Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Jalan Yang Lurus..

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 April 2012 10:05 10:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 April 2012 10:05
Bagikan
Bagikan

oleh: Muhaimin Iqbal

DALAM 24 jam minimal 17 kali sehari kita minta ditunjuki jalan yang lurus, bahkan bisa lebih dari dua kalinya bila kita juga melanggengkan shalat sunat. Tetapi pernahkan kita berfikir seberapa penting jalan yang lurus ini sehingga begitu banyak perlu kita minta? Tanpa sadar ternyata begitu banyak jalan bengkok atau jalan melenceng telah kita tempuh sejak kecil, bahkan sampai tua-pun begitu mudah jalan-jalan melenceng membelokkan perjalanan kita.

Kalau pingin tahu dimana jalan melenceng ini mulai membelokkan arah kita, Anda bisa membaca buku-buku pelajaran anak-anak sekolah dasar di tempat Anda. Dengan mudah Anda akan jumpai pelajaran yang menganggap semua agama sama, bagaimana anak kita bisa yakin dengan agamanya bila semua agama dianggap sama ?. Bagaimana bisa tumbuh iman dengan pelajaran seperti ini?

Di ibukota negeri ini dan dijaman modern ini bahkan di sekolah dasarnya ada pelajaran untuk menghafalkan upacara kembang 7 rupa, dan pelajaran lain yang berbau kurofat. Bagaimana kita bisa selamat dari takhayul, khurofat dan sejenisnya bila justru di usia dini kita belajar yang demikian?

Di tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi penyimpangan itu bentuknya lain lagi. Kita belajar demokrasi dalam segala hal, tidak penting lagi mana yang benar dan mana yang salah karena yang paling banyak pendukung itulah yang dianggap benar. Mungkin karena inipula maka korupsi untuk money politics dan sejenisnya seolah menjadi halal (karena telah menjadi mahar !), ya karena itu tadi kalau mayoritas melakukannya (menyetujuinya) – maka inilah yang benar menurut alam demokrasi.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Di sekolah dan perguruan tinggi, kita belajar ekonomi kapitalisme dan ekonomi ribawi, bahkan nyaris tidak ada pelajaran untuk bagaimana bermuamalah yang syar’i. Saya terkejut bukan kepalang ketika suatu saat diundang untuk bicara di forum dekan dari perguruan-perguruan tinggi yang memiliki fakultas ekonomi dari suatu organisasi masa Islam yang sangat besar. Bayangan saya selama ini ekonomi Islam-lah yang mereka ajarkan kepada para mahasiswanya. Ternyata tidak – sami mawon (sama saja, red) yang mereka ajarkan, mereka baru berniat untuk mengajarkan ekonomi Islam.

Kemudian keterkejutan saya bertambah-tambah, ketika suatu hari ada kunjungan dosen eknomi dari perguruan tinggi Islam yang dulu tempatnya mengkader para ulama – dengan naïve nya saya membayangkan sedang ketamuan ahli ekonomi Islam. Ternyata tidak juga, sang dosen malah bercerita bahwa ekonomi yang dia ajarkan masih yang konvensional – kapitalisme dan ribawi. Ekonomi Islam baru diajarkan di fakultas lain yang memang dikhususkan untuk itu.

Dengan gambaran itu semua, maka saya tidak heran lagi mengapa di negeri yang mayoritas muslim ini – fatwa ulamanya tentang bunga bank riba nyaris tidak digubris oleh masyarakatnya.

Penyimpangan berikutnya yang sangat dasyat sekarang adalah ketika tokoh-tokoh – yang seharusnya menjadi panutan – negeri ini berpolitik. Saling sikut, saling fitnah, saling sandera kepentingan seolah menjadi panglima di negeri ini. Ongkos politik menjadi sangat mahal, saya bahkan mengenal secara pribadi beberapa teman yang menjadi bangkrut gara-gara tidak terpilih menjadi aleg, menjadi bupati, menjadi gubernur dlsb.

Kenapa mereka bangkrut ketika tidak terpilih? Mengapa kalau terpilih mereka tidak bangkrut tetapi malah pada kaya raya? Gaji-nya kah yang dipakai untuk membayar ongkos pemilihannya ?. Oh tidak, gajinya malah nyaris tidak disentuh – tetapi jalan lainlah yang membuatnya mampu me-recover secara berlebih ongkos pemilihannya – ini sudah menjadi rahasia umum di masyarakat. Jalan lain inilah jalan yang menyimpang, yang seolah-olah menjadi jalan tol untuk peningkatan strata sosial secara cepat bagi para penempuhnya.

Daftar jalan menyimpang ini terus bertambah panjang untuk kita yang menjadi pegawai maupun kita yang menjadi entrepreneur. Setan berdiri di setiap simpang jalan, mengarahkan kita pada jalannya yang seolah menjadi jalan tol untuk sampai ke tujuan kita. Setan-setan ini-pun mem-blokade jalan lurus kita dengan kawat-kawat berduri – sehingga seolah kita tidak akan mampu melaluinya.

Itulah perlunya kita minta ditunjukiNya jalan yang lurus minimal 17 kali sehari. Agar jalan lurus itu tetap nampak di mata kita, agar tetap bisa kita lalui dengan aman, agar setan tidak memalingkan muka kita ke jalan sesatnya.

Tetapi bagaimana dijaman seperti ini kita bisa ‘mengaman’-kan jalan lurus ini selain melalui do’a-do’a kita yang tidak mengenal lelah ?. Kita harus mulai membentinginya sejak pertama kali setan berdiri di persimpangan jalan kita. Kita harus kawal perjalanan kita dan anak-anak kita dengan upaya nyata.

Untuk anak-anak dan cucu-cucu kita, kita harus mulai bisa membangun pendidikan yang berbasis iman. Kemudian untuk kita sendiri para orang tua, kita juga harus bisa mulai memberi contoh kearah mana generasi yang akan datang kita bawa, dalam bermasyarakat, dalam bermuamalah dan dalam berbagai aspek kehidupan lainnya.

Kita tidak boleh lelah dalam menyingkirkan pagar kawat berduri yang ditaruh setan-setan di jalan kita. Kita tidak boleh lelah untuk membangun jama’ah yang saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ ﴿٦

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ﴿٧

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepanaya; bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.” (QS: Al Fatihah:6). Amin.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ibu dan Anak, Inspirasi Album Terbaru Maher Zain
Tulisan selanjutnya Saudi Tertarik Kerjasama dengan Muhammadiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?