Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ridho Allah, Itulah Tujuan Hidup

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Desember 2020 10:48 10:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Desember 2020 10:48
Bagikan
dakwah nabi nuh
[Ilustrasi] Ustadz Muhaimin, salah seorang dai Posdai, sedang menyeberangi sungai dalam perjalanan dakwah untuk membina warga mualaf Suku Wana di pedalaman kawasan Pegunungan Tokala, Dusun Fatu Marando, Desa Salubiro, Kecamatan Baturube, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, tahun 2017.
Bagikan

Hidayatullah.com | Tegaknya peradaban Islam adalah visi kita bersama. Namun, jangan keliru! Ia bukan tujuan hidup kita. Sebab, peradaban Islam –dengan atau tanpa kita– pasti akan tegak. Ini sudah dinyatakan oleh Rasulullah ﷺ dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hambal. Bukankah sesuatu yang pasti tak tepat bila dijadikan tujuan?

Lalu, apa sebenarnya tujuan hidup kita? Beribadah kepada Allah Ta’ala. Itulah tujuan hidup kita, sebagaimana disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat Az-Zariyat [51] ayat 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Ibadah, secara bahasa, berarti tunduk. Dalam makna yang lebih luas, para ulama menyatakan ibadah mencakup seluruh apa yang diridhoi oleh Allah Ta’ala.  Inilah bahasa lain dari tujuan hidup manusia. Apa pun yang membuat Allah Ta’ala ridho, akan kita lakukan dengan segala ketundukan.

Salah satu hal yang membuat Allah Ta’ala ridho adalah keterlibatan kita dalam proses membangun peradaban mulia sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ membangun peradaban Madinah. Namun, proses ini tak bisa dijalankan secara tergesa-gesa. Proses ini akan panjang dan perlu tahapan yang benar agar betul-betul sempurna.

Tahapan awal, jika merujuk perjalanan Rasulullah ﷺ, adalah ber-iqro, yakni membaca dan memahami siapa itu Rabb, apa yang diperintahkan oleh-Nya, dan apa pula yang dilarang oleh-Nya. Pemahaman ini harus diikuti oleh ketaatan untuk mematuhinya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Tahap selanjutnya, kita harus berdakwah, mengajak orang lain untuk meniti jalan lurus bersama kita, jalan yang pernah dilalui oleh para Nabi.

Jalan para Nabi tak pernah mudah, demikian pula jalan dakwah yang kita ikuti ini. Sebab, menurut Rasulullah ﷺ dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, orang yang paling berat cobaannya adalah para Nabi. Setelah itu orang-orang shaleh sesuai tingkat kesalehannya. Bila ia kuat, akan ditambah cobaan baginya. Bila ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya.

Ibnu Taimiyyah juga menyatakan hal serupa dalam al-Ubudiyyah. Menurutnya, orang-orang yang paling keras cobaannya adalah para Nabi, kemudian yang paling menyerupai para Nabi, lalu yang paling menyerupai lagi. Karena itu, dakwah butuh kesabaran. Mereka bakal menemui banyak rintangan. Bahkan, boleh jadi mereka akan berhadap-hadapan dengan orang tuanya sendiri, anak kandungnya, pasangan hidupnya, atau orang-orang yang dicintainya.

Dari proses dakwah inilah akan terbangun lingkungan yang memiliki tatanan sesuai petunjuk wahyu. Mulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga, lama kelamaan, jika Allah Ta’ala menghendaki, membesar dan bertambah banyak.

Dulu pun demikian. Rasulullah ﷺ membangun lingkungn kecil di Madinah yang berpusat di Masjid Nabawi. Lalu perlahan-lahan mulai meluas hingga ke seluruh Madinah. Kemudian membesar hingga ke wilayah-wilayah sekitar Madinah. Bahkan, pada zaman Umar bin Khaththab, wilayah Islam semakin meluas, meliputi semenanjung Arabia, Palestina, Suriah, Iraq, Persia, dan Mesir.

Namun, karena ini butuh proses yang lama, boleh jadi sepanjang hidup kita, peradaban Islam tak pernah tegak. Tak mengapa! Sebab, tujuan hidup kita bukan itu. Tujuan hidup kita adalah mencari ridho Allah Ta’ala.

Jika kita ikut terlibat dalam upaya membangun peradaban Islam sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ membangun peradaban Madinah, melewati tahapan-tahapannya dengan sabar, maka isnya Allah, kita telah menjadi pemenang. Wallahu a’lam.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jalan dakwahjalan hidupridho Allah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KontraS Indikasikan Praktik Extra Judicial Killing pada Penembakan 6 Anggota FPI
Tulisan selanjutnya Inilah Pernyataan Ustadz Abdul Somad terkait Kasus Penembakan Anggota FPI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?