Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Manfaat Berdoa dan Shalat Subuh Berjamaah (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 April 2016 20:01 8:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2016 19:44
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SHALAT Subuh sangatlah unik dan menarik karena berfungsi mengawali hari. Walaupun waktunya terbilang luang dan kita pun dalam kondisi segar, akan tetapi kita cukup melaksanakannya dua rakaat saja. Apa hikmahnya?

Beberapa studi akademis yang dilakukan oleh para ilmuwan membuktikan bahwa ritme tubuh manusia mencapai puncaknya dua kali dalam 24 jam. Masing-masing terjadi setiap 12 jam.

Derajat kebugaran tubuh manusia mencapai puncaknya secara bertahap sejak pukul 04.00 dan mencapai puncak keseimbangannya sekitar pukul 10.00 atau 11.00. Rentang waktunya kurang lebih enam hingga tujuh jam.

Selanjutnya, derajat energi tubuh menurun secara bertahap sekitar pukul 14.00, saat tubuh kita sangat membutuhkan suplai energi dari makanan dan istirahat selama tidak kurang dari dua jam. Setelah itu energi dan kebugaran tubuh manusia akan kembali naik secara bertahap dan bisa menopang aktivitas selama tiga hingga empat jam.

Namun, energi tubuh pada fase kedua ini lebih rendah daripada energi tubuh pada pagi hari. Kemudian, energi mulai menurun kembali secara bertahap sekitar pukul 20.00 atau pukul 21.00, untuk kemudian benar-benar menurun sekitar pukul 23.00 atau 24.00.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Pada jam-jam ini, tubuh sangat membutuhkan tidur dan istirahat sehingga kekuatan energi tubuh mencapai keseimbangan terendahnya pada pukul 01.00 atau 02.00, yaitu saat tubuh kita melakukan proses pembaruan sel-sel. Setelah itu, tubuh manusia memulai siklus baru untuk hari berikutnya, demikian seterusnya.

Kalau kita petakan secara biologis, shalat Subuh ditujukan untuk melatih keseimbangan kondisi hormonal tubuh. Kita tahu bahwa pada waktu itu hormon-hormon kecemasan –semacam kortisol, ACTH, norepinefrin, dan skotofobin– akan diproduksi dalam kadar tinggi sehingga aneka ketakutan datang silih berganti dan berbagai pikiran negatif kerap menghantui walau kedatangannya seringkali tanpa kita sadari karena sudah sangat biasa.

Rasakan saja ketika subuh hari, biasanya orang akan diserang hal-hal negatif semacam itu. Mulai dari malas bangun yang menandakan munculnya rasa takut kehilangan rasa nyaman dalam hangatnya pelukan selimut, takut dingin, takut sesuatu di luar, rasa cemas akan datangnya aneka masalah saat itu –mungkin masalah di kantor, di perjalanan, keluarga, dan sebagainya–, kemudian muncul pula aneka perasaan buruk sangka dan takut kehilangan. Begitulah, tingginya produksi hormon-hormon takut dan kecemasan telah menghadirkan nuansa emosi yang kurang menyenangkan.

Nah, ketika kita berniat shalat Subuh; mulai dari bangun tidur, lalu berwudhu sampai takbiratulihram dan diakhiri dengan salam, pada saat itulah kita dikondisikan untuk dapat mengendalikan produksi hormon dari “departemen malas” tersebut yang kadarnya meningkat tinggi pada waktu subuh hari. Itu artinya, dengan teratur melaksanakan shalat Subuh tepat waktu, kita telah memulai hari baru dengan semangat yang tentu berpengaruh terhadap tubuh secara menyeluruh.

Pengaruh itu akan tampak jelas setelah 1,5 atau 2 jam setelahnya, yaitu saat kita mulai melaksanakan rutinitas harian pada pagi hari. Tubuh kita berada dalam kondisi yang fit, baikdari segi fisik, pikiran, maupun psikologis sehingga akan memengaruhi kemampuan kerja dan tingkat produktivitas.

Hal ini akan lebih optimal kalau kita melakukannya dengan cara berjamaah di masjid, efeknya menjadi sangat luar biasa. Ketika kita mampu melaksanakannya secara rutin dan benar, sistem kebiasaan aktif kita pun akan berubah dengan menjadikan waktu Subuh sebagai acuan kerajinan, tolok ukur prestasi, dan produktivitas harian kita.*/Tauhid Nur Azhar, dari bukunya Mengapa Banyak Larangan? Hikmah dan Efek Pengharaman dalam Akidah, Ibadah, Akhlak, Serta Makan-Minum. [Tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doa subuhshalat subuh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Gaza Terancam Deportasi dari Prancis karena Tolak jadi Informan (2)
Tulisan selanjutnya Menteri Prancis Samakan Wanita Berjilbab dengan ‘Negro yang Dukung Perbudakan’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?