Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Salam dari Salim

Daulah Shalihiyah di Gerbang Surga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 April 2016 22:33 10:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 April 2016 22:33
Bagikan
Tim peneliti CISAH menemukan sejumlah makam yang diyahini sebagai tokoh dari Persia di kawasan Samudra Pasai
Bagikan

 

oleh: Salim A Fillah

 

KETIKA pelajaran sejarah kita dulu merujuk pada teori Prof. Christiaan Snouck Hurgronje yang menyimpulkan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 dengan dalil adanya beberapa artefak dan dokumen tentang Kesultanan Samudera Pasai, kita sudah bertanya, “Hebat dan ajaib ya? Baru masuk langsung bisa mendirikan Kerajaan?”

Untunglah teori yang mengerdilkan dan mengakhirkan keislaman jazirah yang pernah disebut sepotong surga nan jatuh ke bumi itu cepat tersanggah dan runtuh.

Baca Juga

Sang Pangeran, Wine, dan Perempuan
Ibu dan Buku
Salafi
Bersama di Jalan-Nya
Gubernur

Sesudah Buya HAMKA, tabik amat besar di masa ini kita haturkan pada Tgk. Taqiyuddin Muhammad, seorang putra Aceh yang setelah menamatkan pelajarannya di Al Azhar memilih bertungkus lumus memesrai artefak dan menelisik ideofak Kesultanan Islam pionir di Nusantara. Karya tulisnya yang menawan, “Daulah Shalihiyyah di Sumatera: Ke Arah Penyusunan Kerangka Baru Historiografi Samudera Pasai“, menggambarkan penguasaannya yang mendalam akan buku-buku babon tarikh dunia Islam, ketelitian serta ketekunannya menggali dan mengungkap inskripsi-inskripsi primer, juga keterampilannya merangkai narasi sejarah yang mudah difahami, hingga memilahnya dari mitos dan legenda yang sarat kepentingan.

Dalam berbagai dokumen antara abad XIV-XVI daerah ini telah disebut Sumathrah, Syummuthrah, atau Syummathrah. Sementara nama Pasai, dimungkinkan telah menjadi nama satu negeri pra-Islam yang menempati pengaliran Krueng Pase’.

Ibn Baththuthah dalam Tuhfatun Nazhar fi Gharaibil Amshar wa ‘Ajaibil Asfar menyatakan bahwa ketika dia berada di Sumathrah, jazirah yang disebutnya Jawah atau Jabah telah ‘tampak menghijau berseri dalam setengah hari perjalanan’. Apa yang disebut Jawah oleh para ahli geografi Arab pada masa itu tentulah mewakili Nusantara Raya, dengan yang disebut kebudayaan Jawiy nantinya bertumbuh menjadi kebudayaan Melayu yang hingga kini masih menyebut tulisan berbahasa Melayu dalam aksara Arab sebagai ‘tulisan Jawi’.

Tgk. Taqiyyuddin Muhammad banyak mengajukan bukti eratnya hubungan Daulah Shalihiyah ini dengan wilayah Persia Pra-Syi’ah Shafawi. Di antaranya nisan-nisan yang diawali dengan gelaran indah, “As Sa’id Asy Syahid Mahbub Qulub Al Khalaiq” yang bermakna, “Yang Berbahagia lagi Mencapai Syahid, Yang Tercinta di Hati-hati Para Makhluq.” Nama yang tertera antara lain; Ibnu Khaddajih dan Nur Khatun Umar. Khaddajih adalah Syaikh dalam Bahasa Persia, sedanf Khatun ada dalam bahasa Persia maupun Turki dalam arti “Puan”. Ada pula Na’ina Husamuddin yang di nisannya terukir bait syair milik Syadi Asy Syairazi. Ada pula tokoh yang dilaporkan Ibn Baththuthah; Al Qadhi Amir Asy Syairazi dan Tajuddin Al Ashbahany serta para ‘ulama yang bergelar Khawajah.

Gelar yang dipakai para penguasa Samudera-Pasai, “Malik” sebagaimana Malikush Shalih dan Malikuzh Zhahir mengingatkan kita dengan penguasa sezaman mereka yang juga menggunakan gelar ini, seperti Al Malik Al ‘Adil dan Al Malik Al Kamil dari Daulah Ayyubiyah (1171-1341).

Snouck Hurgronje

Betapa luar biasa Daulah yang memerintah sekira dua setengah abad ini; hingga kita akan menemukan banyak referensi bahwa para penyebar Islam di Jawa menjadikan Samudera Pasai sebagai tempat belajar utama atau setidaknya tempat transit utama yang sembari menunggu angin baik ke Tanah Suci, mereka belajar kepada para ‘ulama di sini.

Di sisi makam Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati, sebuah nisan memuat nama yang familiar dengan sejarah Jayakarta; Tubagus Pasai Fathullah. Satu versi kisah menyebut, sang pembebas Sunda Kelapa dari ancaman bangsa Prenggi (Franji) Portugis itu, Fatahillah, adalah menantu Sang Wali yang berasal dari Samudera-Pasai.

Rahimahumullah, dan semoga Allah berkahi ahli negeri pewaris para Sultan Daulah Shalihiyah ini. Samudera Pasai; gerbang ke timur menuju jazirah sepotong surga yang jatuh ke bumi, sekaligus gerbang ke barat untuk menunaikan haji nan mabrur, yang tiada balasan baginya selain surga.*

Dari twitter Salim A Fillah.  @salimafillah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:profesorsamudra Pasaisurga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perang MOHACS, Tawakkal dan Trauma Barat
Tulisan selanjutnya Keluarga Tampik Isu Soal Abubakar Baasyir Meninggal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Salam dari Salim

Ayah dan Ibu Kekasihku

5 Agustus 2016 08:20
Salam dari Salim

Menari di Atas Batas

3 Juli 2016 11:11
Salam dari Salim

Pelik Ceri dan KEBUN yang Serba Mengerti

26 Mei 2016 08:20
Salam dari Salim

Kemana Ilmu Membawa Kita?

19 Mei 2016 08:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?