Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Bersikap Sabar Saat Menghadapi Ujian (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Januari 2018 14:19 2:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Januari 2018 14:19
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SAHABATKU, betapa pentingnya kesabaran dalam hidup kita. Sampai-sampai seorang sahabat pernah bertanya, “Ya Rasulullah, amal apakah yang paling utama?” Maka beliau menjawab, “Jangan marah!” Dan jawaban itu beliau ulangi hingga tiga kali.

Iblis berkata, “Tiga perempat yang paling membantu usahaku ialah sifat marah. Sebab apabila orang sudah marah, ia dapat aku bolak-balikkan, sebagaimana anak-anak membolak- balikkan bola.”

Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Apakah yang kamu anggap sebagai orang yang kuat bergulat?” Para sahabat menjawab, “Yaitu orang yang tidak dikalahkan oleh orang lain dalam pergulatan.” Rasulullah kemudian bersabda, “Bukan itu, yang disebut orang yang kuat bergulat ialah orang yang dapat menahan hatinya di waktu marah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Suatu peristiwa ada seorang muda pergi mengendarai mobil. Di tengah jalan ternyata ban mobilnya kempes. Kemudian dengan marah-marah, ia mencari tukang tambal ban. Setelah ban selesai ditambal, ujian belum berhenti sampai di situ. Di perempatan jalan, ia hampir menabrak sebuah gerobak sayur. Lantas saja mulutnya berkomat-kamit membaca mantra, mengeluarkan kata-kata cacian kepada si pendorong gerobak tersebut.

Ujian lainnya datang menghadang. Kali ini mobilnya terjebak macet. Lagi-lagi, kemarahan meledak pada diri orang muda ini. Setiap yang dilihatnya dicaci, setiap yang menghalangi dimaki. Baru setelah kurang lebih satu jam lamanya, mobilnya terlepas dari jebakan macet.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Sahabatku, betapa sesungguhnya orang muda tadi telah mengalami banyak kerugian. Pada saat ban kempes, tidak perlu disikapi dengan kemarahan. Sebab, kemarahannya tidak akan mengubah keadaan, tidak akan membuat bannya batal menjadi kempes. Tetapi, berbeda dengan orang yang sabar. Dia akan menyikapi kempesnya ban dengan hal yang sama, yaitu mencari tukang tambal ban. Hanya bedanya, yang satu mencari dengan kemarahan, yang satu lagi mencari dengan kesabaran. Ban boleh kempes, tapi hati jangan ikut-ikutan kempes.

Ketika hampir menabrak gerobak sayur juga bisa disikapi dengan sabar. Toh tabrakan tersebut tidak terjadi, untuk apa kita menyiksa diri dengan kemarahan? Kalau pun tabrakan itu terjadi, juga tidak perlu disikapi dengan kemarahan. Ketika marah menabrak dan ketika tidak marah pun menabrak. Maka, lebih baik tidak marah dan nabrak, daripada marah dan nabrak. Tetapi lebih baik lagi adalah tidak nabrak dan tidak marah.

Terakhir, cara menyikapi kemacetan dengan kesabaran pun sama ilmunya. Jalan tidak akan jadi lancar, ketika kita mencaci maki orang lain, dan tidak akan membuat mobil kita terbebas dari kemacetan. Jalanan boleh macet, tapi hati kita harus tetap lancar menjalankan kesabaran.

Ada pepatah yang sangat bagus,

“Barangsiapa yang tidak bisa marah, dia adalah orang yang bodoh. Tapi barangsiapa yang tidak mau marah, dia adalah orang yang bijaksana.”

Marah itu perlu, agar kita bisa membela diri kita dari perbuatan orang lain yang menyulitkan kita. Tetapi pertanyaannya adalah, apakah dengan kita marah itu menjadi solusi, menjadi menyelesaikan masalah, ataukah malahan semakin membuat masalah bertambah rumit?

Rasul, manusia yang mulia, tidak pernah marah. Tetapi sekali marah, marahnya menjadi solusi bagi para sahabatnya. Ketika Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam membagikan harta rampasan perang (ghanimah) kepada kaum Muslimin, ada sebagian sahabat yang mengeluh dan kecewa dengan keputusan ini. Maka, Rasulullah menyampaikan kemarahan yang menjadi solusi, “Kalau bukan Allah dan Rasul-Nya yang kamu anggap adil, lalu siapa lagi yang adil?” Ternyata marahnya Rasul lewat kata-kata yang demikian tidak menimbulkan masalah baru, melainkan menimbulkan kesadaran di antara para sahabatnya bahwa hanya Allah dan Rasul-Nya yang adil.

Bahkan mengenai marah, Rasululah bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian marah, maka hendaklah ia diam.” Diam pada saat marah ini adalah untuk menghindari keluarnya kata-kata celaan kepada orang lain. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengucapkan kata-kata yang baik atau diam!” (HR Bukhari dan Muslim).

Demikianlah ujian itu senantiasa menghiasi perjalanan kehidupan kita, senantiasa hadir untuk mencobai iman kita.

Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya bagi tiap umat ada ujian, dan ujian untuk umatku adalah harta. Aku tidak meninggalkan cobaan (ujian) setelahku yang lebih berbahaya bagi pria daripada godaan wanita. Barangsiapa dikehendaki oleb Allah untuk mendapat kebaikan, maka dia akan diuji. Barangsiapa diberi nikmat oleh Allah lalu ia bersyukur, diuji dengan cobaan lalu dia bersabar, dan berbuat salah lalu ia memohon ampun, maka dia akan masuk surga dari pintu manapun yang dia kehendaki.”

Sahabatku, orang berakal memiliki tiga ciri, yaitu memanfaatkan dunia untuk akhirat, tabah menghadapi kebencian, dan sabar menghadapi cobaan.

Jadi sabar itu ada tiga bagiannya, pertama, sabar dalam kegembiraan. Kedua, sabar dalam kesedihan, dan ketiga, sabar dalam ketaatan kepada Allah. Barangsiapa yang bersabar dalam menghadapi cobaan, maka ia akan merasakan manisnya iman.*/H.M Komarudin Chalil, dari bukunya Beranda Bahagia.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersikap sabarujian kebahagiaanujian kesedihan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bersikap Sabar Saat Menghadapi Ujian (1)
Tulisan selanjutnya AS Bentuk Pasukan Kurdi Perbatasan, Turki: Kita Akan Hancurkan Setiap Ancaman!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?