Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dokter: Tokoh Oposisi Rusia Alexei Navalny Kemungkinan Diracun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Juli 2019 14:20 2:20 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juli 2019 14:30
Bagikan
Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny.
Bagikan

Hidayatullah.com–Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny, yang sedang menjalani hukuman penjara karena memobilisasi massa melakukan aksi protes tanpa izin, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami reaksi alergi akut, kata juru bicaranya Kira Yarmysh. Dokter yang pernah merawatnya menduga Navalny telah diracun.

Navalny, 43, dilarikan ke rumah sakit hari Ahad (28/7/2019) pagi dari penjara, di mana dia menjalani hukuman 30 hari karena mengajak orang berdemonstrasi tanpa izin guna memprotes pencoretan nama kandidat dari oposisi yang ingin maju dalan pemilihan lokal mendatang.

Para dokter yang merawatnya di rumah sakit belum memberikan keterangan ke publik perihal diagnosa mereka dan apa penyebab sakitnya.

Akan tetapi, seorang dokter yang pernah merawatnya di masa lalu dan sempat berbicara sekejap dengan Navalny serta melihat dari celah pintu hari Ahad, mengatakan bahwa dia tidak dapat mengabaikan kemungkinan bahwa tokoh oposisi Rusia itu telah diracun.

“Kami tidak dapat mengabaikan bahwa racun yang merusak kulit dan membran mukosa akibat zat kimia yang tidak diketahui ditimpakan dengan bantuan ‘pihak ketiga’,” kata dokter Anastasia Vasilyeva di laman Facebook-nya seperti dikutip Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut dokter wanita itu, Navalny mengalami ruam di bagian atas badannya, lesi di kulit, serta keluar kotoran dari matanya. Dia menyeru agar sprei kasur Navalny, rambut dan kulitnya diperiksa apakah mengandung zat kimia.

Fakta bahwa dirinya tidak diperbolehkan memeriksa Navalny secara seksama sungguh mencurigakan, imbuh dokter itu.

Kira Yarmysh, jubir Navalny, lewat Twitter mengatakan bahwa bosnya itu dirawat di rumah sakit sejak hari Ahad pagi, dengan pembengkakan parah di wajah dan kulit kemerahan.

Wanita itu mengatakan apa penyebab reaksi alergi Navalny itu tidak diketahui dan dia sebelumnya tidak pernah mengalami hal yang demikian.

Polis hari Sabtu (27/7/2019) menangkap lebih dari 1.000 orang di Moskow. Mereka adalah para pengunjuk rasa yang menyerukan pemilu yang jujur dan adil.

Navalny, salah satu tokoh oposisi Rusia, beberapa tahun belakangan sering keluar masuk penjara karena dituduh menggerakkan massa agar melakukan aksi unjuk rasa antipemerintah.

European Court of Human Rights tahun lalu menyatakan bahwa penangkapan dan penahanan Rusia terhadap Navalny yang dilakukan antara tahun 2012 dan 2014 adalah bermotif politik dan melanggar HAM. Moskow mempertanyakan keputusan pengadilan HAM Eropa tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alexei Navalnyracunrusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban: Pembicaraan intra-Afghanistan Hanya Akan Dimulai Jika AS Tarik Pasukan
Tulisan selanjutnya KH Isa Anshary: 10 Bekal untuk Pejuang Generasi Muda Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?