Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Serial Syamail Rasulullah: Inilah Fisik Rasulullah Muhammad (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Januari 2021 12:58 12:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Januari 2021 11:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | Bismillah. Alhamdulillah. Wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah, wa ‘ala alihi wa shahbihi wa man waalah. Rabbi yassir wa a’in. Wa ba’du.

Meneladani dan mencontoh beliau mustahil dilakukan bila kita tidak mengenal, tidak tahu, tidak mencintainya. Melalui serial bersahaja ini kita berharap bisa menapaki tahap-tahap itu, dan kelak menikmati buahnya. Amin.

Untuk mengenal lebih dekat dengan nabi kita, hidayatullah.com akan menampilkan kajian sirah tentang ciri-ciri fisik Nabiullah Muhammad ﷺ yang ditulis dalam kitab Asy-Syamail Al Muhammadiyah dan beberapa kitab lain. Kajian akan diasuh oleh Ustad Alimin Muhtar, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahamah Putri, Batu, Malang.

Ini kutipan-kutipan kecil seputar junjungan kita tercinta, Muhammad ﷺ. Tidak ada komentar panjang, hanya meriwayatkan kembali apa yang dikumpulkan Imam Abu ‘Isa at-Tirmidzi (w. 279 H) dalam karyanya, Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah Wal Khashail Al-Mushthafawiyyah. Jika pun ada tambahan, maka dari syarah-nya atau sedikit dari sumber lain.

Kitab ini berisi syamail (tabiat, perangai) dan khashail (sifat dan kebiasaan terpuji) yang dimiliki Rasulullah, berdasar riwayat-riwayat yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Aslinya memuat 415 riwayat dari beragam tingkatan. Kemudian diringkas oleh Syaikh Al-Albani (w. 1420 H) menjadi 352 riwayat, dengan memendekkan sanad, membuang perulangan, dan menunjukkan derajat riwayatnya. Penjelasan (syarah) isi kandungannya diberikan oleh Imam Al-Bajuri Asy-Syafi’i (w. 1277 H) dalam Al-Mawahib Al-Laduniyah.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

“Hanya terbetik harapan, semoga kita dapat mencintai Rasulullah ﷺ, karena mencintainya adalah bagian dari iman. Kita mulai menanam benihnya dengan mengenal lebih dekat kepribadian, perjuangan, dan segala sesuatu yang terhubung dengannya.

Setelah itu, kita berharap dapat melaksanakan himbauan tersirat dalam ayat ini:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab: 21).

Sebagai naskah pegangan, kajian akan menggunakan beberapa kitab. Di antaranya; Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah, al-Imam Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin Saurah at-Tirmidzi, cet. 1, 1422 H/2001 M. Tahqiq: Muhammad ‘Awwamah. Kitab Mukhtashar Asy-Syamail Al-Muhammadiyah, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, al-Maktabah al-Islamiyah, Amman, cet. 2, 1406 H, juga kitab  Al-Mawahib Al-Laduniyyah, al-Imam Ibrahim bin Muhammad al-Bajuri asy-Syafi’i. Dicetak bersama matan Asy-Syamail al-Muhammadiyah tsb. Inilah bagian pertamanya.

Gambaran fisik Rasulullah

١ – (صحيح) – عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ: (كَانَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ لَيْسَ بِالطَّوِيلِ الْبَائِنِ وَلَا بِالْقَصِيرِ وَلَا بِالْأَبْيَضِ الْأَمْهَقِ وَلَا بِالْآدَمِ وَلَا بِالْجَعْدِ الْقَطَطِ وَلَا بِالسَّبْطِ بَعَثَهُ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى رَأْسِ أَرْبَعِينَ سَنَةً فَأَقَامَ بِمَكَّةَ عَشْرَ سِنِينَ وَبِالْمَدِينَةِ عَشْرَ سِنِينَ وَتَوَفَّاهُ اللَّهُ عَلَى رَأْسِ سِتِّينَ سَنَةً وَلَيْسَ فِي رَأْسِهِ وَلِحْيَتِهِ عِشْرُونَ شَعْرَةً بَيْضَاءَ)

Anas bin Malik berkata, “Rasulullah ﷺ  (tubuhnya) tidak tinggi jangkung dan tidak pula pendek; (kulitnya) tidak putih bule dan tidak pula coklat gelap; (rambutnya) tidak keriting kriwul dan tidak pula lurus. Allah mengutusnya pada permulaan usia 40-an tahun, lalu bermukim di Makkah 10 tahun dan di Madinah 10 tahun. Allah mewafatkan beliau pada permulaan usia 60-an tahun, sementara di kepala dan jenggotnya terdapat tidak lebih dari 20 rambut putih.”

Menurut riwayat yang masyhur, beliau bermukim di Makkah 13 tahun dan di Madinah 10 tahun. Hitungan 10 tahun di Makkah tidak memasukkan 3 tahun saat berdakwah sembunyi-sembunyi (da’wah sirriyah). Menurut riwayat Ibnu Sa’ad, uban di kepala dan jenggotnya cuma 17 helai.

٢ – (صحيح) – وعنه قال: (كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ رَبْعَةً لَيْسَ بِالطَّوِيلِ وَلَا بِالْقَصِيرِ حَسَنَ الْجِسْمِ وَكَانَ شَعْرُهُ لَيْسَ بِجَعْدٍ وَلَا سَبْطٍ أَسْمَرَ اللَّوْنِ إِذَا مشى يتكفأ)

Dari Anas pula, ia berkata, “Rasulullah ﷺ itu sedang tinggi badannya, tidak jangkung dan tidak pula pendek. Sangat bagus (proporsi) tubuhnya. Rambutnya tidak keriting dan tidak pula lurus. Warna kulitnya kecoklatan (sawo matang). Bila berjalan, (tubuhnya) sedikit condong ke depan.”

Yang dimaksud “keriting” adalah seperti rambut orang negro. Tapi rambut beliau juga tidak sangat lurus. Jadi, rambutnya ikal bergelombang, antara lurus dan keriting. Yang dimaksud “condong ke depan” adalah karena cara jalan beliau cenderung cepat, seperti turun dari bukit ke lembah.

٣ – (صحيح) – الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ يَقُولُ: (كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ رَجُلًا مَرْبُوعًا بَعِيدَ مَا بَيْنَ الْمَنْكِبَيْنِ عَظِيمَ الْجُمَّةِ إلى شَحْمَة أذنيه عَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ مَا رَأَيْتُ شَيْئًا قَطُّ أَحْسَنَ منه

Al-Bara’ bin ‘Azib berkata, “Rasulullah ﷺ adalah pria yang pertengahan (tingginya), lebar pundaknya, tebal rambutnya lagi panjang hingga melampaui cuping telinganya. Beliau (pernah) memakai baju merah. Saya samasekali tidak pernah melihat sesuatu pun yang lebih indah/tampan darinya.”

“Lebar pundaknya” berarti pula lapang dadanya. Ini salah satu tanda kemuliaan kepribadian. “Cuping telinga” yaitu bagian paling bawah, tempat anting-anting (pada wanita). “Hullah” (pakaian) adalah satu set pakaian terdiri dari dua potong baju bagian luar dan dalam.

Imam Syafi’i berhujjah dengan hadis ini tentang bolehnya memakai baju berwarna merah, termasuk merah terang. Namun, terkadang baju seperti ini dipakai orang-orang fasik, sehingga makruh karenanya, supaya tidak menyerupai mereka.

Tidak benar jika makruh secara mutlak. Menurut riwayat Ibnul Jauzi, dari jalur Ibnu Hibban, Nabi pernah membeli “hullah” senilai 27 ekor unta dan mengenakannya. Artinya, ada masa dimana baju beliau bagus dan mahal, tapi ada masa pula sebaliknya. “Sesuatu pun”, artinya: beliau lebih indah dari apa pun, baik manusia maupun lainnya. Ini merujuk kepada Nabi, bukan bajunya.

وفي رواية عنه قَالَ: (مَا رَأَيْتُ مِنْ ذِي لِمَّةٍ فِي حُلَّةٍ حَمْرَاءَ أَحْسَنَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ لَهُ شَعْرٌ يَضْرِبُ مَنْكِبَيْهِ بَعِيدُ مَا بَيْنَ الْمَنْكِبَيْنِ لَمْ يَكُنْ بِالْقَصِيرِ ولا بالطويل)

“Dalam riwayat lain, dari al-Bara’ juga, ia berkata, “Saya tidak pernah melihat seseorang berambut panjang melebihi cuping telinga yang memakai baju merah yang lebih tampan dari Rasulullah. Rambutnya menyentuh kedua pundaknya. Kedua pundaknya lebar. (Posturnya) tidak pendek dan tidak pula jangkung.”

Riwayat ini memperjelas yang sebelumnya. Biasanya, laki-laki berambut panjang sampai sepundak cenderung kumal dan acak-acakan. Kata “limmah” (اللمّة) bisa berarti rambut yang kotor dan kusut. Tapi, Rasulullah tidak begitu. Rambutnya panjang sebahu, tebal, rapi, bersih, dan menawan siapa saja yang melihatnya. Inilah alasan mengapa al-Bara’ secara khusus menyinggung masalah ini.*

Sumber-sumber kitab:  Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah, no. 3, 4, Mukhtashar Asy-Syamail Al-Muhammadiyah, no. 3 dan  Al-Mawahib Al-Laduniyyah, hal. 29-35

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fisik RasulullahNabi MuhammadsirahSyamail Muhamadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kapal Tankernya Disita Indonesia, Iran Tuntut Jawaban
Tulisan selanjutnya Dia Seperti Anjing Piaraan Tetangga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?