Hidayatullah.com– Setidaknya 12 pergerakan Islam di Indonesia melakukan aksi turun jalan di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia untuk Indonesia, Jl Rasuna Said, Jakarta, Jumat, 27 Rabiul Awwal 1437 H (08/01/2016).
Massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Merah Putih Peduli Suriah ini mendesak Rusia untuk segera menghentikan invasi militernya di Suriah.
“Serangan Rusia tewaskan lebih dari 2300 warga Suriah,” demikian di antara seruan massa dalam poster-poster yang mereka usung.
“Sekolah, rumah sakit, pasar, masjid, tak luput dari serangan Rusia,” bunyi poster lainnya.
Aliansi Merah Putih Peduli Suriah menilai, serangan Rusia telah menarget kebanyakan warga sipil, termasuk anak-anak.
Akibat serangan Rusia, mereka menyebut, “Rata-rata 10 anak-anak Suriah tewas tiap hari.”
Massa juga membawa poster besar yang menampilkan potret empat presiden dunia yang dijuluki sebagai “Penjahat Kemanusiaan”. Mereka adalah Presiden Suriah Bashar al-Assad, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Barack Obama Serikat, dan Presiden Iran Hassan Rouhani.
Dalam aksi yang berlangsung di bawah terik matahari ini, tidak ada perwakilan pihak Kedubes Rusia yang keluar menemui umat Islam.
Koordinator Aliansi Merah Putih Peduli Suriah, Wishnu Teguh Tri Kuncoro, menyayangkan sikap Kedubes Rusia tersebut.
“Sangat disayangkan belum ada (penerimaan dari Kedubes Rusia). Tapi kami nanti akan mencoba lagi (aksi serupa),” ujarnya kepada hidayatullah.com di sela-sela aksi.
Menurut Wishnu, aksi yang dihadiri 80-an orang ini pertama kali mereka gelar.
Aliansi ini diikuti oleh Forum Indonesia Peduli Syam, Majelis Az-Zikra, Sinergi Foundation, Sapa Islam, Road 4 Peace, Auction4Humanity, Charity4Syria, Human Right Care for Palestine, dan Islampos Aid.
Juga diikuti oleh Mahasiswa Pecinta Islam, Syam Organizer, KAMMI, Sahabat Al Aqsha, Sahabat Suriah, Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), World Human Care, dan Hilal Ahmar Society Indonesia.
Hadir pula perwakilan dari komunitas el-MAHALLI (Mahasiswa Hidayatullah LIPIA Jakarta). Aksi damai ini berlangsung selepas shalat Jumat, sekitar pukul 13.00-14.50 WIB. Tampak sejumlah Muslimah turut dalam unjuk rasa yang dijaga sejumlah aparat dan intelijen kepolisian ini.*