Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Pergunakan Usia Panjangmu dengan Amal Shalih (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Desember 2017 17:36 5:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Desember 2017 17:36
Bagikan
Menolong/ilustrasi.
Bagikan

ORANG yang taat kepada Allah menjadi senang dan gembira selama-lamanya. Semakin hari kesenangan dan kegembiraannya semakin bertambah. Sedangkan orang yang bermaksiat kepada Allah, dirundung susah dan duka. Kesusahan dan kedukaannya senantiasa bertambah sampai tidak ada batasnya. Maka ambillah pilihan amal untukmu yang dapat bermanfaat dan mengangkat derajatmu. Semoga Allah merahmatimu selama engkau berada di dunia ini. Karena kalau seandainya engkau telah meninggal, maka tidak ada lagi pilihan untukmu.

Bersegeralah dan jangan menunda-nunda waktu. Karena sesungguhnya menunda-nunda waktu itu tidak baik, sebab manusia akan dihadapkan dengan banyak musibah dan kesibukan. Rasulullah Shalallaahu `Alaihi Wasallam bersabda: “Pergunakanlah yang lima sebelum datang lima lainnya: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, dan masa hidupmu sebelum datang masa matimu.”

Dan Rasulullah juga bersabda: “Bersegeralah kamu mengerjakan amal perbuatan shalih sebelum engkau sibuk. Dan berdoalah di hadapan Tuhanmu dengan cara banyak mengingat-Nya.”

Rasulullah bersabda lagi: “Dua kenikmatan yang menyebabkan banyak manusia lalai karenanya, yakni kesehatan dan waktu luang.” Sehingga orang yang lalai adalah orang yang memiliki kesehatan dan keluangan waktu, tetapi diisi dengan pekerjaan-pekerjaan yang tak berguna. Atau digunakan untuk kesibukan-kesibukan duniawi yang melalaikan dirinya untuk mengingat Allah dan juga melalaikannya dari mengerjakan amal-amal shalih.

Sesungguhnya seseorang baru sadar bahwa dirinya termasuk lalai setelah kematian menjemputnya, yaitu saat ia melihat derajat-derajat tinggi telah luput dari perhatiannya. Kemudian berandai kalau sekiranya dulu menggunakan kesehatan dan keluangan waktunya tersebut, maka niscaya derajat-derajat tinggi itu dapat dia peroleh.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

`Ali bin Abi Thalib r.a berkata: “Manusia itu dalam keadaan tidur. Jika mati barulah mereka sadar.” Allah Ta’ala berfirman: “(Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan.” (QS At-Taghaabun [64]: 9). Ahli surga tidak pernah menyesal karena waktu yang mereka lalui digunakan untuk berdzikir pada Allah. Itu karena mereka tahu betapa berharganya waktu yang luang, dan waktu itu dapat digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan kenikmatan.

Adapun orang yang menggunakan kesehatan dan waktu luangnya untuk bermaksiat pada Allah dan membuat-Nya murka, maka orang itu merugi dan dibenci oleh Allah. Sesungguhnya dia orang yang lalai, yang menggunakan kesehatan dan waktu luangnya untuk pekerjaan kurang bermanfaat.

Pahamilah firman Allah berikut ini: “Dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (QS An-Nisaa’ [4]: 95).

Rasulullah bersabda: “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki keutarnaan.” Bersungguh-sungguhlah mengerjakan hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah patah semangat.

Kalau kamu tertimpa suatu perkara yang tidak disukai, maka katakanlah: “Allah telah menentukan segala sesuatu. Apa yang Dia kehendaki maka akan Dia laksanakan.” Jauhilah menggunakan kata “kalau”, sesungguhnya kata itu membuka peluang perbuatan setan. Karena sesungguhnya kata “kalau” sering diucapkan oleh orang-orang yang lemah dan patah semangat. Dia tidak mempedulikan urusan-urusan yang baik saat dia mampu mengerjakannya lantaran kurang semangat dan malas.

Rasulullah telah bersabda: “Kewaspadaan (terlalu hati-hati sehingga sampai tidak terlaksana) itu tidak bermanfaat bagi orang yang mampu (mengerjakannya).” Renungilah hal itu dan perhatikanlah dengan baik-baik. Karena di dalamnya ada pengertian yang luas dan mengandung pengetahuan yang banyak. Hanya kepada Allah terjadinya akibat segala urusan.*Syaikh ‘Abdullah bin ‘Alawi Al Haddad, dikutip dari bukunya Pancaran Iman Seorang Muslim.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amal shalihkegiatan bermanfaatpanjang umur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pergunakan Usia Panjangmu dengan Amal Shalih (1)
Tulisan selanjutnya Dokter Dewi Inong: LGBT Beresiko Tertinggi Tertular IMS dan HIV/AIDS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?