Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

HAU: Pelaku Teror Sarinah Tak Bisa Digeneralisir Kelompok ISIS

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Januari 2016 09:04 9:04 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 Januari 2016 09:04
Bagikan
Pelaku teror di Thamrin: Berpakaian jeans, tidak meneriakkan Allau Akbar
Bagikan

Hidayatullah.com-  Pengamat Kontra Terorisme Harits Abu Ulya mengatakan jika melihat modus maupun motif yang dilakukan pelaku teror bom di Sarinah, target sasaran sebenarnya ialah Warga Negara Asing (WNA).

“Masyarakat tidak perlu panik sebab apa yang dilakukan para pelaku teror ini sebenarnya kalkulatif. Artinya yaitu dengan target sasaran tertentu, tidak random dan sembarangan orang. Jadi, itu yang penting,” kata Harits kepada hidayatullah.com, Jum’at (15/01/2016).

Selain itu, Harits mengatakan, sejauh ini memang ada klaim atau pernyataan dari pihak ISIS bahwa yang melakukan teror pengeboman di kawasan Thamrin Sarinah merupakan kelompok mereka yaitu sebanyak 4 orang.

“Saya pikir ini adalah konfirmasi awal dari apa yang disampaikan oleh pihak kepolisian. Dan jika kepolisian selama ini mengklaim ISIS sebagai pelakunya, tentu kepolisian juga harus menerima pengakuan dari ISIS yang menyatakan diri sebagai pelakunya,” kata Harits.

Harits menegaskan dari situlah berawal munculnya asusmsi bahwa pelakunya adalah dari kelompok Daulah Islamiyah (ISIS). Kendati demikian, orang-orang juga bisa berasumsi bahwa pelakunya bukanlah dari kelompok ISIS.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

“Jadi, semua orang itu bisa berasumsi. Tetapi, sejauh ini indikasi-indikasi yang terbuka di media maupun publik dan sejauh pengamatan yang saya lakukan memang pelakunya adalah pendukung ISIS,” kata Harits.

Tetapi, lanjut Harits, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh masyarakat mengapa mereka melakukan tindakan aksi teror bom tersebut. Menurutnya, pertama mungkin karena menyangkut persoalan dinamika politik, di mana ketika mereka di Indonesia dan mau pindah ke luar negeri itu dipersulit dan bahkan ditekan.

Kedua mereka merasa menjadi bulan-bulanan pihak aparat sehingga merasa itu merupakan jalan buntu. Dan ketiga sebagai bentuk komitmen mereka kepada pimpinan daulah yakni dengan melakukan apa yang bisa dilakukan sebagai sebuah bentuk perlawanan.

“Dan saya lihat mereka mulai belajar, tidak kemudian aksi dilakukan pada malam tahun baru atau malam natal tetapi justru menunggu calling down dulu. Kemudian melakukan aksinya dengan sistem sel komando putus yakni cukup efektif dilakukan dengan 4 sampai 7 orang,” jelas Harits.

Harits menambahkan bahwa mereka melakukan tindakan teror itu dengan targetnya yang tidak terlalu besar, dan dilakukan di siang bolong dan tempat keramaian. Tentu, menurutnya, teror seperti itu targetnya lebih showwing (menunjukkan eksistensi). Meski dari sisi dampak opini, propaganda sangat sukses bagi mereka dan itu dilakukan dengan dorongan keyakinan militansi mereka.

Sebab, menurut Harits, tidak semua orang yang menjadi pendukung ISIS ini mau melakukan tindakan seperti itu. Jadi, tegasnya, tidak bisa digeneralisir bahwa orang-orang yang mendukung ISIS akan melakukan hal seperti itu.

“Itu tidak bisa digeneralisir begitu. Jadi, kasus per kasus, atau orang per orang itu pasti berbeda-beda,” tandasnya.

Terakhir, Harits pun meminta kepada seluruh masyarakat supaya menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian yang berwenang dan profesional untuk mengungkap siapa pelakunya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Harits Abu UlyaISISterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Aliran Gafatar, Komisi VIII Meminta MUI Mengkaji Secara Mendalam dan Menfatwakan
Tulisan selanjutnya Soal Gafatar, Gus Sholah Ingatkan Masyarakat Lebih Kuatkan Pemahaman Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?