Oleh: Imam Nur Suharno
Hidayatullah.com | IBADAH puasa termasuk ibadah yang paling utama. Salah satu keutamaannya adalah ibadah puasa telah diwajibkan Allah kepada semua umat manusia. Artinya, puasa tidak hanya diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ, diwajibkan pula pada umat-umat sebelumnya.
Hal ini menunjukkan, puasa menjadi sarana efektif untuk membentuk manusia yang berkarakter (muttaqin), sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS: Al-Baqarah [2]: 183).
Pribadi yang berkarakter adalah pribadi yang mampu menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas dan perilakunya. Dengan kehadiran Allah dalam setiap aktivitas dan perilakunya, seseorang akan senantiasa terjaga dari perilaku tercela.
Seperti apa karakteristik manusia yang berkarakter (bertakwa) hasil pendidikan Ramadhan itu?
Al-Qquran Surat Al-Baqarah [2] ayat 2-4 menyebutkan beberapa karakter yang melekat pada diri manusia yang bertakwa, yaitu beriman kepada yang ghaib; selalu mendirikan shalat; menafkahkan sebagian rezekinya; beriman kepada Al-Quran dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya; dan beriman kepada hari akhir.
Manusia yang memiliki karakter seperti itulah yang akan senantiasa mendapatkan bimbingan dan arahan, sehingga mereka selalu berada di jalan yang lurus dan meraih kesuksesan dalam hidupnya.
اُولٰٓئِکَ عَلٰی ہُدًی مِّنۡ رَّبِّہِمۡ ٭ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ
”Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Al-Baqarah [2]: 5).
Karekteristik manusia hasil pendidikan Ramadhan berikutnya disebutkan dalam Surah al-Baqarah [2] ayat 177. Yaitu, beriman kepada Allah, Hari Akhir, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan nabi-nabi-Nya.
Kemudian, memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan, dan orang yang meminta-minta. Orang yang bertakwa juga memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Selain itu, orang yang bertakwa selalu menepati janjinya dan bersabar dalam kesempitan, penderitaan, dan peperangan.
Karakteristik lainnya dari manusia yang berkarakter (bertakwa) itu adalah, mereka selalu menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit; menahan amarah disaat ada kesempatan; mudah mema’afkan kesalahan orang lain; dan bersegera memohon ampunan apabila terlanjur melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri (QS Ali Imran [3] : 134-135).
Manusia yang berkarakter (bertakwa) akan mendapatkan jaminan yang dijanjikan sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran.
Pertama, jaminan ampunan dan mendapatkan Surga. Allah SWT berfirman;
أُو۟لَٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٰمِلِينَ
“Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS: Ali Imran [3]: 136).
Kedua, diberikan baginya jalan keluar dari berbagai permasalahan hidup. Allah SWT berfirman
فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا۟ ذَوَىْ عَدْلٍ مِّنكُمْ وَأَقِيمُوا۟ ٱلشَّهَٰدَةَ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS: at-Thalaq [65]: 2).
Ketiga, diberikan jaminan rezeki dari arah yang tidak terduga sebelumnya.
Allah SWT berfirman
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا
“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS: at-Thalaq [65]: 3).
Keempat, akan dihapuskan dosa-dosanya dan diberikan pahala yang berlipat. Allah SWT berfirman
ذَٰلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.” (QS: at-Thalaq [65]: 5).
Semoga Allah membimbing kita kaum Muslimin agar menjadi manusia-manusia yang berkarakter (bertakwa) dan mendapatkan jaminan yang telah dijanjikan. Amin.*
Kepala HRD dan Personalia Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat