Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Khutbah Jumat: Sebab Kehancuran Suatu Umat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Maret 2024 09:08 9:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Maret 2024 10:35
Bagikan
ILUSTRASI
Bagikan

Di antara penyebab suatu umat bisa hancur dan binasa karena perbuatan dosa, termasuk dosa besar seperti syirik dan durhaka kepada orang tua, inilah petikan khutbah Jumat kali ini

Oleh: Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil

Hidayatullah.com | UMAT yang berusaha menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, tidak acuh saat ada maksiat, di sekitar, di antara bagian yang dari kelompok yang akan diselamatkan.  Di bawah ini naskah lengkap Khutbah Jumat kali ini;

Khutbah Jumat Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Lika-liku kehidupan umat manusia berjalan pasang surut. Ada saat umat mengalami kemajuan, kemuliaan, dan kejayaan. Ada pula masa di mana umat mengalami kemunduran, kemorosotan, dan bahkan kebinasaan.

Maju dan mundur, mulia dan hina, jaya dan ambruknya umat bisa terjadi karena beberapa sebab. Ada tiga sebab kebinasaan yang perlu kita pahami dan kita hindari.

Sebab pertama kehancuran umat adalah keengganan melakukan melakukan amar makruf nahi munkar. Jika kita ingin menjadi umat yang mulia, unggul di berbagai bidang, maju dalam banyak hal, jangan kita tinggalkan amar makruf nahi munkar (menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran).

Kerusakan fisik dan moral tidak boleh kita biarkan terjadi begitu saja. Harus ada tindakan nyata dalam menghilangkan, atau setidaknya mengurangi kemunkaran serta menyuburkan kebaikan di tengah masyarakat.

Hadirin yang Dirahmati Allah

Allah SWT tidak suka kepada orang-orang yang melakukan kerusakan dalam segala bentuknya, sebagaimana firman Allah SWT :

وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

 “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” (QS. al-Qashas : 77)

Umat yang peduli dengan keadaan sekitar, berusaha menegakkan aturan sebagaimana mestinya, tidak acuh saat ada maksiat seperti peredaran minuman keras, narkoba, perjudian, perzinaan, dan sebagainya, maka mereka adalah kaum yang akan diselamatkan oleh Allah SWT.

Sebaliknya, umat yang masa bodoh dengan kemunkaran, baginya yang terpenting beribadah dengan baik, melaksanakan shalat setiap hari, waktunya puasa mereka berpuasa, waktunya mengaji mereka mengaji.

Namun ada maksiat ada kerusakan di lingkungannya, dia tidak mau ambil pusing, tidak memiliki kepedulian sedikit pun meski mengingkari dengan hati, maka perbuatan ini menjadi sebab mendapatkan azab dan siksa yang pedih, baik di dunia mau pun di akhirat, sebagaimana firman Allah SWT :

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖٓ اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْۤءِ وَاَخَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَابٍۢ بَـِٔيْسٍۢ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ

“Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” (QS. al-A’raf : 165)

Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Jika engkau melaksanakan amar makruf, berarti engkau telah menguatkan punggung kaum mukminin. Dan jika engkau melaksanakan nahi munkar, berarti engkau telah membuat sedih kaum munafikin.”

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Kedua, sebab kehancuran umat adalah tenggelam dalam kehidupan dunia. Dunia bukan sesuatu yang haram untuk kita miliki.

Kita boleh menikmati dunia sebagai ladang beramal saleh. Kita boleh menikmati dunia sesuai kebutuhan, dunia yang kita kendalikan bukan dunia yang mengendalikan kita. 

Kalau kita dikendalikan dunia, kita akan menyimpang dari tuntunan ajaran agama lantaran tenggelam di dalamnya. Dikatakan tenggelam dalam kenikmatan dunia ketika kita menjadikan dunia sebagai segala-galanya yang seakan-akan kita hidup selama-lamanya, sehingga kita akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya, tak peduli apakah jalan yang ditempuh halal atau haram.

Ingatlah bahwa kenikmatan akhirat jauh lebih besar dari apa yang kita rasakan di dunia. Dunia hanya sementara akhirat selamanya.

Karena itu, Rasul ﷺ memberikan perumpamaan dunia dengan akhirat dengan setetes air yang keluar dari jari dibanding dengan air di lautan :

وَاللهِّ مَا الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ؟

“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?” (HR. Muslim).

Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan Allah

Penyebab ketiga mengapa suatu umat bisa hancur dan binasa karena perbuatan dosa. Dosa adalah penilaian buruk yang diberikan oleh Allah SWT atas suatu perbuatan.

Syirik, durhaka kepada orang tua, mensia-siakan anak, menghilangkan nyawa sesama, berbuat curang, dusta, menenggak minuman keras, berjudi, dan perbuatan buruk lainnya, menjadi noktah hitam dalam catatan amal perbuatan seseorang.

Tindakan-tindakan culas nan hina seperti di atas menjadi faktor kebinasaan suatu umat dan sebab turunnya azab yang penuh dengan penderitaan di akhirat kelak. Kita bisa belajar dari keadaan umat masa lampau yang disiksa oleh Allah dengan berbagai model siksaan. Allah SWT berfirman :

فَكُلًّا اَخَذْنَا بِذَنْۢبِهٖۙ فَمِنْهُمْ مَّنْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ اَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْاَرْضَۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ اَغْرَقْنَاۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.” (QS. al-‘Ankabut : 40).

Nabi Adam AS dan Iblis memiliki perbedaan keadaan yang sangat jauh karena perbedaan keduanya dalam memandang perbuatan dosa. Nabi Adam diangkat derajatnya, diberi kemuliaan dan limpahan rahmat. Sedangkan Iblis hidup terhina selama-lamanya.

Muhammad al-Maruzi berkata, “Sesungguhnya iblis itu celaka karena lima hal : dia tidak mengakui dosanya, dia tidak menyesalinya, dia tidak mencaci dirinya karena berdosa, dia tidak cepat bertobat kepada Allah, dan dia putus asa atas rahmat Allah.”

“Sebaliknya, Nabi Adam AS menjadi bahagia karena lima hal : dia mengakui dosanya, menyesalinya, mencaci dirinya karena dosa, lekas bertobat kepada Allah dan dia tidak berputus asa atas rahmat Allah. Padahal keduanya sama-sama bermaksiat (melakukan dosa) kepada Allah.”

Maka dari itu, kita bisa ubah pola perilaku dari perbuatan dosa kepada langkah-langkah kebaikan agar kita selamat dari kehancuran dan kesengsaraan. Bersama-sama kita bergerak melestarikan nilai-nilai kebaikan seperti apa yang dikehendaki oleh Allah SWT dan Rasul-Nya ﷺ.

Inilah kunci keselamatan dan kebahagiaan. Insya Allah dengan langkah-langkah kecil akan berubah menjadi gerakan dan gebrakan dahsyat dalam menegakkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian pesan khutbah Jumat pada hari ini.  Semoga bermanfaat bagi kita semua. Allahummaa Aamiin ya Rabbal A’lamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Jumat Kedua

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ   أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ

أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ  

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ  

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن

Arsip lain terkait Khutbah Jumat bisa diklik di SINI. Artikel lain tentang keislaman bisa dibuka www.hidayatullah.com. Khutbah Jumat ini kerjasama dengan Rabithah Alawiyah Kota Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinekaumkehacuran umatkhutbah JumatPilihan Redaksiumat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Daftar Imam Ramadhan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Tahun Ini  
Tulisan selanjutnya Turki akan Bangun Penjara Khusus Pecandu Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?