Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Lensa

Lihat Baik-baik dengan Mata (Hati)

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2015 05:42 5:42 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 22 Oktober 2015 05:42
Bagikan
Foto ini ditampilkan apa adanya.
Bagikan

TEBAK, ini gambar apa? Jika belum tahu, perhatikan baik-baik! Apa yang Anda lihat?

Ya, seperti itulah yang dirasakan warga Desa Anjir Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah sehari-hari. Kabut Asap!

Foto tersebut diambil oleh Sujarwanto (27), salah seorang warga Desa Anjir, pada Rabu (21/10/2015) sekitar pukul 07.43 WITA. Foto yang dijepret dengan kamera handphone itu menggambarkan kondisi di kampungnya, sekitar Jalan UPT, yang dipenuhi kabut.

Foto ditampilkan apa adanya, tanpa diedit kecuali penyesuaian ukuran gambar.

Kepada hidayatullah.com, Sujarwanto mengaku, jarak pandang di tempat tinggalnya sangat terbatas. “Kalau ada motor yang nyalain lampunya, 30 meter baru kelihatan. Kalau benda biasa ya kurang dari jarak itu (baru terlihat),” ujar ustadz sebuah pesantren di Anjir ini.

Baca Juga

[Berita Foto] Lesunya Pasar Tradisional, Dorong UMKM Optimalkan Penjualan Online melalui Shopee
[Foto] Selalu Terdepan Wujudkan Rumah Impian
Melihat dari Dekat Pembangkit Listrik Biogas Gamping
Layanan TIKI Jangkau hingga Pelosok Negeri
Pengusaha Reptil Sukses Bersama TIKI

Ia berututur, sudah lebih dari sebulan ini Pulang Pisau terdampak bencana asap. Kondisi udara pun kadang cerah, kadang berkabut tipis, kadang berkabut tebal.

“Saat cerah itulah terjadi kebakaran lagi, dan esoknya bisa dipastikan kabut asap lagi. Cuma (kabut) tebal seperti di foto itu biasanya terjadi kalau 2-3 hari sebelumnya ada kebakaran hebat,” ujarnya.

Pemadaman kebakaran di Desa Anjir beberapa waktu lalu. [Foto: Sujarwanto]
Pemadaman kebakaran di Desa Anjir beberapa waktu lalu. [Foto: Sujarwanto]
Akibat kabut asap itu, aktifitas di pondoknya banyak yang terhenti. Sebab para penghuni pesantren harus mengurung diri dalam ruangan. Apalagi asap itu, kata dia, bercampur debu kasar.

“Karena bukan hanya pohon dan rumput liar yang terbakar, tapi tanahnya juga terbakar,” ujarnya.

Kini warga Anjir dan sekitarnya terpaksa mengenakan masker, termasuk Sujarwanto, beserta istri dan dua anaknya berusia 7 dan 4 tahun.

“Ini di dalam rumah aja pakai masker,” ujar pria lulusan MA RM Putra Balikpapan, Kalimantan Timur ini.

Meski demikian, dia menganggap, bencana tersebut sebagai ujian bagi bangsa ini.

“Umat Islam perbanyak istighfar. Masyarakat instrospeksi, jangan hanya untuk keperluan perut sendiri sehingga mengorbankan nasib banyak orang,” ujarnya mengeluh.

Untuk para pembakar lahan, ia berharap agar aparat menindak tegas mereka jika terbukti melanggar. Pemerintah pun dia harapkan menggelar shalat istisqo’.

“Untuk pemerintah, kalau belum dilaksanakan istisqo’, tolong instruksikan pada seluruh warga Indonesia untuk (shalat) istisqo’. Sebagai bentuk ketidakberdayaan kita dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya menitip pesan melalui hidayatullah.com.

Sujarwanto (kiri) bersama dua anaknya.
Sujarwanto (kiri) bersama dua anaknya.

Rasa-rasanya, dipesankan atau tidak, segenap bangsa ini sepatutnya memang segera menggelar shalat meminta hujan secara berkelanjutan. Pun, tampaknya, pemerintah mesti bertindak lebih cepat dan lebih nyata lagi dalam menuntaskan problem ini.

Sebab, jika bencana kabut asap bertahan lebih lama (semoga tidak), bukan tak mungkin rakyat tak lagi bisa berbuat apa-apa selain sebatas berdoa.

Atau bisa jadi, warga Anjir seperti Sujarwanto, jika kelamaan diselubungi kabut, tak lagi dapat melanjutkan proyek pembangunan mushallanya.

Anda tentu mungkin belum tahu, apa pemandangan normal pada foto headline berita ini? Dalam keadaan tanpa kabut tebal, di situ, kata Sujarwanto, terlihat sebuah lokasi pembangunan mushalla yang sedang dikerjakan pesantrennya.

“(Di foto) itu tampak ada tiang cor-coran yang samar-samar, di belakangnya ada hutan karet,” terang Sujarwanto.

Coba perhatikan lagi foto tersebut, bisakah Anda melihat tiang dan hutan yang dimaksud? Jika iya, semoga pemerintah, eh, pembaca lain, bisa melihatnya juga. Jika tidak? Mari buka mata dan hati kita baik-baik!*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asapkabut asap
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi: Iran Segera Hengkang dan Berhenti Menyokong Bashar!
Tulisan selanjutnya MUI Berharap Jokowi Penuhi Janji Kampanye Wujudkan Kemerdekaan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaLensa

[Foto] Cepat dan Hemat Pakai Kuota Edukasi Indosat

6 November 2023 18:24
BeritaLensa

Semangat Guru Tunanetra Mengajar

31 Oktober 2023 17:47
BeritaLensa

Program Dekarbonisasi PTBA Tanjung Enim

20 Oktober 2023 20:49
BeritaLensa

Museum Batu Bara, Nilai Tambah untuk Indonesia

20 Oktober 2023 12:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?