Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Jihad Ilmu dinilai Efektif lahirkan Ulama

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Mei 2014 07:48 7:48 am
Ahmad
Dipublikasikan 20 Mei 2014 07:48
Bagikan
Bahtiar Nasir
Bagikan

Hidayatullah.com—Mesti tak berada dalam situasi perang angkat senjata, umat Islam di Indonesia memiliki tiga pilihan jalur jihad. Pernyataan ini disampaikan Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Bachtiar Nasir di Jakarta.

Dalam seminar Fiqih Zakat, yang diadakan Lazis Arrahman Qur’anic Learning Islamic Center (AQL) bertajuk “Dengan Zakat, Sucikan Harta dan Diri”  baru-baru ini Bachtiar menjelaskan bahwa  jihad pertama adalah jihad ilmu. Sebab mempelajari ilmu agama dengan kesungguhan tinggi akan memajukan bangsa. Jihad jalur ini dinilai merupakan jalur efektif menghasilkan banyak ulama.

“Indonesia kalau mau bangkit harus jihad ilmu sehingga menghasilkan ulama yang menjadi pemimpin. Sekarang ini kita krisis ulama karena kita nggak punya dana khusus untuk mencetak ulama,”ungkapnya di markas AQL, Tebet, Jakarta Selatan.

Jalur jihad kedua dalam bidang informasi dan komunikasi. Jihad melalui jalur ini, dikatakan Bachtiar darurat untuk segera dilakukan. Umat tidak boleh diam ketika arus opini publik digiring pada paham selain Islam. Pemikiran sesat hanya bisa dibombardir balik dengan pemikiran.

Sedangkan memberi makan orang lain sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk ikut memberi makan, menjadi jalur jihad ketiga. Tapi jalur ini seringkali terlupakan. Padahal efek memberi makan, kata pimpinan AQL itu, akan menguatkan persaudaraan diantara sesama umat Islam.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

“Nggak akan berkurang rezeki jika kita mau menyisihkan uang untuk memberi makan orang lain. Allah akan terus tambahkan rezeki untuk hamba-Nya,”terang pimpinan Lembaga Tadabbur Al Qur’an Indonesia (LaTaQia) itu.

Ia mencontohkan aksi seorang pemuda di Makassar yang tidak ragu merogoh kocek pribadi sebesar Rp. 2 Juta/hari untuk memberi makan orang lain.

“Padahal Ia baru merintis usaha. Rumahnya masih ngontrak pula. Tapi dia malah punya target tahun ini bisa meningkatkan besaran infak sedekahnya,”tuturnya serius.

Kembali Bachtiar meyakinkan agar tidak perlu ragu ambil bagian disalah satu jalur jihad di atas. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, ketiganya memerlukan sokongan dana yang kuat.

“Ini adalah program besar. Jangan berharap kita bisa menang dalam pertarungan sosial kalau tidak jihad harta,”tukasnya.

Jika kesadaran berjihad harta tumbuh, umat akan memiliki dana cadangan. Dana itulah yang akan digunakan membiayai ketiga jalur jihad tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jihadulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Benarkah Budi Utomo Pelopor Kebangkitan Bangsa? (1)
Tulisan selanjutnya BNN Jabar Minta Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Berita
8 Juni 2026 20:00
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

Terbaru

  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?