Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
NasionalNone

Gelar Pahlawan Nasional KH. Ahmad Sanusi, HNW: Semua Anggota BPUPKI Mestinya Dianugrahi Gelar Pahlawan

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 November 2022 21:55 9:55 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 November 2022 21:58
Bagikan
Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA (HNW)
Bagikan

Hidayatullah.com—Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA (HNW) mengaku bahagia penganugrahan gelar pahlawan nasional kepada anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1945, KH. Ahmad Sanusi.

Ungkapan yang demikian disampaikan saat dirinya menyampaikan sambutan dalam acara “Tasyakur Bi Ni’mah Atas Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional KH. Ahmad Sanusi” di  Jakarta, 7 November 2022.

“Ini hari yang sangat membahagiakan, karena anggota BPUPKI, yang juga tokoh ummat Islam, pendiri ormas Persatuan Umat Islam (PUI) telah diberi anugerah oleh pemerintah, sebagai Pahlawan Nasional,”ujar  HNW. 

Menurut HNW, Kiai Ahmad Sanusi adalah ulama pejuang, salah satu pendiri Ormas Persatuan Umat Islam (PUI). Pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 18 September 1889, itu adalah anggota BPUPKi. Dalam catatan sejarah, ia yang mengusulkan bentuk republik dan kesatuan untuk negara Indonesia merdeka.

Penganugrahan gelar pada Ahmad Sanusi menurut HNW menunjukkan bahwa negara telah melaksanakan apa yang pernah dikatakan oleh Presiden Soekarno, ‘Jas Merah’ (jangan sekali-kali melupakan sejarah). “Tetapi, kata HNW, selain Jas Merah, juga penting “Jas Hijau”, yakni jangan sekali-kali menghilangkah Jasa ulama, umara, dan umat,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

HNW mengingatkan soal itu karena masih banyak anggota BPUPKi, maupun pejuang yang berjasa untuk kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini baik dari kalangan anggota BPUPKi, maupun ulama, umara, dan umat yang layak mendapat gelar pahlawan nasional, namun hingga saat ini belum diberi anugrah gelar pahlawan nasional.

“Padahal mereka berjasa dan terlibat langsung dalam perjuangan memerdekakan Indonesia. Termasuk diantaranya adalah Mr Syamsuddin, anggota BPUPKI yang juga pendiri Ormas PUI (Persetuan Umat Islam),”tegasnya.

Dikatakan oleh Wakil Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Gontor itu, dengan diangkatnya KH Ahmad Sanusi sebagai pahlawan nasional menunjukan semakin banyak tokoh Islam yang diakui negara sebagai pahlawan nasional.

Pemaknaan ini diperlukan untuk mengoreksi kesalahpahaman sejarah serta untuk semakin menghadirkan pembuktian bahwa umat Islam dari dahulu memang mempunyai jasa besar bagi hadirnya bangsa dan negara Indonesia Merdeka, sehingga islamophobia bisa dikoreksi. Demikian juga Indonesiafobia bisa dihindari.

Pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu mengingatkan  umat Islam untuk tidak  memposisikan Indonesia ini seolah-olah sebagai musuh hadiah penjajah kafir Belanda. Karena faktanya,  hadirnya Indonesia merdeka juga karena di dalamnya banyak perjuangan yang luar biasa  dari pahlawan bangsa dari kalangan ulama, umara, dan ummat, baik yang berada di BPUPKI, Panitia 9 maupun PPKI.

Pemberian anugrah gelar pahlawan nasional kepada KH Ahmad Sanusi menunjukkan bukti banyaknya tokoh Ormas Islam, selain dari orpol Islam, yang bersama dengan tokoh-tokoh bangsa lainnya, berjasa hadirkan Indonesia Merdeka. Selain tokoh dari Muhammadiyah dan NU, ada juga tokoh dari PUI.  

Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada para tokoh yang terbukti berjasa karena perjuangan mereka untuk Indonesia merdeka memang wajar diapresiasi, selain sebagai bukti etika berbangsa juga sebagai pembelajaran sejarah bagi generasi muda penerus dan pengisi Indonesia merdeka. Karenanya mestinya penganugrahan gelar pahlawan nasional itu bukan dibatasi pertahunnya hanya beberapa orang dengan mempertimbangkan usulan daerah dan ragam latar belakang daerah.

Mestinya yang diprioritaskan mendapat anugrah gelar Pahlawan Nasional adalah semua anggota BPUPKI, Panitia 9 dan anggota PPKI dari semua latar belakang. “Jasa mereka jelas, sukses hadirkan Indonesia merdeka dengan Pancasila, UUD 45 serta NKRI dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Tapi banyak diantara mereka seperti Mr Syamsudin, Mr Maria Ulfah Santoso, H Abikusno Cokrosuyoso dll sampai hari ini belum mendapatkan pengakuan dari negara dalam bentuk anugrah gelar Pahlawan Nasional,” katanya.

HNW berharap tahun depan, tahun terakhir periode pemerintahan Presiden Jokowi menganugrahkan gelar Pahlawan Nasional, pada semua anggota-anggota BPUPKI, Panitia 9 atau PPKI yang belum mendapatkan anugrah gelar Pahlawan Nasional. “Itu akan jadi legacy positif dan sekaligus pembelajaran kenegarawanan untuk semua warga bangsa,”pungkasnya.

KH Ahmad Sanusi lahir pada 18 September 1889 di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Ia merupakan putra ketiga dari KH. Abdurrahim bin H. Yasin yang merupakan keturunan dari Syeikh Abdul Muhyi, penyebar Islam di daerah Tasikmalaya.

Kiai Sanusi masuk dalam daftar lima Pahlawan Nasional baru. Ia merupakan pendiri dari Al-Ittahadiyatul Islamiyah (AII), organisasi yang aktif bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Pada awal kependudukan Jepang di Indonesia, AII dibubarkan. Sanusi kemudian mendirikan Persatuan Umat Islam Indonesia (PUII).

Semasa hidup ia juga pernah menjabat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1945. Pernah menjadi anggota KNIP, Dewan Penasehat Daerah Bogor, Wakil Residen Bogor, membentuk PETA, BKR, KNID (Komite Nasional Indonesia Daerah) Kotapraja Sukabumi, dan diangkat sebagai pengurus Jawa Hokokai.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BPUPKIKH Ahmad SanusiPahlawan NasionalPUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara
Tulisan selanjutnya Dihukum Penjara Seumur Hidup, Teroris Christchurch Ajukan Banding

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?