Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Abdurrahman al Ghofiqy, Panglima yang Menusuk Jantung Eropa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Januari 2016 13:32 1:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Januari 2016 13:27
Bagikan
Ilustrasi: Perang Balath Syuhada (The Batle of Tours)
Bagikan

oleh: Nugra Abu Fatah

 

NAMA putera ketigaku Ghofiqy al Ghifary Grania. Kata Ghofiqy saya ambil dari kekaguman pada sosok panglima 1300 silam di Andalusia (Spanyol).

Ia adalah Gubernur Abdurrahman al-Ghafiqy yang sekaligus pemimpin tertinggi Andalusia di tahun 732 M. Hanya 20 tahun setelah penaklukkan Thariq bin Ziyad-Musa bin Nushair, seluruh kerajaan di sekitarnya sudah tunduk total pada kerajaan Islam di Andalusia.

Gubernur Abdurrahman al-Ghafiqy adalah pimpinan Andalusia yang terkenal paling berpengaruh, adil, shaleh, dan cakap.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

The Batle of Tours

Berawal dari sebuah gangguan pengkhianatan di perbatasan Andalusia dan kerajaan Romawi (Frank) sehingga al Ghofiqy mengirimkan sekitar 20.000 pasukan kavaleri (berkuda) menuju Timur Laut (mengarah ke Prancis saat ini). Selesai menaklukkan kerajaan kecil tersebut, sang raja musuh melarikan diri, al Ghofiqy mengejar sekaligus bertekad menuju ke jantung Eropa, mengarah ke Paris di utara.

Karena menggunakan kavaleri sehingga pergerakan alGhafiqy sangat cepat tanpa halangan. Namun pasukan membawa ghonimah (harta rampasan) yang tak sedikit dari kerajaan kecil yang ditaklukkan, menjadi beban di kemudian hari.

Mendengar kedatangan pasukan Muslim, Raja Romawi Charles Martil mengumpulkan pasukan gabungan seluruh Romawi (Eropa, semacam NATO) dari wilayah Frank, Prussia (German), Austria dan lain-lain.

Pasukan Charles hanya terdiri dari infanteri besar dengan sedikit kavaleri.

Charles mengambil posisi di perbukitan/lereng sementara al Ghafiqy di pedataran luas di Poitier, yang hanya berjarak ratusan kilometer dari Paris.

Berhari-hari konflik kecil terjadi antar dua pasukan.   belum hendak gegabah menerjang musuh di posisi tinggi.

Sampai di hari penentuan, al Ghafiqy menyerang bersama puluhan ribu Muslimin seperti air bah menghantam karang.

Charles selalu mengambil posisi bertahan, dan, melakukan taktik mengalihkan kekuatan Muslim. Charles mengirim pasukan kecil untuk berpura-pura merampok ghonimah Muslim di kemah belakang.

Mendengar hal tersebut, pasukan Muslim terpecah menjadi dua dan di saat genting tersebut sebuah panah musuh melesat dan menancap di leher al Ghafiqy yang berjihad di barisan depan. Ia jatuh dan syahid.  Pertempuran reda memasuki malam.

Ketiadaan pemimpin pengganti (kaderisasi) menyebabkan pasukan Muslim memilih mundur di malam harinya.

Perang yang disebut sebagai salah satu perang yang menentukan dalam sejarah Eropa tersebut dikenal dengan peristiwa Perang Balath Syuhada, (rumah para syuhada) karena tidak sedikit Muslimin yang syahid pada perang menentukan tersebut.

Perang yang terjadi bulan Syaban 114 H (bertepatan Oktober 732 M),  dikenal orang Barat dengan The Batle of Tours.

Balath adalah sebuah daerah di selatan Poiters, melewati Tours Utara, dekat dengan wilayah Rumania.

Dalam bukunya Famous Men of the Middle Ages John H. Haren Perang Tours merupakan salah satu perang yang menentukan di dunia. Perang yang menentukan bahwa Kristenlah yang akhirnya menguasai Eropa, bukan Islam.” Perang yang menentukan nasib Eropa, tapi pernahkah kita mendengar tentang Balath Syuhada ini? Sejarawan yang berada di pihak yang kalah umumnya akan menutup rapat sejarah kekalahannya, inilah yang kita sayangkan, peristiwa besar ini tidak banyak terekspos dalam literature kita, sementara begitu banyak ibrah dan inspirasi yang dapat kita peroleh dari peristiwa Balath Syuhada ini.

Gibbon menyatakan bahwa salah satu penyebab kekalahan muslimin adalah karena Abdurrahman tidak mengetahui kondisi alam daerah yang baru dimasukinya dan kelemahan intelijen sehingga tidak mengetahui persis kekuatan lawannya. Namun yang tak kalah jauh penting dari hal itu adalah faktor melemahnya ruhiyah muslimin.

Sejarawan Barat berpendapat andaikata Muslim menang saat itu maka sudah pasti Eropa menjadi Islam.

Charles Martil seratus tahun kemudian mewarisi cucu Charlemagne pemimpin besar Romawi yang mendapat kiriman hadiah jam, gajah dan lain-lain oleh Harun al Rasyid. Hadiah yang membuat takjub bangsa Romawi akan kemajuan peradaban Islam.*

Penulis buku “Panglima Surga”. Twutter @nugrazee

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdurrahman al GhofiqyAndalusiaBalath SyuhadaEropaFrankkerajaan RomawiPanglimaSpanyolThe Batle of Tours
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Apa Kabar “Papa Minta Saham”?
Tulisan selanjutnya Aliansi Merah Putih Peduli Suriah Geruduk Kedubes Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?