Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan

Khatib Idul Fitri Ajak Umat Muhasabah Puasa Ramadhan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 6 Juni 2019 08:40 8:40 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 6 Juni 2019 08:40
Bagikan
Khutbah Idul Fitri 1440H/2019M di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (05/06/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah mengajak kaum Muslimin untuk melakukan evaluasi, instropeksi, dan muhasabah terhadap amalan puasa Ramadhan 1440H yang baru-baru ini berlalu.

Pertanyaan yang dinilai penting dalam muhasabah tersebut adalah, apakah ibadah yang umat Islam jalani selama Ramadhan telah mengantarkan umat kepada sasaran atau target yang dituju?

“Sangat disayangkan jika puasa kita sebulan penuh hanya menghasilkan lapar dan haus saja,” petikan khutbah Hari Raya Idul Fitri 1440H DPP Hidayatullah yang dibacakan khatib-khatib di berbagai daerah, Rabu (05/06/2019), 1 Syawal 1440H.

Disebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mensinyalir dalam sebuah haditsnya diriwayatkan Ahmad, yang artinya, “Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar saja.”

Terkait muhasabah itu, khatib mengingatkan bahwa tujuan utama berpuasa Ramadhan adalah agar menjadi insan bertaqwa.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman

Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala pada Surat Al-Baqarah ayat 183 yang hampir semua khatib dan penceramah di bulan Ramadhan selalu mengulang-ulangnya. Ayat tersebut artinya berbunyi, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Bahwa, jelasnya, target puasa dan semua rangkaian ibadah yang menyertainya, baik yang wajib maupun yang sunnah, baik yang dikerjakan di siang hari maupun di malam hari adalah “la’allakum tattaqun”, mudah-mudahan menjadi orang yang bertaqwa.

“Kita berlapar-lapar di siang hari dan begadang di malam hari, tujuannya cuma satu, taqwa. Disiplin yang ketat selama sebulan penuh ternyata tujuannya hanya satu, lahirnya insan yang bertaqwa,” jelasnya.

Baca: Remaja 19 Tahun Khatam Qur’an 5 Kali saat Ramadhan

Lalu, apa istimewanya orang yang bertaqwa? Di hadapan Allah semua manusia itu memiliki kedudukan yang sama. Allah tidak menilai manusia karena kekayaan yang dikuasai, jabatan yang dipegang, popularitas dan ketenaran, serta strata sosialnya. Allah hanya menilai manusia dari satu sisi saja, yaitu nilai ketaqwaaannya.

Sebagaimana, lanjutnya, firman Allah pada Surat Al Hujurat ayat 13, bahwa artinya, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.”

Khatib mengatakan, “Kita bersyukur jika diberi posisi yang baik, berupa jabatan, pangkat, dan kedudukan yang tinggi di mata manusia. Dengan jabatan itu kita bisa menebarkan kasih sayang, menegakkan keadilan, dan mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan. Dengan kedudukan yang tinggi kita bisa mempengaruhi banyak orang agar berbuat baik, beramar ma’ruf dan nahi munkar. Dengan kedudukan dan posisi yang baik di masyarakat kita bisa mengajak sebanyak-banyaknya manusia untuk tunduk dan patuh terhadap syariat Islam.

Namun, apalah artinya jabatan yang tinggi kalau diperoleh dengan cara yang curang, bohong, menipu, dan manipulasi. Di sisi Allah, jabatan itu tidak menambah nilai, tapi justru mengurangi. Jabatan itu tidak menguntungkan, tapi malah merugikan. Jabatan seperti itu tidak menyelamatkan, tapi akan menghancurkan. Allah tidak tidur. Allah Maha Melihat, Allah Maha Mendengar. Allah Maha Menyegerakan hisab.”

Dijelaskan, taqwa adalah bekal hidup. Dengan bekal taqwa, hidup seseorang akan selamat, beruntung, dan menang. “Jika kita kalah di dunia, masih ada harapan untuk menang di akhirat,” sebutnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari Raya Idul FitriIdul fitriPuasaRamadhanRamadhan 1440H/2019Mtaqwa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tunawisma di Los Angeles Bertambah
Tulisan selanjutnya Menag: Ramadhan Bekal Menjadikan Idul Fitri Momen Persatuan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana

16 Maret 2026 05:00
BeritaInspirasi Ramadhan

Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran

15 Maret 2026 17:00
Ramadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 8 : Saat Hitungan Sebulan Ramadhan Jadi 120 Hari

15 Maret 2026 11:30
KajianRamadhan

Selain yang Iktikaf, Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Lailatul Qadar?

15 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?