Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Madrasah ‘Kandang Kambing’ Mulai Direnovasi

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 November 2020 12:50 12:50 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 November 2020 12:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | ALHAMDULILLAH, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Qalam di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dibangun. Masyarakat setempat kini bergotong royong membuat batako yang akan dibuat untuk dinding.

Madrasah itu sebelumnya keadaannya sangat memprihatinkan. Saking memprihatinnya, bangunannya hanya pantas untuk kandang kambing.

Yayasan Senyum Anak Negeri (SAN) kemudian mencoba menghimpun dana dari masyarakat untuk membangun MIS. “Alhamdulillah, sudah ada dana yang masuk. Tapi sementara ini hanya cukup untuk bikin pondasi dan batako,” kata Sarjana, Ketua SAN kepada media ini, beberapa waktu lalu lewat telepon.

Karena bangunannya sedang dibongkar, belajarnya sekarang pindah rumah gurunya, Ita Purnamasari. “Karena rumahnya kecil, masuknya bergantian,” kata Ita.

MIS adalah satu-satunya sekolah yang ada di  Dusun Watun Carung, Desa Haju Wangi, Kecamatan Lamba Leda Kab. Manggarai Timur.  MIS pernah ditulis di media ini (Seperti Kandang Kambing, Madrasah Ini Menjadi Tumpuan di Pedalaman NTT).

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Bangunan MIS selama ini berdinding bambu dan beratap seng. Di bangunan berukuran 5 x 10 meter itulah anak-anak di Watun Carung bersekolah tiap hari. Berlantai tanah, semua kelas dijadikan satu.  Tidak ada sekat. Yang ada tiga papan tulis kecil, bangku dan kursinya pun seadanya.

Bukan hanya sinar dan angin yang leluasa menerobos melalui celah-celah dinding, air pun juga ikut masuk saat musim hujan. Apalagi ada bagian dinding atas yang sudah tidak ada tutupnya, air hujan pun menyerbu ke dalam.

“Kalau musim hujan, semua buku-buku terpaksa dipindah ke rumah saya,” kata Ita Purnamasari, guru di MI Al Qalam, kepada wartawan hidayatullah.com akhir September lalu.

Sangat tidak layak sebagai tempat belajar. Tapi itulah satu-satunya sekolah yang ada di Watun Carung. Letak Watun Carung, atau orang setempat menyebutnya kampung Nanga Rema di atas perbukitan dan terpencil.

Tidak ada kendaraan umum menuju ke sini. Sepeda motorlah satu-satunya kendaraan yang bisa masuk, karena harus menyeberangi sungai.  Sebelum ada MIS Al Qalam, anak-anak Nanga Remah sekolah di SD Katholik di kampung sebelah, sekitar 1,5 kilometer.

Tak jauh sebenarnya, cuma harus menyeberangi sungai. Kalau musim hujan, sungainya sering banjir sehingga mereka tak bisa sekolah.  Itulah yang mendorong warga Nanga Rema mendirikan madrasah darurat itu.

Berpenduduk sekitar 260 orang, semuanya Muslim. Mata pencarian mereka berladang, dengan hasil utama jagung dan pisang.  Karena ruangannya terbatas, MI Al Qalam hanya menampung kelas 1, 2 dan 5. Sedang kelas 3, 4 dan 6 terpaksa bersekolah di  SD Katholik di kampung sebelah.

Bukan hanya sarananya yang terbatas, gurunya pun juga amat terbatas. Ita Purnamasari adalan satu-satunya guru yang ada.   Sarjana Fisika dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta ini mengajar semua kelas dan  mata pelajaran.

Baik pelajaran umum maupun pelajaran agama Islam. “Terpaksa saya mengajar semuanya karena memang tidak ada guru lain,” kata Ita.

Semua murid dikumpulkan dalam satu ruangan, lalu dibagi menjadi tiga kelompok sesuai kelasnya. Nah, Ita mengajar secara bergantian. “Yang agak sudah diatur itu anak-anak kelas 1 dan 2,” katanya

Namun, Ita bersyukur, meski tempat belajarnya tidak layak, anak-anak semangat belajar mereka tidak kendor. Namun ia berharap, , anak-anak didiknya bisa mendapat tempat belajar yang lebih layak.

Umat Islam di Nanga Rema bermaksud memperbaiki madrasahnya. Hanya saja, melihat kondisi ekonominya, mereka sangat berat untuk melakukan itu. Karenanya, kami mengetuk hati para dermawan dan pemerintah.  Bagi yang berkenan membantu bisa menghubungi kami 085292428473 atau tranfer ke rek BSM 7125522248 An. Senyum Anak Negeri. Mohon cantumkan kode 111 pada nominal digit terakhir untuk verifikasi donasi.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kandang KambingMadrasah IbtidaiyahNTTNusa Tenggara Timur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemberontak Houthi Yaman Mengklaim Serangan Rudal ke Situs Saudi Aramco di Jeddah
Tulisan selanjutnya Normalisasi Sudan-Israel Delegasi Pertama ‘Israel’ Berangkat ke Sudan untuk Pembicaraan Normalisasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?