Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Ridha Kepada Allah (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Juli 2016 20:48 8:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juli 2016 20:48
Bagikan
Bagikan

PERBEDAAN antara sabar dan ridha, bahwa sabar adalah menerima keputusan Tuhan dengan disertai perasaan menderita. Hanya saja, seorang mukmin yang sabar akan menanggung penderitaan tersebut karena Allah.

Adapun Ridha adalah menerima keputusan Tuhan tanpa adanya perasaan menderita, bahkan terkadang disertai perasaan bahagia.

Ridha lebih agung dari surga, sebagaimana firman Allah, “Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga `Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar. Itu adalah keberuntungan yang besar.” (At-Taubah: 72)

Ibnu Abi Ad-Dunya pernah berkata, “Ikutilah kehendak takdir, kemana pun ia pergi, niscaya itu akan membuat hati Anda lebih lapang dan bisa mengurangi ambisi.”

Ibnul Qayyim juga pernah berkata, “Aku pernah mimpi melihat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Aku kemudian menyebutkan salah satu amalan hati –aku sendiri tak mengingatnya secara persis apa jenis amal tersebut– yang sangat aku agungkan dan aku ambil manfaatnya. Beliau kemudian berkata, “Adapun aku, maka cara yang akan aku tempuh adalah berbahagia dengan (keputusan) Allah.” Atau ia berkata dengan redaksi lain yang semakna dengan itu. Begitulah beliau selama hidupnya.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Ada orang yang bertanya kepada Yahya bin Muadz, “Kapan seorang hamba bisa meraih tingkatan ridha?”

Dia menjawab, “Jika ia telah menetapi empat perkara dalam berhubungan dengan Tuhannya. Yaitu ketika ia berkata, “Jika Engkau memberikan karunia maka aku akan menerimanya, jika Engkau menghalangiku maka aku akan merelakannya, jika Engkau meninggalkanku maka aku akan menyembah-Mu, dan jika Engkau memanggilku maka aku akan memenuhi panggilan-Mu itu.”

Bagaimana cara untuk meraih tingkatan ridha?

1. Ridha kepada Allah sebagai Rabb, yaitu ridha dengan pengaturan-Nya, tawakal kepada-Nya, serta memohon pertolongan kepada-Nya.
2. Ridha kepada Allah sebagai Ilah, yaitu ridha dengan mencintai-Nya, takut kepada-Nya, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya.
3. Ridha dengan Nabi-Nya, yaitu dengan cara mengikutinya, tunduk kepadanya, dan mencintainya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri.
4. Ridha dengan agama-Nya, yaitu ridha dengan hukum-hukum dan syariat yang telah ditetapkan agama serta tunduk kepadanya meskipun harus bertentangan dengan hawa nafsunya.

Allah berfirman, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100)*/Syaikh Khalid Sayyid Rusyah, dari bukunya Nikmatnya Beribadah.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AllahRidha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ridha Kepada Allah (1)
Tulisan selanjutnya Setelah Melarang Hijab, Bosnia Kini Melarang Wanitanya Menikahi Orang Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?