Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Kesedihan dan Kemarahan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Februari 2016 11:16 11:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Februari 2016 11:16
Bagikan
Bagikan

PARA ulama menyatakan bahwa kesedihan adalah kemurkaan yang tak dapat Anda lampiaskan kepada orang yang lebih kuat daripada Anda, sedangkan kemarahan adalah kemurkaan kepada orang yang lebih lemah.

Di dalam kemarahan terdapat unsur kekuatan dan pemaksaan, sehingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun dikatakan bersifat marah dengan kemarahan yang layak bagi keagungan-Nya. Sedangkan kesedihan menunjukkan ketidakpuasan dan kekecewaan, dan merupakan tanda ketidakmampuan. Karena itu, ia tidak disifatkan kepada Allah.

Allah menyatukan keduanya dalam firman-Nya, “Tatkala Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih.” (al-A’raf: 150). Beliau marah karena ketidakpatuhan kaumnya terhadap perintah Allah dan bersedih karena kekuasaan yang tidak dimilikinya.

Al-Mutanabbi berkata kepada Saif ad-Daulah:

Semoga Tuhan mengampuni kesedihanmu itu
Karena kesedihan adalah saudara kandung kemarahan

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Di sini dia memohon agar Tuhan mengampuni kesedihan Saif ad-Daulah, karena kesedihan sama dengan kemarahan.

Kesedihan dinafikan dari Allah oleh syari’at dan dilarang keras terhadap Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam. Tentu saja beliau terkadang merasakannya, tetapi jika ia datang, ia menjadi penebus dosa, sebagaimana dijelaskan hadits, “Allah menjadikan setiap kegelisahan, kecemasan, kesedihan, kelelahan, keletihan, bahkan duri yang menggores seorang Mukmin, sebagai penebus dosa-dosa mereka.” (Al-Bukhari, Muslim).

Kemarahan ada yang terpuji dan ada yang tercela. Yang terpuji adalah yang disebabkan oleh kecintaan pada agama, pembelaan terhadap kehormatannya, serta penolakan terhadap kemungkaran. Dalam hadits shahih disebutkan tiga kali, “Janganlah kamu marah.” (al-Bukhari, Ahmad, at-Tirmidzi)

Di dalam Al-Qur’an disebutkan, “Pada saat mereka membuat Kami murka, Kami pun menghukum mereka.” (az-Zukhruf: 55). Murka sama dengan marah. Tapi, ada yang mengatakan: murka adalah puncak kemarahan, terkadang ia juga puncak kesedihan. Nabi Ya’qub berkata, “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah orang yang menahan marah terhadap anak-anaknya.” (Yusuf: 84)

Rasulullah melarang kesedihan, karena ia tidak dapat mengembalikan apa yang hilang, tidak mendatangkan apa yang telah lewat, tapi malah melemahkan jiwa dan menghalanginya dari ibadah kepada Tuhan. Ibnu al-Qayyim membantah al-Harawi yang menjadikan kesedihan sebagai salah satu ‘stasiun’ orang-orang yang menempuh perjalanan spiritual menuju Allah.

Hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah selalu bersedih, adalah hadits yang tidak shahih. Beliau selalu bergembira dan berlapang dada, sebagai anugerah Allah bagi beliau, sebagaimana firman-Nya, “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu.” (Alam Nasyrah: 1)

Kemarahan Nabi Muhammad adalah demi Allah, bukan demi dirinya, karena beliau telah melapangkan orang yang menyerobot hak-haknya dan memaafkan orang yang menyakitinya. Beliau memaafkan dan melupakan, tapi beliau akan marah demi hukum-hukum dan kehormatan-kehormatan Allah.

Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada beliau, keluarganya, dan sahabat-sahabatnya.*/Dr. Aidh ‘Abdullah al-Qarni, dari bukunya Silakan Terpesona.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kemarahankesedihan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wawali Kota dan Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Turut Tolak Promosi LGBT
Tulisan selanjutnya Turki dan Jerman Ingin Melawan Penyelundupan Migran Bersama-Sama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?