Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Pemikiran Syeikh Nuruddin Ar Raniry dan Kontribusinya dalam Pembaruan Peradaban Aceh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Juli 2021 11:22 11:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Juli 2021 11:22
Bagikan
Syeikh Nuruddin Ar Raniry
Bagikan

Oleh: Arri Fadli Gunawan

Hidayatullah.com | SYEIKH Nuruddin Ar Raniry memiliki nama lengkap Syeikh Nuruddin Muhammad ibnu ‘Ali ibnu Hasanji ibnu Muhammad Hamid ar-Raniry al-Quraisyi. Beliau dilahirkan  kira – kira pada abad ke 16 Masehi di daerah Ranir (Rander) yang merupakan kota pelabuhan tua di pantai  Gujarat (India), dan wafat pada 22 Dzulhijjah 1096 H / 21 September 1658 M di India . Nama panggilan beliau Ar Raniry sesuai tempat beliau dilahirkan. Beliau menganut aliran Ahlusunnah wal jamaa’ah dan dalam ilmu fiqh beliau bermazhab Imam syafi’i.

Beliau merupakan ulama penasehat Kesultanan Aceh pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Tsani (Iskandar II). Pendidikan beliau dimulai di tanah kelahirannya yaitu Ranir, kemudian lanjut ke Hadramaut, setelah itu beliau melanjutkan pendidikannya ke wilayah Tarim (Arab selatan). Dan pada tahun 1030 H (1582 M) beliau berangkat  ke Makkah untuk menjalani ibadah Haji serta melakukan ziarah ke Madinah .

Di Ranir beliau melakukan pendidikan pertamanya, beliau belajar ilmu agama. Setelah itu dilanjutkan ke Hadramaut dan berguru kepada Abu Hafs Umar bin Abdullah Ba Syayban al-Tarimi al- Hadhrami,biasa dipanggil Sayyid Umar Al-Laydrus yang bermadzhab ahlu al-sunnah wa al-jama’ah, sedangkan dari segi keilmuan fiqih, beliau menganut madzhab Imam Al –Syafi’i.

Kemudian ada guru lainnya yaitu  Abu Nafs Sayyid Imam bin Abdullah bin Syaiban yaitu merupakan tokoh dari Tarekat Rifa’iyah, yang juga keturunan Hadramaut . Setelah beliau mempelajari ilmu-ilmu islam yang ia kaji di Ranir, Hadramaut, Makkah , serta Madinah.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Pada tanggal 6 Muharam 1047 H (31 Mei 1637 M) Syeikh Nurudin Ar Raniry tiba di Nanggroe Aceh Darussalam untuk menyusul jejak pamannya yaitu Syeikh Muhammad Jaylani bin Hasan Muhammad Hamid Al Raniry yang terlebih dulu tiba di Aceh yang  pada tahun 1588 M. Untuk diketahui bahwasanya Syeikh Nuruddin Al Raniry datang  ke Aceh sebanyak 2 kali.

Pada kedatangan pertama beliau tidak lama tinggal di Aceh dikarenakan buruk nya penerimaan Syeikh Nurudin Al Raniry pada saat itu pada masyarakat dan tokoh-tokoh aliran Wujudiyah, karena pada saat itu masyarakat aceh masih mengenal paham aliran wujudiyah . Lalu pada kedatangan kedua pada tahun 1637 M Syeikh Nurudin Al Raniry tiba dan bertepatan wafatnya Sultan Iskandar Muda yang menjadi raja Kerajaan Aceh. Lalu digantikan oleh sultan Iskandar Tsani . Pada saat pemerintahan Sultan Iskandar Tsani inilah Syeikh Nurudin Al Raniry diangkat menjadi Mufti Kerajaan Aceh Darussalam. (Muhammad Fayrus, ‘Nuruddin Ar-Raniry: Kajian Pemikiran Tokoh Muslim Indonesia’, Siasat, 4.2 (2019), 15–23).

Peranan Nurudin Ar Raniry di Aceh

Nurudin Ar Raniry melakukan pembaruan setelah mendapat kepercayaan oleh Sultan Iskandar Tsani yang pada saat itu memerintah, dan beliau mendapatkan kesempatan baik untuk menentang ajaran wujudiyyah Hamzah Fansuri yang saat itu menjadi pemeluk masyarakat Aceh. Nuruddin Ar Raniry tinggal di Aceh selama tujuh tahun sebagai ulama, penulis, serta penentang ajaran wujudiyyah.

Setelah Sultan Iskandar Tsani wafat pada tahun 1641 M dan digantikan oleh permaisurinya yaitu Sultanah Tajul Alam Safiatuddin Syah binti Sultan Meukuta Alam Iskandar Muda, yang memerintah Aceh sekitar 34 tahun lamanya. Pada masa inilah, Nuruddin Ar Raniry menulis buku khusus untuk menganalisa ajaran wujudiyyah Hamzah Fansury dan muridnya Syamsuddin as-Sumatrani yang berjudul Tibyan fi Ma’rifah al-Dyan. Karena pembaruan utamanya di Aceh ialah memberantas aliran wujudiyyah yang menurutnya sesat.

Nuruddin Ar Raniry sangat berperan penting pada saat keberhasilannya memipin ulama Aceh dan menghancurkan ajaran tasawuf falsafi oleh Hamzah Fansuri. Beliau merupakan tokoh ulama sufi anti-ajaran wujudiyyah,karena ajaran tersebut dinilai dapat dikhawatirkan akan memicu kerusakan akidah umat Islam awam yang pada saat itu baru memeluknya.

Beliau juga mengemukakan fatwa pengkafiran  aliran wujudiyyah pada saat aktifitas berkhutbahnya dan tertulis juga  pada buku- buku beliau yaitu  Tibyan fi Ma’rifah al-Dyan, Hill Al-Zill, Jawahir Al-Ulum fi Kasyf Al-Ma’lum, Ma’al- Hayah li Ahl Al –Mamat, Hujjat al-Shiddiq li Daf’il al- Zindiq dan lain sebagainya.

Selain membasmi ajaran wujudiyyah, peran dan konstribusi Nurudin Ar Raniry dalam kemajuan peradaban Aceh ialah menetapkan hukum Islam di Aceh.  Nurudin Ar Raniry beserta tokoh ulama lainnya di Aceh yang telah menjadi pelopor tegaknya syariat Islam. (Musyaffa Musyaffa, Pemikiran Dan Gerakan Dakwah Syeikh Nuruddin Ar-Raniry, Jurnal Ilmiah Syi’ar, 18.1 (2018), 72–89).

Penulis Mahasiswa Pendidikan Agama Islam  Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AcehKesultanan AcehprofilSultan Iskandar IIulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soah Agama Bahaiyyah, Buya Gusrizal: Menag Mengabaikan Ghirah Umat Islam Menjaga Akidah
Tulisan selanjutnya Meskipun Vaksinasi Gencar China Kedatangan Varian Delta di 3 Provinsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sultan Perak Dorong Persaudaraan Muslim Redam Persaingan Politik

Berita
25 Agustus 2026 15:26
Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
Pendiri Raksasa Properti China Evergrande Dibui Seumur Hidup
Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?

Terbaru

  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
  • Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
  • Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
  • Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
  • Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
  • Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
  • Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
  • Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
  • 600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
  • Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?