Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Al Kurani Pendidik Al Fatih: Jangkauan Ilmunya Lampaui Jangkauan Pedang Penguasa

Thoriq
Terakhir diupdate: 13 Juli 2020 08:08 8:08 am
Thoriq
Dipublikasikan 13 Juli 2020 08:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- PADA awalnya, Ahmad bin Ismail Al Kurani hafal Al Qur`an bersama tujuh qira’atnya di bawah bimbingan Ali Az Zain Abdurrahman bin Umar Al Qazwini. Bukan hanya sebatas Al Qur`an dan ilmu qira’at, ilmu-ilmu yang lainnya seperti balaghah, nahwu, fiqih, juga ia dapati dari gurunya itu. Ulama yang lahir pada 813 H ini juga berguru kepada ulama lainnya seperti Al Jalal Al Halwani, lalu ia melakukan perjalanan ke Damaskus berguru kepada Ala’ Al Bukhari. Ketika Al Jalal Al Halwani berangkat manuju Bait Al Maqdis, Al Kurani menyertainya dan masih mengambil manfaat dari gurunya itu. Kamudian Al Qur`ani pergi menuju Kairo, lalu berguru kepada Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani, juga ulama-ulama lainnya. (Adz Dzau’ Al Lami`, 1/241)

Di Kairo, keilmuan Al Kurani memperoleh perhatian dari penguasa kala itu, hingga ia diangkat menjadi guru fiqih di Al Barquqiyah. Ia juga amat dekat dengan Adh Dhahir Juqmaq, pemimpin Mesir kala itu. (Adz Dzau’ Al Lami`, 1/241)

Namun, suatu saat, ada perselisihan pribadi antara Al Kurani dengan Hamiduddin An Nu’mani, yang merupakan keturunan Imam Abu Hanifah, hingga akhirnya perkara itu di bawa ke pengadilan. Dan hakim di waktu itu  yang mengakimi perkara adalah Ibnu Ad Diri yang bermadzhab Hanafi. Akhirnya Al Kurani pun diputuskan untuk diasingkan, dan diberhentikan dari Barquqiyah. Akhirnya Al Kurani pun diasingkan di Damaskus. (Adz Dzau’ Al Lami`, 1/242)

Al Kurani Berhasil Jadikan Al Fatih Hafal Al Qur`an

Kemudian Al Kurani memilih melakukan perjalanan ke negeri Rum (Turki), dan memiliki hubungan baik dengan penguasanya, yakni Sultan Murad. Ia pun diminta untuk mendidik putra mahkotanya, yakni Muhammad Al Fatih. (Mu’jam Al Mufassirin, 1/30)

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Sultan Murad sendiri telah berusaha untuk memberikan pendidikan terbaik kepada putranya itu. Beliau telah memilih guru-guru khusus yang bertugas mendidik sang anak. Namun para guru gagal mendidiknya dan mereka pun menyerah karena Muhammad tidak pernah mengindahkan apa yang disampaikan oleh mereka.

Akhirnya Sultan Murad memilih Syeikh Ahmad bin Ismail Al Kurani untuk mendidik sang putra. Tidak cukup menunjuk, bahkan Sultan Murad II memberikan pemukul kepada beliau, untuk digunakan memukul Muhammad jika ia melakukan pembangkangan.

Al Kaurani pun memasuki ruang belajar Muhammad dengan alat pemukul di tangan dan mengatakan,”Ayahmu mengirimku untuk mengajarimu beserta pemukulnya jika engkau menentang perintahku”. Apa yang terjadi? Muhammad malah tertawa mendengar perkataan itu. Namun rupanya Syeikh Al Kaurani sudah mengantisipasi hal itu, sang guru pun memukul Muhammad dengan pukulan yang keras di ruangan itu hingga akhirnya Muhammad merasa amat takut terhadap gurunya itu.

Apa yang dilakukan oleh Syeikh Al Kurani ternyata membuahkan hasil. Dalam waktu singkat Muhammad hafal Al Qur`an. (Asy Syaqa`iq An Nu’maniyah, hal. 51, 52)

Tidak hanya mengajar, bahkan Al Kurani menulis sebuah kitab yang berupa qasidah dalam ilmu al `arudh, yang berjumlah 600 bait. Karya itu diperuntukkan kepada Muhammad Al Fatih, yang ia kasih nama Asy Syafi’iyah fi Ilmi Al ‘Arudh wal Al Qafiyah. (Ath Thabaqat As Suniyyah, hal. 82)

Perselisihan dengan Al Fatih

Setelah Sultan Murad wafat dan digantikan putranya Muhammad Al Fatih, ia manawarkan kepada Al Qurani sebagai wazir, namun Al Kurani menolaknya. Namun setelah ditawarkan kepadanya jabatan qadhi militer Al Kurani menerima. Namun kemudian, Al Fatih menginginkan Al Kurani menjadi qadhi di Bursa, sebuah kita di Turki. Dan suatu saat, datang surat dari Al Fatih kepada Al Kurani, dimana dalam surat itu ada perkara yang menyelisihi syari’at, dan Al Kurani pun merobek surat tersebut. Al Fatih pun melepas jabatan Al Kurani, sehingga terjadi konflik antar keduanya, dan Al Kurani pergi meninggalkan Turki menuju Kairo. Namun, Al Fatih menyesal dengan tindakannya itu, hingga akhirnya ia meminta kepada Sultan Qitbay, penguasa Mesir, untuk mengirim Al kurani kembali ke Turki. Akhirnya, Al Kurani kembali ke Turki dan kembali menjabat sebagai qadhi. Bahkan Al Fatih mengangkatnya sebagi mufti. (Asy Syaqa`iq An Nu’maniyah, hal. 52, 53)

Waktu Hanya Untuk Ilmu dan Ibadah

Waktu Al Kurani hanya digunakan untuk ilmu dan ibadah. Salah satu dari beberapa murid Al Kurani menyampaikan bahwasannya suatu malam, ia menginap di rumah gurunya itu. Setelah  shalat Isya’, ia melihat gurunya membaca Al Qur`an. Ketika terjaga di malam hari, ia masih melihat gurunya membaca Al Qur`an. Saat si murid terjaga ke dua kalinya, ia mengetahui bahwa sang guru membaca surat Al Mulk. Dan hingga fajar tiba, ia mengetahui bahwa sang guru telah selesai menghatamkan Al Qur`an. Sampai akhirnya sang murid bertanya kepada pembantu sang guru. Si pembantu pun menyampaikan bahwa demikian itu adalah kebiasan Syeikh. (Asy Syaqa`iq An Nu’maniyah, hal. 52, 53)

Al Kurani Ikut Serta dalam Penaklukkan Konstantinopel

Tidak hanya menyibukkan diri dalam ilmu saja, Al Kurani ikut serta dalam jihad untuk menaklukkan Konstantinopel. (Al Kautsar Al Jari, 5/480)

Jangkauan Ilmu Lebih Jauh dari Jangkauan Pedang

Suatu saat Amir Taimur Khan, salah satu penjabat tinggi negara marah terhadap Syeikh Al Kurani, hingga ia merasa jengkel hendak membunuhnya, ia berkata,”Namun bagaimana aku membunuh seorang laki-laki yang mana kitab-kitabnya sudah dibaca di berbagai negeri, sedangkan pedangku belum sampai ke sana!” (Asy Syaqa`iq An Nu’maniyah, hal. 53)

Al Kurani sendiri memiliki banyak karya di berbagai disiplin ilmu. Karya yang berupa tafsir Al Qur`an bernama Ghayah Al Alamani. Sedangkan untuk Hadits, Al Kurani mensyarah Shahih Al Bukhari dengan nama Al Kautsar Al Jari. Al Kurani juga memberikan penjelasan terhadap syarh Al Ja`bari terhadap Asy Syathibiyah. Al Kurani juga menyampaikan ilmu-ilmu lainnya, dan banyak para penuntut ilmu yang menimba ilmu darinya. (Asy Syaqa`iq An Nu’maniyah, hal. 52, 53)

Setelah mengabdikan diri untuk ilmu dan penegakkan keadilan di wilayah kekuasaan Daulah Al Utsmaniyah, Al Kurani jatuh sakit, ia sendiri merasa bahwa ajal sudah dekat. Menjelang waktu ashar, Al Kurani bertanya waktu adzan ashar. Tak lama kemudian adzan ashar berkumandang, dan ketika muadzin selesai menyerukan takbir, Al Kurani pun meneruskan la ilaha illallah. (Asy Syaqa`iq An Nu`maniyah, hal. 55)

Al Kurani wafat pada tahun 893 H, dan Sultan pada waktu itu ikut menshalatkankan jenazahnya. (Badr Ath Thali`, hal. 35)

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gus Kamil Majid Putra KH Maimun Zubair Wafat
Tulisan selanjutnya Berprestasi di Tengah Pandemi dalam Ajang International Kangaroo Mathematics Competition 2020

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ahmad, yang berusia 10 bulan, sedang dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Rafic Hariri di Beirut setelah terluka dalam serangan udara Israel di dekat rumahnya di Beirut selatan pada 8 April 2026.
Berita

Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800

Berita
8 September 2026 12:57
Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris

Terbaru

  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?