gunung anak Krakatau telah meletus yang mengakibatkan Tsunami di Selat Sunda menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung yang menewaskan 429 orang.

Kini bangsa Indonesia kembali berduka dan menangis dengan meletusnya gunung Simeru dan anak Krakatau. Sebelum meletus gunung Semeru baru-baru ini, bencana alam banjir berskala besar melanda sebahagian besar daerah di Indonesia.

Banyak musibah yang datang silih berganti menghantam Indonesia bagaikan siang dan malam. Berbagai bencana itu berupa banjir, longsor, kebakaran, gempa bumi, meletus gunung, bahkan bencana paling dahsyat Tsunami dan lainnya. Seakan tanpa henti, Indonesia selalu ditimpa bencana alam yang menewaskan warga dan menghancurkan harta benda.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Terjadinya banyaknya musibah di Indonesia mengundang tanda tanya. Mengapa bencana alam selalu menimpa negara kita Indonesia? Mengapa Indonesia lebih banyak ditimpa musibah dibandingkan negara-negara muslim lainnya?

Apakah penyebab bencana tersebut karena proses alam semata tanpa ada kaitannya dengan perilaku buruk dan maksiat manusia? Atau penyebabnya karena perbuatan maksiat yang dilakukan sebahagian orang secara terang-terangan dan tidak ada upaya untuk mencegah dan melarangnya.

Berbagai pertanyaan tersebut wajar muncul. Mengingat Indonesia adalah negara mulim yang paling banyak dilanda bencana alam dan musibah dibandingkan dengan negara-negara muslim lainnya. Maka tulisan ini mencoba untuk memberi solusi dan jawaban terhadap berbagai pertanyaan tersebut.

Penyebab Bencana Dalam Pandangan Islam

Sebagai muslim, kita wajib merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah mengenai segala persoalan kehidupan di dunia ini, termasuk persoalan bencana alam dan musibah. Karena, Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah petunjuk dan pedoman hidup umat Islam. Apa yang disampaikan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah kebenaran yang wajib diyakini oleh seorang yang mengaku dirinya sebagai muslim. Inilah iman dan aqidah seorang muslim yang membedakannya dengan seorang kafir. Bila dia yakin maka berarti dia muslim, bila tidak maka dia kafir.

Al-Quran dan As-sunnah telah menjelaskan penyebab terjadinya bencana alam dan azab Allah swt adalah kemaksiatan yang merajelala. Di antara ayat-ayat Al-Qur’an yang mengatakan hal tersebut yaitu firman Allah swt: “Dan tidaklah Kami membinasakan Kami membinasakan suatu negeri kecuali penduduknya melakukan kezaliman.” (Al-Qashash: 59). Allah Swt juga berfirman: “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-‘Araf: 96). Allah swt berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).

Begitupula banyak hadits-hadits yang menjelaskan bahwa penyebab bencana alam dan azab adalah maksiat. Di antaranya, Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya manusia jika melihat kemunkaran tapi tidak menghentikannya, maka Allah Swt akan menimpakan hukuman kepada mereka secara menyeluruh.” (HR. Tirmizi).

Zainab Ummul Mukminin radhiyallahu anha pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan dibinasakan, sedangkan orang-orang shalih di tengah-tengah kita? Rasulullah ﷺ bersabda: “Ya, jika kejahatan merajalela. (HR. Muslim).

Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika terjadi kemaksiatan dalam suatu kaum, tapi mereka tidak memberantasnya, padahal mereka mampu melakukannya, maka dikhawatirkan Allah akan menurunkan siksa-Nya kepada mereka semua.” (HR. Abu daud). Riwayat yang lain menyebutkan, “Padahal yang tidak melakukan kemaksiatan lebih banyak dari yang melakukan kemaksiatan.”

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt tidak mengazab manusia secara umum hanya karena perbuatan maksiat dari orang-orang tertentu, kecuali mereka semua mengetahui kemaksiatan tersebut, namun mereka tidak memberantasnya. Padahal mereka sebenarnya mampu. Jika mereka melakukan seperti itu maka Allah akan mengazab semuanya, yang tidak melakukan dan yang melakukan.” (HR. Abu Daud).

Para sahabat juga menjelaskan hal yang sama. Di antara mereka adalah perkataan Ali bin Abi Thalib  radhiyallahu ‘anhu , “Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Allah Swt menyuruh kaum mukminin untuk tidak melegalkan kemunkaran yang terjadi pada mereka. Jika tidak, Allah akan menimpakan azab secara menyeluruh kepada mereka”.

Di antara bentuk kemaksiatan adalah kelalaian manusia terhadap kewajiban kepada Allah Swt. Kita disibukkan dengan berbagai kesenangan dan kenikmatan dunia.

Kita berlomba-lomba mengejar harta, pangkat, jabatan sehingga melupakan kewajiban shalat berjama’ah, membaca al-Quran, berdoa/berzikir, membayar zakat, syukur nikmat dan sebagainya. Kesenangan dan kenikmatan dunia telah membuat kita lalai dari kewajiban kita kepada Allah Swt.

Disamping itu, praktek syirik, khurafat, tahayul dan ajaran sesat yang bertentangan dengan tauhid dan aqidah Islam tumbuh subur dan berkembang. Berbagai kriminal (jinayat) seperti pembunuhan, penganiaan, perzinaan, pemerkosaan, pencurian, korupsi, minum-minuman keras dan sebagainya banyak terjadi di mana-mana.

Krisis moral (akhlak) seperti menipu, manipulasi, ghibah, memaki, menghina, menfitnah dan sebagainya melanda masyarakat. Berbagai maksiat tersebut terjadi tanpa ada upaya dari kita untuk mencegah dan melarangnya.

Termasuk kemaksiatan adalah membiarkan terjadinya kemungkaran dihadapan atau disekitar kita tanpa ada upaya untuk mencegah dan melarangnya. Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Demi jiwaku dalam genggaman Allah, kalian benar-benar mau melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar atau (kalau tidak) Allah akan menimpakan kepada kalian siksa dari-Nya, lalu kalian memohon doa kepada Allah maka Dia tidak akan menerimanya.” (HR. At-Tirmizi dan Ibnu Majah).

Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika manusia mengetahui kezaliman dan tidak memberantasnya, maka Allah akan menimpakan azab kepada mereka.” (HR. Abu Daud).

Jarir radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika suatu kaum mengetahui kemaksiatan, tapi mereka tidak memberantasnya, padahal mereka mampu melakukannya, maka Allah akan menimpakan azab kepada mereka sebelum mereka meninggal.” (HR. Abu Daud)

Allah swt menimpakan bencana alam dan musibah agar kita sadar terhadap tujuan hidup kita,  menegur kita agar tidak serakah dalam mengambil kekayaan alam, mengingatkan kita untuk bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, dan memberi peringatan kepada kita agar kita bertaubat dan kembali ke jalan yang lurus, serta memberikan azab sebagai balasan atas maksiat yang dilakukan.

Mewaspadai Bencana Alam

Kita mesti waspada terhadap bencana alam dan azab Allah yang datang secara tiba-tiba akibat kemaksiatan dilakukan. Allah Swt berfirman;

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (44) فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (45)

“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya.”(QS: Al-An’am: 44-45).

Allah Swt juga berfirman;

اَفَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَّهُمْ نَاۤىِٕمُوْنَۗ –

اَوَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَّهُمْ يَلْعَبُوْنَ –

اَفَاَمِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ ࣖ –

“Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?. Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?. Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)?. Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.”(Al-‘A’raf: 97-99).

Ketika bencana atau azab dari Allah datang, maka semua orang akan terkena dampaknya, baik orang zhalim (pelaku maksiat) maupun orang shalih (baik), baik ulama maupun orang awam, baik orang tua maupun orang muda dan anak-anak. Allah swt berfirman, “Dan takutlah terhadap bencana yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.” (Al-Anfal: 25).

Agar tidak ditimpa suatu musibah atau azab, maka kita hendaklah kita meninggalkan maksiat dengan selalu mentaati Allah Swt dan Rasul-Nya. Allah berfirman;

وَاِذَاۤ اَرَدۡنَاۤ اَنۡ نُّهۡلِكَ قَرۡيَةً اَمَرۡنَا مُتۡرَفِيۡهَا فَفَسَقُوۡا فِيۡهَا فَحَقَّ عَلَيۡهَا الۡقَوۡلُ فَدَمَّرۡنٰهَا تَدۡمِيۡرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian kami binasakan sama sekali (negeri itu).” (Al-Isra’: 16).

Bila musibah datang, maka tidak ada yang bisa menolaknya kecuali Allah Swt. Allah Swt berfirman;

وَاِنۡ يَّمۡسَسۡكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗۤ اِلَّا هُوَ ‌ۚ وَاِنۡ يُّرِدۡكَ بِخَيۡرٍ فَلَا رَآدَّ لِفَضۡلِهٖ‌ ؕ يُصِيۡبُ بِهٖ مَنۡ يَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِهٖ‌ ؕ وَهُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ

“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.” (QS: Yunus: 107).

Akhirnya, mari kita bermuhasabah (introspeksi diri) terhadap berbagai bencana alam dan musibah yang menimpa tanah air kita selama ini. Allah swt mendatangkan bencana alam dan musibah kepada kita dengan maksud untuk menegur dan memberi peringatan kepada bangsa Indonesia atas perbuataan maksiat yang merajalela di sekitar kita dan tanpa ada upaya dari kita untuk mencegah dan melarangnya. Agar kita sadar terhadap maksiat yang kita lakukan selama ini, termasuk meninggalkan kewajiban nahi munkar (melarang kemungkaran) dan agar kita bertaubat kembali ke jalan yang lurus (Islam) serta memohon ampun kepada Allah swt. Semoga Allah swt mengampuni dosa-dosa kita dan melindungi kita dari bencana alam dan azabnya. Aamin..!

Penulis adalah Dosen Fiqh dan Ushul Fiqh Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Doktor Fiqh dan Ushul Fiqh pada International Islamic University Malaysia (IIUM)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bencana alammuhasabah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pro-Kontra Wayang dan Strategi Dakwah Budaya Wali Songo
Tulisan selanjutnya Talqin Mayit Mengungkap Kata Jenazah dalam Bahasa Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?