Hidayatullah.com–Media arus utama berperan penting dalam menghidupkan kembali industri musik nasyid di tanah air. Hal ini disampaikan kelompok nasyid Rabbani, Azadan Abdul Aziz.
Menurut Azadan, stasiun radio dan televisi (TV) harus memberikan lebih banyak kesempatan untuk menonjolkan lagu-lagu nasyid kepada khalayak. “Mereka bertanggung jawab mewarnai kelompok nasyid seperti sebelumnya, ” ujarnya dikutip semua media lokal Malaysia.
“Dulu grup-grup nasyid seperti; Rabbani, Raihan, Hijjaz, Inteam ramai di TV. Sekarang tidak ada,” katanya. “Dengan program atau platform yang cocok untuk kelompok nasyid, insya Allah nasyid akan kembali semarak. Setidaknya akan bersaing secara positif di industri hiburan lokal,” ujarnya.
Azadan mengatakan ini pada acara buka puasa yang diadakan di D’Saji, Dewan Perdana Felda belum lama ini. Sementara itu, anggota Rabbani lainnya, Mohd Asri Ubaidullah mengatakan, pihaknya menyambut baik keterlibatan penyanyi BBNU yang berkolaborasi dengan penyanyi nasyid dalam membawakan lagu-lagu ruhani.
“Secara pribadi, saya bangga. Saya selalu memberitahu teman-teman saya, nasyid ini memiliki ‘pakaian’ yang ritmenya,” katanya. “Saya yakin, seseorang harus siap mental dan fisik sebelum menyanyikan lagu ruhani. Kami senang melihat ada artis BBNU yang ingin membawakan lagu-lagu dakwah.”
“Mungkin mereka hanya ‘mampir’ karena punya genre sendiri. Siapapun yang datang, kita sambut,” ujarnya.
Nasyid yang berasal dari Malaysia ini pernah popular dengan beberapa hit’s nasyidnya, seperti; Assalamualaikum, Munajad, Solla ‘Alaikallah, dan lainnya. Eksistensi grup nasyid legendaris Rabbani sebagai salah satu grup yang telah ikut mempopularkan nasyid di wilayah Asia Tenggara tidak bisa dilepaskan dari perkembangan nasyid pada saat ini. Album lagu nasyid perdananya (self title) yang dirilis pada 1 Maret 1997 silam, dan mendapat tempat di hati para penikmat nasyid. *