Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Bila Ibadah Hasilnya Cuma Capek

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 November 2020 16:34 4:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 November 2020 16:34
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com | IBADAH oleh sebagian besar umat Islam dianggap sebagai rutinitas saja. Tidak banyak yang menyadari bahwa di dalam ibadah itu terkandung nilai dan sumber kekuatan yang luar biasa. Padahal, mungkin telah cukup banyak waktu dan tenaga yang dicurahkan untuk ibadah.

Dapat dikatakan, sebagian besar ibadah kita belum menghasilkan apa-apa selain capek. Benarkah apa yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ. “Alangkah banyaknya orang yang melakukan shalat sedang mereka tidak memperoleh apa apa, kecuali sebatas kelelahan saja.”

Ketidak efektifan itu bukan hanya untuk shalatnya saja, tetapi juga untuk ibadah  yang lain. Puasa misalnya yang telah dilakukan secara rutin, setiap tahun selama sebulan penuh, terbukti belum berhasil memperbaiki akhlaq umat Islam. Masih saja terdapat laku kejahatan dan sikap ketidaktaatan. Malah begitu hari raya tiba, seolah  terhapus semua. Ibaratnya panas setahun dihapus hujan sehari. Puasa sebulan dihapus lebaran sehari.

Kondisi ini sangat menyedihkan, apalagi apabila diukur dengan prinsip-prinsip efisiensi sekarang. Tidak terlalu salah jika ada sebagian orang menuduh umat Islam biasa menghambur-hamburkan waktu hanya sekedar untuk sesuatu yang tidak perlu.

Sekalipun persepsi mereka salah karena menganggap rangkaian ibadah sebagai perilaku yang tidak produktif, tetapi bila dicocokkan dengan produkfitas umat Islam yang masih rendah, tentu tuduhan ini cukup beralasan. Bila sebelum dan setelah melakukan ibadah ternyata tidak ada perubahan apa-apa, apakah salah orang mengatakan percuma dengan segala macam ibadah itu? Kenyataan memang yang  malas tetap malas, yang culas tetap saja culas.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Kita syukuri akhir-akhir ini masalah ibadah menjadi perhatian lebih luas. Tidak sebatas pada diskusi dan seminar, tapi cukup marak dalam praktek keseharian. Setiap kantor, baik instansi pemerintah maupun swasta, bahkan di markas-markas TNI berdiri masjid dan mushalla. Jamaah masjid juga selalu penuh, utamanya pada shalat Dzuhur dan Ashar.

Ada pula kegairahan baru di kalangan umat Islam untuk menunaikan ibadah haji.  Bila dulu pejabat naik haji merasa malu, kini justru tumbuh rasa malu bila sudah menduduki jabatan tertentu belum juga menunaikan haji. Dari sisi ini, pantaslah disyukuri.

Di sisi  lain, ada yang patut disayangkan. Bahwa justru disaat itu nampak muncul berbagai laporan tentang tindak korupsi dan kalusi dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Bahkan sebuah majalah ekonomi asing menulis bahwa tingkat korupsi di Indonesia termasuk tertinggi di Asia dan bahkan di dunia. Biaya perusahaan untuk melayani “pesanan” pejabat tertentu, tak bisa diduga jumlahnya.

Meskipun mungkin kita tidak terlatu sepakat; tapi berita itu harus di terima dengan lapang dada. Mungkin memang itu sekadar provokasi, tetapi jangan menganggap hal demikian tak bisa terjadi. Bagaimanapun korupsi yang telah menjadi persoalan nasional dan  ini harus segera dipecahkan bersama.

Malu rasanya bila Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini dicap sebagai bangsa yang korup. Apalagi jika korupsi  dianggap sebagai bagian dari budaya bangsa.

Semestinya, peningkatan menjalankan ibadah di ikuti dengan kesadaran. Semakin intens seseorang menjalankan ibadah, semakin tinggi kesadaran moralnya. Buah dari ibadah adalah akhlaqul karimah. Orang yang berakhlaq tak mungkin melakukan korupsi, berkolusi, dan memanipulasi.

Bagaimana mungkin orang yang aqidahnya sudah baik, ibadahnya khusyu’, akhlaqnya terpuji sampai bisa berbuat kejahatan? Bagaimana mungkin dua sikap berlawanan ini bisa menyatu dalam diri seseorang? Tidak mungkin itu sudah pasti.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dituduh Mata-mata Koalisi Saudi, Pengadilan Pemberontak Al-Houthi Hukum 21 Orang
Tulisan selanjutnya Shalat Subuh dan Kesehatan Jasmani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?