Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Tiga Hak Al-Quran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Agustus 2011 09:35
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ali Akbar bin Agil 

Syeikh Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam bukunya At-Tibyân fi Ulûm Al-Qur`ân mengutip ucapan Ibnu Taimiyah perihal kewajiban seorang Muslim terhadap al-Qur`an. Kata Ibnu Taimiyah: “Barangsiapa yang tidak membaca al-Qur`an ia telah meninggalkan al-Qur`an; barangsiapa yang membaca al-Qur`an namun tidak merenungi kandungan-kandungan maknanya berarti ia juga telah meninggalkan al-Qur`an; dan barangsiapa yang membaca al-Qur`an serta merenunginya namun isinya tak ia amalkan sama saja ia telah meninggalkan al-Qur`an.”

Ucapan tersebut mengandung desakan serius kepada umat Islam untuk serius menjadikan al-Qur`an sebagai pegangan kehidupan dalam hal apapun juga. Al-Qur`an tidak boleh kita kenal hanya di bulan Ramadhan namun dalam tiap langkah dan waktu.

Kesimpulan dari ungkapan tersebut ada tiga hal; membaca, merenungi/memahami, dan mengamalkan.

Pertama, membaca al-Quran. Rasanya ada yang kurang pas ketika seorang muslim belum mampu membaca kitab suci ini dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Imam Nawawi mengatakan, “Membaca Al-Quran itu lebih utama dari membaca tasbih, takbir, dan dzikir-dzikir lainnya.” Pendapat ini selaras dengan bunyi hadits Nabi SAW: di antaranya, “Keutamaan firman Allah atas seluruh kalam, seperti keutamaan wujud Allah dibanding mahkluk-Nya.” (HR. Darimi). 

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Keutamaan tersebut berwujud: “Orang yang membaca al-Quran memperoleh kebaikan dari tiap huruf yang dibacanya (HR. Turmudzi). “Orang yang membaca al-Quran, kelak kedua orangtuanya akan diberi mahkota oleh Allah apalagi bagi yang membacanya.” (HR. Abu Dawud). “Orang yang membaca Al-Quran, tidak akan dihinggapi kegalauan yang maha dahsyat di hari kiamat.” (HR. Thabrani).

Selain itu, para salafus shaleh telah memanggungkan keteladan akan keakraban mereka dengan al-Quran. Seperti terlampir dalam kitab Hayât Ash-Shahâbah, disebutkan di dalamnya permintaan wasiat dari Sayidina Abu Dzar Al-Ghifari kepada Nabi SAW. “Ya Rasulullah, berilah aku wasiat.” Rasul berkata, “Bertakwalah kamu kepada Allah! Sebab ia adalah pusat segala urusan.” Abu Dzar berkata kembali, “Tambahkan lagi, wahai Rasulullah.” Rasul mengatakan, “Bacalah Al-Qur`an! Ia merupakan cahaya untukmu di dunia dan simpanan bagimu di akhirat.”

Sayidina Utsman bin Affan memberikan keteladanan lain. Beliau mengatakan, “Aku tidak suka berada di suatu hari dan malan kecuali aku isi dengan membaca al-Qur`an.” Beliau juga pernah mengucapkan, “Jika hati kalian itu bersih, tentu kalian tidak akan pernah merasa puas dalam membaca al-Qur`an.” Diriwayatkan bahwa beliau wafat sedang mushaf miliknya dalam keadaan kucel karena seringnya beliau membacanya.

Sayangnya, masih banyak sebagian umat Islam yang belum bisa membaca al-Quran dengan baik dan benar. Beragam alasan dikemukakan dari orang yang belum pandai membaca al-Quran. Ada yang mengatakan menunggu naik haji dulu, baru belajar. Ada yang merasa putus asa. Ada pula yang menanti waktu tua untuk belajar membaca al-Quran. 

Celakanya lagi, anak-anak umat Islam lebih akrab dengan senandung syair-syair lagu yang mengajak kepada perbuatan mesum dan cabul. Surat al-Quran berganti surat kepada si ‘pacar’. Ayat Al-Quran terdesak dan berganti bait-bait lagu. Putra-putri umat Islam lebih heboh menonton konser musik, rela berdesak-desakan, bahkan rela mati demi sang artis pujaan tinimbang menyimak al-Quran di televisi, radio, maupun acara-acara di hari Besar Islam.

Sebuah riset yang dilakukan oleh salah satu lembaga Islam, seperti dimuat di situs hidayatullah.com, mengemukakan hasil yang mencengangkan. Disebutkan dari jumlah penduduk Jakarta saja yang 80 persen beragama Islam, 70 persen saja yang bisa baca huruf hijaiyah dan itupun yang hanya bisa membaca alif, ba, ta, tsa secara terputus.

Kedua, merenungi makna dan isi kandungan al-Qur`an. Setelah kemampuan membaca telah membaik maka di tingkat selanjutnya adalah memahami dengan sebaik-baiknya. Upaya memahami ini penting ditekankan supaya ia menjadi sumber utama dalam mengambil kebijakan di segala situasi. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran ataukah hati mereka terkunci?.” (QS. Muhammad: 24). 

Ayat ini menjadi sindiran kepada kita, apakah hati telah begitu mengeras, tertutup oleh kepongahan sehingga enggan dan tidak berusaha untuk merenungi kandungannya, saling menyuruh dalam kebaikan dan mencegah dalam kemunkaran seperti yang tertera di dalam al-Qur`an.

Dengan merengunginya, kita dapat mengenal kebenaran lalu kita ikuti dan mengetahui kebatilan lantas menjauhinya. Dengan memahaminya, kita dapat mengetahui mana kesesatan dan petunjuk yang benar.

Ketiga, mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Belumlah cukup kemampuan memahami tanpa dibarengi usaha pengamalan. Sebagai kitab Allah, al-Quran wajib diamalkan di tiap rumah, kantor, tempat pendidikan, dan di semua sektor. 

Dalam sabdanya Nabi berpesan: “Barangsiapa berkata berdasarkan al-Quran, benarlah dia. Barangsiapa beramal berdasarkan al-Quran, layak diberi pahala. Barangsiapa memutus sesuatu bersandar pada al-Quran, ia berlaku adil. Barangsiapa berseru kepada al-Quran, ia terbimbing ke jalan yang lurus.” (HR. Turmudzi).

Pertanyaannya sekarang adalah, kapan kita akan mengamalkan al-Qur`an jika kita tidak memahami dan merenungi kandungannya, dan kapan kita akan memahaminya sementara ada di antara diri kita belum mampu membaca al-Quran dengan baik dan benar? Wallahu A`lam Bis Shawaab. 

Penulis adalah staf Pengajar di Ponpes. Darut Tauhid, Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hafalan al-Quranold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Alirkan Kembali Bantuan Masyarakat Miskin Gaza
Tulisan selanjutnya 1700 Pengacara Sukarela Bela Mubarak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?