Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Istighfar Ilmu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 September 2019 08:21 8:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2019 08:21
Bagikan
Tradisi beristighfar dan berdoa untuk penghapusan dosa di Bulan Ramadhan.
Bagikan

BERUNTUNGLAH orang yang menjumpai catatan amalannya istighfar (memohon ampun) yang banyak kepada Allah.

Kabar gembira sekaligus perintah ini disampaikan oleh Baginda Nabi Muhammad (semoga shalawat dan salam terindah tak putus mengalir untuknya) seperti diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Menggembirakan, karena cukup memperbanyak satu amalan saja sudah jadi jaminan kesuksesan. Sederhana. Tapi tak mudah dikerjakan. Itu sebabnya manusia mesti diperintah. Realitasnya, diperintah saja masih ada sebagian manusia yang lalai dari kewajiban tersebut.

Mengapa istighfar? Istighfar adalah kebutuhan pokok bagi manusia. Istighfar sama bahkan melebihi dari kebutuhan primer berupa makanan atau lainnya. Istighfar adalah terapi manjur bagi pribadi jujur. Cocok bagi pegiat ketaatan dan kebaikan. Apalagi mereka yang masih berkubang dengan dosa dan kemaksiatan. Disengaja atau tidak. Disadari atau bukan. Dikatakan jujur. Karena istighfar adalah pengakuan atas kesalahan yang dikerjakan dan ketulusan memohon syafaat atau ampunan Allah.

Istighfar juga obat untuk segala persoalan hidup yang mendera manusia. Ia bisa dibaca untuk mengundang hujan dari langit, menghentikan kemarau dan paceklik yang tak berkesudahan.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Istighfar bisa dipakai untuk mereka yang rindu dibuahi keturunan yang shaleh dan shalehah. Istighfar sangat cocok bagi mereka yang ingin diperbanyak harta dan kebun-kebun yang lebat. Kalimat ajaib ini juga sangat pas pula untuk menenangkan hati seseorang yang sedang gundah.

Cukup? Oh, belum wahai sahabatku. Masih ada selaksa lebih faidah dari permohonan ampun kepada Allah tersebut. Ibnu Taimiyah berkata dalam kumpulan fatwanya, seorang hamba butuh kepada istighfar siang dan malam. Bahkan sangat mendesak untuk senantiasa membasahi lidahnya dengan bacaan istighfar pada setiap ucapan dan keadaan. Dalam keadaan sendiri atau di hadapan banyak orang.

Baca: Nasihat Ilmu

Mengapa demikian? Menurut Syeikh al-Islam, istighfar mengandung maslahat yang sangat banyak, menghadirkan kebaikan dan mencegah keburukan. Seorang hamba melalui istighfar, bisa meminta tambahan kekuatan dalam amalan hati, fisik, keyakinan, dan keimanan. Hebatnya lagi, istighfar bukan melulu bicara keburukan atau dosa. Kebaikan pun butuh istighfar. Usai wudhu dan setelah shalat, orang itu masih diminta untuk beristighfar.

Di sini, tampak hubungan kuat antara ilmu dan istighfar. Bahwa meski berilmu tinggi, manusia tetap tak pernah sempurna. Semakin luas bacaan dan semakin dalam penghayatan, orang itu justru kian mendapati dirinya berliput kekurangan dan kecerobohan.

Istighfar adalah rambu yang menahan manusia dari sikap sombong dan bangga terhadap diri sendiri. Menyadarkan akan hakikat dirinya selaku hamba di hadapan Tuhannya. Sedang Tuhannya adalah Rabbul Alamin (Pencipta dan Pengatur alam semesta).

Diceritakan Abu Barzah al-Aslami, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkata di akhir majelis jika dirinya hendak berdiri meninggalkan majelis:

“Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik (artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu).

Lalu ada seseorang yang berkata: Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan satu perkataan yang tidak engkau ucapkan sebelumnya? Beliau menjawab, “Sebagai kafarah (penghapus) terhadap apa yang terjadi di majelis”.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, dan Ahmad).

Baca: Tenangnya Hati Karena Ingat Akhirat

Inilah hikmah mengapa manusia butuh memohon ampunan selalu. Sebab dalam urusan majelis ilmu pun ia tetap berhajat untuk istighfar. Kalau-kalau ada kekhilafan yang terlewatkan. Ibarat pelita, istighfar menjadi penerang hati dalam menerima ilmu. sebagaimana dengan istighfar pula, amal seseorang bisa lurus sesuai dengan cita-cita ilmu sebelumnya.

Sebagai teladan, mari merenungi kisah Nabi Ibrahim dan putranya Ismail yang masih saja tertunduk dalam munajatnya kepada Allah. Padahal mereka adalah manusia pilihan Allah dan sedang mengerjakan amalan terbesar dalam sejarah kehidupan.

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (Al-Baqarah [2]: 127).* Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ampunanampunan AllahilmuImanistighfartaubat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prof Sam Abede Pareno Ajak Mahasiswa Muslim Teladani Habibie
Tulisan selanjutnya Pimpinan MPR: Masjid Sarana Tingkatkan Kualitas Umat & Bangsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?