Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Mengambil Pelajaran dari Dunia (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Juli 2016 20:56 8:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juli 2016 20:50
Bagikan
Bagikan

DUNIA merupakan tempat istirahat bagi para pengembara. Ia tidak kekal. Setelah itu ada kehidupan abadi, yakni kehidupan akhirat. Oleh karena itu jangan melihat dunia sebagai tujuan untuk mengumpulkan harta dengan cinta dan nafsu berlebihan. Akan tetapi ambillah pelajaran darinya bahwa setelah kehidupan ada kematian, dan manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di alam akhirat.

Suatu hari Saad bin Abi Waqqas mengunjungi Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam. Beliau bertanya: “Dari mana kamu Saad?” Dia menjawab: “Baru saja aku bersama salah seorang kaum badui, mereka menjadikan perut dan nafsu birahi sebagai tujuan hidup.”

Nabi berkata: “Bukankah aku pernah mengabarkan kepadamu yang lebih mengherankan dari itu?” Dia menjawab: “Benar.” Nabi berkata: “Janganlah engkau berbuat sesuatu yang engkau ingkari dan jangan mengulanginya.”

Sufyan al-Tsauri berkata: “Barang siapa mengambil dunia sebagai pelajaran, maka amal shalihnya tidak akan berkurang”. Orang-orang bertanya, “Kapankah seorang menjadi pengambil pelajaran dunia?” Dia menjawab: “Ketika ia berpendapat, segala sesuatu di dunia ini akibatnya adalah kehancuran, dan pelakunya akan kembali ke tanah.”

Yahya bin Mu’adz berkata: “Hendaklah engkau memandang dunia sebagai pelajaran, hidupmu di atasnya adalah keterpaksaan dan penolakanmu atasnya sebagai ikhtiar.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Hatim al-Asham berkata: “Barangsiapa melihat orang mati, tetapi tidak mengambil pelajaran darinya, maka ilmu, amal, dan nasehatnya tidak berguna bagi dirinya.”

Ahmad bin Harb berkata: “Bumi heran terhadap dua orang. Pertama, orang yang tidur di atas pembaringan. Kedua, pada orang-orang yang berselisih paham merebutkan sejengkal tanah.”

Kepada keduanya, bumi berkata, “Wahai anak adam berpikirlah, kelak berapa lama engkau akan tertidur di dalam perutku. Dan engkau orang yang bertengkar demi sejengkal tanah, berapa banyak nenek moyangmu berusaha memiliki, tapi tak satu pun mereka yang berdiri di atasnya.”*/Abdul Wahhab Al-Sya’rani, dari bukunya Lentera Kehidupan. [Tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kehidupan akhiratkehidupan duniazuhud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hadapi Persoalan Moral, Muslimat WI Fokus Penguatan Keluarga
Tulisan selanjutnya Mengambil Pelajaran dari Dunia (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?