Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Kasus Tanjungbalai, IPW: Polri Jangan Hanya Menyalahkan Masyarakat Tapi…

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Agustus 2016 08:12 8:12 am
Ahmad
Dipublikasikan 3 Agustus 2016 09:20
Bagikan
Ketua Presidium IPW Neta S Pane.
Bagikan

Hidayatullah.com- Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S. Pane mengatakan dalam menyikapi konflik sosial yang terjadi akhir akhir ini, elit pemerintah ataupun Polri jangan hanya menyalahkan masyarakat. Tetapi, juga harus mau serta mampu mengevaluasi kinerja, sikap dan prilaku aparatur di lapangan.

“Mereka (para aparatur) cenderung tidak profesional, terlalu asyik di wilayah nyaman dan cenderung menjadi ‘raja kecil’,” kata Neta dalam siaran persnya kepada redaksi hidayatullah.com, Selasa (02/08/2016) kemarin.

IPW menilai, pasca konflik Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) yang terjadi di Tanjungbalai Sumatera Utara, elit pemerintah dan Polri cenderung menyalahkan masyarakat Muslim, yang menurut mereka terlalu gampang diprovokasi.

“Tak ada satu pun yang menyalahkan kinerja, sikap dan perilaku aparatur yang lamban bertindak dan membiarkan potensi konflik terjadi,” ujarnya.

Ini Kronologi Merliana Minta Stop Suara Adzan

Menurut Netam, sikap elit yang hanya menyalahkan masyarakat Muslim tidak akan pernah menyelesaikan bibit konflik. Padahal, di lapangan, seperti di Sumatera Utara, aparatur cenderung membiarkan tumbuh suburnya aksi perjudian ilegal, pelacuran, backing mem-backing dan sebagainya.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

“Hal ini yang kerap menyuburkan kebencian masyarakat pada etnis tertentu (di sana),” tegasnya mengimbau.

IPW mencatat, pulau Sumatera merupakan daerah rawan konflik sosial. Setidaknya ada empat konflik sosial yang terjadi yakni, di Sijunjung Sumatera Barat pada 26 Juli 2016, Tanjungbalai dan Tanah Karo Sumatera Utara pada 29 Juli 2016, dan Aceh Pidi pada 30 Juli 2016 warga mengamuk memprotes pembangunan pabrik semen.

Bahkan, dari Januari hingga Juli 2016, di Sumatera Barat ada tujuh konflik sosial yakni, di Padang (isu Ahmadiyah), Pesisir Selatan (isu sengketa batas wilayah), Solok Selatan (isu tenaga kerja asing), Agam (konflik warga vs PT Mutiara Agam), Pasaman Barat (konflik lahan perkebunan sawit dengan warga), Padangpariaman (konflik warga dengan pengusaha galian C, dan Sijunjung (konflik tapal batas).

IPW menilai, konflik yang terjadi di Indonesia umumnya akumulasi dari ketidakadilan dan sikap diskriminasi aparatur terhadap pihak tertentu. Selain itu, juga akibat dari ketidakadilan politik, sosial, ekonomi, dan program pembangunan yang tidak seimbang.

Elit pemerintah, lanjut Neta, terutama Polri perlu mencermati fenomena ini, sehingga tidak cenderung menyalahkan masyarakat. Polri justru diharapkan untuk mengevaluasi kinerja para pimpinannya di daerah serta mengevaluasi sikap dan prilaku aparaturnya. Karena itu, pola rekruitment, assesment, dan penempatan figur-figur pimpinan Polri di daerah, seperti untuk Kapolres dan Kapolda perlu ditata ulang agar para pimpinan Polri di daerah mau lebih peduli, lebih peka, responsif, tidak diskrminatif, tidak menjadi backing, tidak keasyikan berada di zona nyaman atau menjadi ‘raja kecil’.

“Dengan demikian potensi konflik bisa cepat diatasi hingga tidak terbiarkan menjadi amuk massa,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaetnis tionghoakerusuhan TanjungbalaiklentengKonflik SARAsuara adzanvihara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Tanjungbalai Minta Pemko Usut Dugaan Penyalahgunaan Izin Vihara
Tulisan selanjutnya Wartawan Tajikistan Akan Didenda jika Gunakan Kata yang Tak Bisa Dipahami

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?