Hidayatullah.com—Terkuaknya 99 anak yang menjadi korban prostitusi para kaum gay (homoseksual) oleh oleh polisi dalam penangkapan yang dilakukan di sebuah hotel di Jalan Raya Puncak KM 75, Cipayung, Bogor, mendambah daftar kecemasan keluarga Indonesia.
Penangkapan prostitusi anak untuk kaum homoseksual serta merebaknya fenomena penyakit kaum Nabi Luth ini dinilai sangat memprihatinkan.
“Sangat memprihatinkan dan memilukan,” ungkap Presidium Gerakan Indonesia Beradab Bagus Riyono kepada hidayatullah.com, Kamis (01/09/2016).
Melihat pelaku bukanlah orang baru di dunia kriminal, dosen psikologi UGM itu berharap agar pelaku diberi hukuman tegas.
“Pelaku adalah residivis. Artinya hukuman yang pernah dialami tidak membuat jera. Germonya semestinya dihukum lebih berat dari pelakunya,” tegasnya.
“Ibarat narkoba, germonya itu sama dengan pengedar atau bandar narkoba,” imbuhnya.
Terhadap kejadian tersebut, pria berkacamata ini mendorong pemerintah untuk bersegera menangani kasus ini dengan sebaik-baiknya.
“Pemerintah seharusnya menjadikan peristiwa ini sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) dan emergency. Sehingga penanganannya harus diprioritaskan,” tukasnya.
Sementara itu, kepada orang tua dan masyarakat luas, Bagus berharap untuk waspada, sebab hal semacam ini bersifat menular.
“Masyarakat dan orang tua harus lebih waspada karena hal ini ibarat wabah penyakit menular yang sangat berbahaya. 99 anak itu dibayar dan rentan terjangkiti penyakit jiwa homoseks,” ungkapnya.
Mengerikan! 99 Anak Jadi Korban Eksploitasi Prostitusi Kaum Homo
Lebih jauh Bagus berharap bahwa perhatian pemerintah dan publik, jangan semata pada kasusnya, tetapi juga ikut memikirkan nasib 99 anak yang telah menjadi korban. Jika tidak sangat mungkin mereka yang telah menjadi korban akan mencari korban lain.
“99 anak harus diterapi dan rehabilitasi khusus seperti layaknya rehabilitasi pecandu narkoba. Dalam hal ini rehabilitasinya harus mencakup aspek spiritual menuju pertobatan. Karena ini penyakit jiwa,” jelasnya.
Bagus pun menekankan, “Jika tidak ditangani (mencakup aspek spiritual menuju pertobatan) 99 anak ini akan “memangsa” teman-temannya. Akan terjadi multiplication effect,” pungkasnya.*