Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Inspirasi Ramadhan

Ramadhan Terakhiku yang Berbeda di Bumi Para Nabi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Agustus 2012 11:32
Bagikan
Shalat tarawih di salah satu masjid di Mesir
Bagikan

TIDAK TERASA tahun ini kontrakku di bumi rantau, tepatnya di Negeri Firaun akan berahir. Tak tahu, masih adakah kesempatan tuk kembali meneguk air ilmu di samudra Al-Azhar. Barangkali inilah skuel singkat dari perjalanan sang “Petualang” di Bumi Kinanah. Kalau dibanding bang Thoyib memang aku lebih “tangguh” dengan terpaut satu tahun diatasnya, namun ku kira itu bukan standar kesaktian seseorang karena barometernya bukanlah kuantitas kawan namun lebih terletak pada kualitas.

Hanya saja, kenangan indah tetap melekat di hati. Pemadangan masjid Amr bin Ash belum terlalu ramai namun jama’ah mulai memadati lapak-lapak yang telah disediakan panitia i’tikaf. Masjid tertua di Afrika ini menjadi awal persinggahan “semediku” di bumi Azhar. Setelah melewati belasan hari puasa di dalam dauroh al-Quran akhirnya aku bisa bebas dan meluapkan ekspresiku di masjid ini. Walau bagaimana pun kenangan di dauroh sendiri tak kan pernah terlupa. Berjalan kaki sepanjang 3 kilometer usai sahur dengan target shalat subuh di Sayida Aisyah. Berjuang melawan panasnya otak dan suhu yang bertermo 40 celcius serta tantangan-tangtangan dahsyat lainnya yang harus ku lewati. 

Suasana tahun kedua dan ketiga puasaku di Bumi Para Nabi sepertinya tak berbeda. Sejak awal Ramadhan ku usahakan tuk hadir di masjid Asyrof. Bagiku masjid ini amat istimewa khususnya saat Ramadhan. Sang imam dapat “mengganyang” 3-4 juz permalam. Di tambah dengan variasi Qiro’at yang makin menghiasi bacaan Quran. Wajar kiranya karena imam tarawih di sana bergantian, biasanya diawali dengan Sang Guru kemudian digilir oleh para murid yang berasal dari mancanegara dan multi mazhab.

Usai melakukan sepuluh roka’at pertama kita istirahat sejenak dengan diisi pengajian dari Syeikh Yusri Jabr (Imam masjid Asyrof dan pengajar shohih Bukhori di Masjid Al-Azhar Kairo). Adapun kitab yang menjadi kajian khusus Ramadhan adalah Bahjatun Nufus karya Imam Ibnu Abi Jamroh (seorang ulama besar yang makamnya berhadapan dengan Imam Athoillah As-Sakandari). Bila mau dihitung, tempo shalat tarawih dan lainnya di masjid ini sekitar 5 jam, dimulai dari jam 9 malam hari dan berakhir jam 2 pagi.

Lima Juz

Baca Juga

Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana
Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran
Kisah Jenaka Bulan Puasa 5 : Cara Unik Membangunkan Warga untuk Sahur
Teladan Keteguhan Imam Ahmad dan Kasman Singodimedjo pada Bulan Ramadhan

Di sepuluh akhir Ramadhan masjid ini juga menjadi “base camp”ku  dan beberapa kawan Indonesia. Frekuensi ibadah di sini juga semakin ditingkatkan. Bila shalat tarawih biasanya hanya membaca 3 juz saja tapi pada momen I’tikaf semakin meningkat menjadi 4-5 juz permalam. Tak jarang kami mulai dari azan Isya dan berakhir pada lima belas menit akhir menjelang subuh. Usai shalat subuh kita juga masih disuguhkan kajian kutub sunah al-arba’ah. Ditambah lagi dengan pengajian khusus pada sore hari.

Ramadhan kali ini rasanya agak sedikit berbeda dengan ketiga tahun belakang. Masjid Al-Azhar yang menjadi pusat keislaman di Mesir tahun ini menggunakan imam baru dan anehnya lagi ternyata ia hanya menggunakan satu riwayat dan qiroat, Hafs ‘an Ashim. Tahun-tahun sebelumnya Al-Azhar selalu mempunyai ciri khas sendiri dengan melatunkan tarawih dengan berbagai Qiro’at di mana hal ini yang menjadi daya tarik dan nilai plus (bagi para orang asing khususnya) untuk shalat di masjid yang dibangun sejak zaman Fatimiyah ini.

Ada hal berbeda juga di masjid Kairo (nama awal Al-Azhar), dua tahun sebelumnya Graind Syeikh Al-Azhar Al-Maghfurlah Muhammad Sayyid Thantowi turun langsung untuk mengimami tarawih pada malam ke dua puluh tujuh.  Namun sejak “kepergiannya“, belum ada tanda-tanda kedatangan Sang Grand Syeikh yang baru tuk menjadi Imam langsung di masjid hasil kerja Jendral Jauhar As-Shaqilli ini.

Keanehan Ramadhan kali ini juga berasal dari sebrang Al-Azhar, Masjid Sayyidina Husein. Dua tahun lalu, Ramadhan menjadi momen istimewa dengan diadakannya Multaqo al-fikr al-Islami (Kongres pemikiran Islam) yang dibuka oleh Grand Syeikh Azhar, Mufti Republik Mesir dan Mentri Urusan wakaf Mesir. Ia juga dihadiri oleh para ulama dan pemikir terkenal Mesir. Acara ini juga dimeriahkan dengan adanya pameran buku hasil terbitan Majlis a’la Li asy- syu’un al-Islamiyah (Lembaga urusan Islam yang berada di bawah naungan kementrian wakaf Mesir).

Kalau tahun-tahun lalu biasanya aku khususkan sepuluh akhir Ramadhan untuk men’uzlahkan diri dengan beri’tikaf. Tahun ini agak berbeda rupanya. Aku menyediakan waktu untuk agenda sosial. Baiknya ibadah itu tak harus bermanfaat pada diri kita saja namun akan lebih mulia kalau dampaknya juga dirasakan oleh orang lain. Inilah yang disebut oleh para pakar Ushul Fiqh dengan ibadah muta’adiyah (ibadah sosial). Kalau efek ibadah ini saja bisa luar biasa (hingga dapa dirasakan orang lain) apalagi pahalanya tentu akan berjajar lurus sesuai dengan capekny pula bukan (Al-ajr ‘ala qodri at-ta’ab). Maka tak heran guru kami selalu menyaranakan tuk memperhatikan ibadah sosial ini. Dengan berlandaskan sebuah kaedah Ushul Fiqh beliau selalu berujar; “al-Khoir al-muta’addi afdhol min al-qoshir (kebaikan yang dirasakan orang lain itu lebih baik dari yang hanya dirasakan pribadi)”. Dengan ibadah ini minimal kita tak dibuat menjadi pribadi individualis namun lebih menyadari tabiat manusia sebagai makhluk sosial.       

Walau tak banyak yang dapat aku lakukan namun Ramadhan kali ini sengaja aku luangkan untuk berbagi dan lebih bersosial. Tercatat sebagai salah satu kru bulletin Ramadhan, moderator seminar “Ramadhan bersama dunia Islam” yang mengkaji kondisi Mesir dan Suria serta aksi solidaritas untuk para saudara kita di Rohingya ditambah dengan mengisi kajian tahsin Al-Quran serta beberapa aktifitas lain membuatku ingin menambal ibadah fardiyah dengan ibadah jama’iyah.

Perbedaan yang terakhir sepertinya merupakan “penyakit” menular yang kerap hinggap di jiwa para pencari ilmu adalah malas dan turun semangat. Ku akui semangat dan daya juangku akhir-akhir ini agak menurun. Mungkin ia mulai aus tergeser waktu dan berkarat dengan perjalanan masa. Namun aku pun harus sadar bahwa tak ada baiknya berlarut-larut dalam keadaan ini. Kesulitan bukanlah alasan tuk menjemput kegagalan namun sebaliknya ia harus menjadi pemacu dan modal semangat tuk meraih kejayaan dan kesuksesan. Allahu wa rosuluhu a’lam.*/Falah Abu Ghuddah, Mahasiswa Universitas Al-Azhar dan Mahasiswa Akademi Asyiroh Al-Muhammadiyah Kairo serta Kru SINAI (Studi Informasi Alam Islami) Mesir

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rp 6 Milyar untuk Masjid yang Terbakar
Tulisan selanjutnya Tandai Akhir Ramadhan, Lebih 200 Ribu Muslimin Padati Masjidil Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Seribu Dirham Ramadhan dan Ujian Keikhlasan

8 Maret 2026 17:00
5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Inspirasi Ramadhan

5 Tips Mendidik Anak agar Mencintai bulan Ramadhan

25 Maret 2022 06:00
Sejarah perang di bulan ramadhan
Inspirasi Ramadhan

9 Perang Kaum Muslimin di Bulan Ramadhan

16 April 2021 07:00
Takjil Sehat Kacang Hijau Almond
Inspirasi Ramadhan

5 Resep Takjil Sehat Untuk Berbuka Puasa

14 April 2021 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?