Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

KH Isa Anshary: 10 Bekal untuk Pejuang Generasi Muda Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juli 2019 16:50 4:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juli 2019 16:50
Bagikan
Bagikan

Oleh: Mahmud Budi Setiawan

 

Hidayatullah.com | SETELAH keluar dari penjara Orde Lama (Orla), buku yang pertama kali dianggit oleh KH. Isa Anshary berjudul “Tugas & Peranan Generasi Muda Islam dalam Pembinaan Orde Baru” (1967). Buku ini berisi sekilas tentang bagaimana kondisi yang dihadapi Isa Anshary dan kawan-kawan sehubungan dengan rezim Demokrasi Terpimpin atau Zaman Diktator 100 Menteri dan bagaimana peran pemuda Muslim pasca runtuhnya Orla dan diganti dengan Orba.

Lebih dari itu, menurut penulis, ada yang tak boleh dikesampingkan dari buku tersebut. Yaitu 10 bekal yang dinasihatkan oleh KH. Isa Anshary untuk para generasi pejuang Islam. Mutiara-mutiara mauidzah yang terkandung di dalamnya masih sangat relevan bila dijalankan oleh para pemuda Muslim zaman now.

Pertama, isi dirimu. Yang dimaksud di sini adalah mengisi dan membina diri keyakinan dan akidah yang kuat. Hati harus dibersihkan dari segala yang merusak akidah. Saat M. Natsir berada dalam tahanan politik di Wisma Keagungan, dikatakan kepada Isa Anshary bahwa pemuda perlu mengisi dadanya dengan akidah, hukum, dan ajaran Islam. Hal itu rupanya diamini oleh pejuang lain yaitu Buya Dusky Samad.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Menurut Isa, “Pemuda Islam wajib mengasah dan mengasuh dirinya dengan akidah islamiyah, hukum dan ajaran syariat agar tidak masuk dalam kategori golongan yang disebut al-Qur`an sebagai generasi yang menyia-nyiakan shalat dan menuruti hawa nafsu.”

Kedua, rapatkan barisanmu. Meminjam istilah surah Ash-Shaf ayat 4, generasi Islam menurut beliau harus memiliki barisan yang kokoh sebagaimana laiknya shaf orang sedang berperang. Selain itu, beliau meminjam istilah Muhammad Abduh yang intinya kebatilan yang terorganisir dengan baik akan mengalahkan kebenaran yang tak terorganisir. Di sinilah pentingnya merapatkan barisan.

Ketiga, tegakkan disiplin. Disiplin, tulis beliau, adalah tunduk kepada aturan dan keputusan organisasi walaupun bertentangan dengan kemauannya sendiri.

Artinya, setiap individu pejuang semestinya berjuang secara disiplin dengan meletakkan ego sendiri untuk maslahat yang lebih besar. Suatu disiplin yang benar-benar dipraktikkan, bukan sekadar formalitas yang diistilahkan oleh beliau sebagai disiplin bangkai atau cadaverdisiplin.

Keempat, pelihara mutu. Pemeliharaan mutu itu sangat penting. Dan hal itu sangat ditentukan oleh watak, karakter, dan shibghah (celupan, indentitas) si pejuang.

Orang yang bisa menjaga mutu seperti ini, pantang baginya menjilat ke atas dan meludah ke bawah. Ia tak akan sudi mendapat harta korupsi laksana anjing yang tergiur dengan daging. Ia memfanakan dirinya dalam perjuangan, tidak takut mati dan rela berkorban. Mutu dan nilai generasi yang seperti itu pernah di miliki angkatan mujahidin zaman Nabi yang jumlahnya sedikit kuat dan berkuasa dalam menghancurkan yang besar.

Kelima, pedomani teori. Yang dimaksud dengan teori di sini kata beliau adalah suluh dan pedoman dalam perjuangan atau pengetahuan dan pengertian perjuangan. Ia berfungsi sebagai jembatan antara idealisme dengan realisme. Makanya, tulis beliau, “Perjuangan tanpa teori buta, dan teori tanpa perjuangan mati.” Mungkin dalam bahasa sekarang adalah pedoman berorganisasi yang di dalamnya ada visi, misi dan aturan yang perlu dijalankan dengan disiplin. Maka jangan sampai dalam berjuang hanya bermodalkan semangat, sedangkan pengetahuan tetang teori perjuangan sangat terbelakang.

Lima nasihat lainnya yang tak kalah penting adalah : memiliki ketahanan berjuang, membela kaum yang lemah, mencanangkan kesatuan umat, mengamankan perjuangan dan memenangkan keyakinan. Sepuluh nasihat ini tentu saja masih relevan bila dijalankan oleh generasi muda zaman sekarang. Tinggal teknis dan aplikasinya saja yang kemudian perlu dielaborasi.

Akhirnya, kita simak kata beliau yang menggerakkan nurani pemuda berikut:

“Generasi Muda Islam! Isilah dadamu dengan kejakinan, laksana batu karang di tengah samudera lepas dan luas.

Tidak berkisar walau setapak karena amuknja badai; tidak bergeser walau sedjari karena bantingan lautan. Penuhilah hidupnja dengan djihad perdjuangan, pengorbanan, kesungguhnan dan ketekunan.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:generasi IslamKH Isa AnsharyOrde BaruOrde Lamapejuang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dokter: Tokoh Oposisi Rusia Alexei Navalny Kemungkinan Diracun
Tulisan selanjutnya Sebulan Penuh, Aksi Tolak RUU P-KS di Bandung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?