Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Dari Peradaban Yahudi dan Barat menuju Islam [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2016 13:04 1:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2016 13:04
Bagikan
Muhammad Asad platz di UNO city, Vienna
Bagikan

DUA belas Juli ini, tepat seratus enam belas (116) tahun yang lalu terlahir seorang Yahudi di Desa Lemberg, Galicia (sekarang Lviv di Ukrania) yang berada dibawah kerajaan Austria-Hungaria.

Keunikan dan kualitas diri putra Yahudi ini terletak pada bakatnya menguasai berbagai macam bahasa kuno seperti bahasa Ibrani dan Aramaic disamping bahasa ibunya yakni Jerman dan Polandia.

Di masa remajanya ia pun berhasil menguasai bahasa yang tidak kalah pelik seperti bahasa Arab, Persia, Prancis dan Inggris. Ia termasuk diantara keturunan Yahudi yang menentang Gerakan Penjajah Zionis yang muncul di akhir abad ke-19oleh pioneer-nya Theodor Herzl yang mengkhayalkan didirikannya ‘Negeri Israel’ yang dijanjikan, bervisi menyatukan ras Yahudi, dan menerapkan model politik apartheid terhadap non-Yahudi di tanah Palestina.

Masa muda Leo dipenuhi lika liku yang mungkin bisa disifati dengan kata ‘pemberontak’ dan kehidupan yang tidak linier.

Terdidik dengan pendidikan tradisi agama Yahudi tulen karena kakeknya yang salah seorang rabi Yahudi dan ayahnya yang juga terdidik dalam tradisi yang sama meski beralih profesi menjadi seorang pengacara. Asad muda telah memperlihatkan kualitasnya dalam menentukan pilihan hidupnya ketika di usia empat belas tahun ia mencoba melarikan diri dari sekolah untuk bergabung dalam tentara Austria meskipun akhirnya ditemukan ayahnya dengan bantuan kepolisian dan dipulangkan ke rumahnya di kota Wina.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Sebagaimana banyak remaja Barat yang pernah hidup dalam kubangan maksiat dan pesta, Asad muda pun pernah mengalaminya setelah ia memilih meninggalkan Universitas  Wina dan malah memilih bekerja serabutan sebagai asisten bagi seorang direktur film di Berlin, kemudian menjadi operator telepon untuk agensi berita Amerika di Berlin sebelum akhirnya beralih menjadi jurnalis karena berhasil mewawancarai istri dari tokoh aktivis komunis Maxim Gorky (1868-1936).

Setelah pengalaman jurnalistik ini, Asad kemudian pindah tinggal dengan pamannya di Yerusalem yang waktu itu di tahun 1922 merupakan wilayah mandat dibawah Inggris. Dari sinilah ia mulai bekerja sebagai koresponden bagi surat kabar Jerman ternama Frankfurter Zeitung dan sukses menerbitkan buku tentang kecemasan bangsa Arab Palestina akan ancaman politik dari proyek zionisme Herzl waktu itu.

Asad akhirnya dipercaya untuk melakukan perjalanan jurnalistik lebih banyak ke kawasan Timur Tengah atas biaya surat kabar tersebut. Tahun 1926, sekembalinya dari perjalanan jurnalistiknya, Leo akhirnya mengikrarkan keyakinannya untuk memeluk Islam dan memilih nama Islami Muhammad Asad bagi dirinya. Asad merupakan terjemah Arab untuk Leopold, nama kelahirannya.

Fakta bahwa Leopold memilih Islam meski terlahir dalam tradisi Barat yang serba materialistis dan tradisi Yahudi yang mengusung keagungan rasial menyibakkan kualitas dari kepribadiannya.Ibarat intan berlian dalam kubangan lumpur, Asad bersinar cemerlang ketika kembali ke fitrah insaninya.

Setelah keislamannya, Asad pindah ke Arab Saudi dan tetap bekerja sebagai jurnalis kali ini untuk sebuah surat kabar di Swiss.

Di Saudi, Asad sempat tinggal dengan pengembara kaum Badui dan mengarungi samudera pasir dengan unta, sebelum akhirnya bertemu dengan Pangeran Faisal di perpustakaan Masjidil Haram.

Dari sinilah, ia diperkenalkan dengan Raja Abdul Aziz, pendiri negara Saudi, dan akrab dengannya. Asad beroleh kepercayaan khusus dari Raja Abdul Aziz dan sehari-hari berdiskusi dengannya dan bahkan memperoleh tugas ke Kuwait menyelidiki rencana pemberontakan oleh Faisal al-Dawish terhadap pemerintahan al-Saud. Rencana yang menurut Asad dibantu oleh persenjataan dan dana penjajah Inggris guna membuka ‘jalur darat’ ke India dengan menyingkirkan al-Saud.

Setelah menuntaskan tugasnya di Saudi Arabia, berhaji, dan menyelami budaya Arab, pada tahun 1932 Asad akhirnya pindah ke negeri India yang waktu itu dibawah penjajahan Inggris.

Disinilah, Asad berjumpa dengan sahabat langgengnya Sir Muhammad Iqbal, seorang pemikir dan filsuf Muslim abad modern yang banyak menelurkan karyanya lewat puisi-puisi yang dalam maknanya. Iqbal pula yang merupakan seorang pemikir yang menggagas berdirinya negeri muslim yang independen yang di kemudian hari dinamakan Pakistan.

Ia meminta Asad agar membantunya merealisir rencana tersebut. Setelah terwujudnya pemisahan Pakistan pada 1947, atas jasanya Asad dianugerahkan kewarganegaraan penuh dan diamanahkan sebagai Direktur Departemen Rekonstruksi Islam yang membuatnya ambil bagian dalam menyusun Konstitusi pertama Pakistan.Di tahun 1949 ia juga ditugaskan sebagai kepala utusan Timur Tengah untuk berdiplomasi dengan negeri muslim Timur Tengah, dan pada 1952 diangkat sebagai Menteri Pakistan Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. */Ady C. Effendy, MA, pemerhati masalah peradaban

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratislamLeopold WeissMuhammad Asadyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SPI Fatahillah Galang Dana untuk Paruh Akhir 2016
Tulisan selanjutnya Idul Fitri dengan Bleketek Sunda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad

Berita
12 September 2026 10:12
Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam

Terbaru

  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
  • Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
  • Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
  • Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
  • Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI
  • Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?