Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Emas dan Perang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Maret 2014 09:02 9:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Maret 2014 09:02
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

DALAM hubungan sebab – akibat antara emas dan perang, emas bisa menjadi keduanya. Emas bisa menjadi penyebab perang, dan juga sebaliknya emas bisa menjadi akibat perang. Emas yang menjadi sebab perang yang masih terjadi hingga kini antara lain adalah di Afganistan. Menurut laporannya Global Research Canada, Amerika dan NATO memerangi Afganistan bukan karena alasan yang selama ini diberitakan sebagai upaya memerangi terorisme. Tetapi dibalik itu adalah apa yang mereka sebut profit driven – resources war.

Afganistan ternyata sangat kaya dengan sumber daya alam berupa minyak, gas, mineral dan juga tentu emas. Tidak heran mereka bersedia membiayai perang dengan dana milyaran Dollar, karena dibalik itu mereka mengincar sumber daya alam yang nilainya trilyunan Dollar.  Maka itulah disebut profit driven – resources war, perang yang dilandasi motif keuntungan dari sumber daya alam.

Emas yang menjadi akibat perang adalah kenaikan harga emas yang meroket di masa perang yang  terjadi karena dua hal utama. Pertama karena ketidak pastian yang ditimbulkan oleh perang membuat orang mencari penyelamat untuk aset-asetnya, emas menjadi perburuan karena ukurannya yang kecil mudah disembunyikan dan mudah dijual kapanpun dan dimanapun.

Kedua karena jumlah dana besar yang dibutuhkan oleh pemerintah yang membiayai perang, maka cara yang paling mudah adalah dengan mencetak uang. Supply uang melonjak – yang kemudian berdampak pada inflasi yang sangat tinggi.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Contoh klasiknya adalah supply uang yang melonjak 40 kali di Amerika di masa perang sipil. Akibatnya harga-harga mengalami inflasi ribuan persen seperti dalam grafik di bawah. Dalam situasi seperti ini tidak ada lindung nilai yang lebih efektif ketimbang emas.

Supply Uang di Masa Perang

Di era informasi seperti saat ini, perang bisa disaksikan live dari tempat dan pada saat kejadiannya. Seperti ketegangan ancaman perang di Ukraina hari-hari ini, maka tidak mengherankan bila krisis di Ukraina ini bisa berdampak sangat luas pada ekonomi Global termasuk di antaranya fluktuasi harga emas akhir-akhir ini.

Ternyata bukan hanya krisis di negara besar seperti Amerika dan China saja yang bisa menggoyang stabilitas ekonomi global. Krisis di negara kecil yang selama ini tidak diperhitungkan-pun ternyata bisa berdampak yang kurang lebih sama. Mengapa demikian?

Ya karena hubungan sebab dan akibat tersebut di atas. Letak Ukraina yang menghubungkan Rusia dengan Eropa membuat krisis di negeri itu bisa menggoncang ekonomi Eropa. Rusia men-supply 25 % kebutuhan gas Eropa dan separuh di antaranya dialirkan melalui Ukraina, maka bisa dibayangkan kepanikan Eropa dan negeri-negeri barat pada umumnya dengan apa yang terjadi di negeri kecil ini.

Belum kejadian yang sesungguhnya tetapi baru kekhawatiran saja sudah cukup untuk menggoncang pasar, apalagi bila bener-bener terjadi perang di negeri itu.

Dalam ketidak pastian inilah emas kembali menjadi safe-haven, tempat berlabuh untuk mempertahankan nilai. Namun karena kepanikan pasar itu terjadinya serentak – mayoritas orang bereaksi panik pada saat yang bersamaan – maka yang terjadi adalah apa yang disebut Tragedy of the Commons. Langkah baik yang dilakukan seseorang – seperti mengamankan assetnya dengan emas ini, menjadi tidak baik bila dilakukan serentak oleh sejumlah orang dalam waktu yang bersamaan – karena semuanya akan membayar dengan harga yang tinggi.

Maka yang terbaik dalam mengamankan asset Anda adalah bukan ketika orang ramai-ramai melakukannya, tetapi justru ketika orang ramai-ramai (masih ) melupakannya. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:emas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Beri Beasiswa Lulusan Aliyah Kuliah di Luar Negeri
Tulisan selanjutnya Siksa TKI di Malaysia Fong Kong Meng dan Istri Divonis Hukuman Gantung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?