Hidayatullah.com | SERING kita mendengar istilah qiyamullail apalagi di bulan yang penuh berkah ini, Ramadhan. Banyak sekali da’i juga ulama yang menyampaikan kepada umat anjuran untuk mengerjakan amalan ini, tetapi apakah sebenarnya qiyamul lail itu ?
Secara bahasa qiyamullail terdiri dari dua kata, qiyam dan al-lail, qiyam memiliki arti berdiri atau bangun sedangkan al-lail memiliki arti waktu malam. Secara istilah qiyamullail memiliki makna menyibukkan diri pada sebagian besar malamnya untuk beribadah.
Adakah perbedaan dengan tahajud? Mari kita lihat arti tahajud secara bahasa dan istilah.
Tahajud berasal dari kata هجد sinonim dari سهر yang artinya bangun di malam hari dan secara istilah tahajud adalah bangun di malam hari untuk menegakkan shalat. Dari dua definisi yang telah disebutkan, kita bisa mengetahui bahwa qiyamullail lebih umum dari tahajud. Perbedaannya, tahajud adalah shalat yang dilakukan setelah bangun dari tidur di malam hari walaupun hanya tidur sebentar, sedangkan qiyamullail adalah mencakup seluruh ibadah yang dilakukan di malam hari bisa membaca Al Quran, berzikir, berdoa ataupun amalan ibadah yang lainnya.
Sesungguhnya qiyamullail yang di dalamnya termasuk shalat tahajjud adalah ibadah yang sangat penting, hukumnya sunah muakad seperti yang termaktub di dalam Al Quran dan Hadits Nabi ﷺ.
Allah berfirman di dalam surah Al Muzammil ayat 1-6 :
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا (2) نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا (3) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا (4) إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا (5) إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا (6)
- Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
- Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,
- (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
- atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan.
- Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
- Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan.
Ibadah yang dianjurkan ini sangat spesial, tetapi masih banyak di antara kita yang jarang atau bahkan tidak pernah mengerjakannya karena berat tantangan dan kurang semangat. Salah satu cara agar menumbuhkan semangat melakukannya adalah dengan mengetahui keutamaan-keutamaannya, banyak sekali keutamaan qiyamullail yang di dalamnya termasuk juga tahajud:
Yang pertama: Ibadah di malam hari adalah ibadah yang paling ikhlas dan terhindar dari riya’, karena hanya dia dan Allah yang mengetahui apa yang dikerjakan
Yang kedua: Allah berfirman di dalam surah Al Isra ayat 79:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Artinya: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
Allah akan meninggikan derajat bagi siapa yang mengerjakan amalan qiyamullail .
Yang ketiga: Sepertiga malam terakhir adalah waktu mustajab untuk berdoa, jika seorang hamba berdoa pada waktu ini insyaa Allah akan dikabulkan, ada sebuah hadits mengenai sepertiga malam terakhir. Dalam sebuah hadits termaktub:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَه
“Tuhan kita yang Maha Agung dan Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika telah tersisa sepertiga malam terakhir. Ia berfirman: Siapakah yang berdoa kepadaku, maka aku akan mengabulkannya, Siapa yang meminta kepadaku, maka aku akan memberikannya. Siapa yang memohon ampun kepadaku maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari-Muslim)
Yang keempat: Sepertiga malam terakhir juga merupakan waktu dibukanya banyak sekali pintu kebaikan, Muadz bin Jabal pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku amalan yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka.” Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya kamu bertanya tentang sesuatu yang berat, tetapi hal itu mudah bagi orang yang diberi kemudahan oleh Allah. Kamu menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika mampu menempuh perjalanannya.”
Beliau bertanya, “Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah yang menghapuskan dosa seperti air memadamkan api, dan shalat pada larut malam.” (HR: Ahmad, an-Nasai, Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi)
Yang kelima: Disifati sebagai (نعم الرجل) atau sebaik-baik lelaki, ini termaktub dalam sebuah riwayat Abdullah ibn Umar radhiyallahu anhuma.
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ الرَّجُلُ فِي حَيَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى رُؤْيَا قَصَّهَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَمَنَّيْتُ أَنْ أَرَى رُؤْيَا أَقُصُّهَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَكُنْتُ غُلَامًا شَابًّا عَزَبًا وَكُنْتُ أَنَامُ فِي الْمَسْجِدِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَيْتُ فِي النَّوْمِ كَأَنَّ مَلَكَيْنِ أَخَذَانِي فَذَهَبَا بِي إِلَى النَّارِ فَإِذَا هِيَ مَطْوِيَّةٌ كَطَيِّ الْبِئْرِ وَإِذَا لَهَا قَرْنَانِ كَقَرْنَيْ الْبِئْرِ وَإِذَا فِيهَا نَاسٌ قَدْ عَرَفْتُهُمْ فَجَعَلْتُ أَقُولُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ النَّارِ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ النَّارِ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ النَّارِ قَالَ فَلَقِيَهُمَا مَلَكٌ فَقَالَ لِي لَمْ تُرَعْ فَقَصَصْتُهَا عَلَى حَفْصَةَ فَقَصَّتْهَا حَفْصَةُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللَّهِ لَوْ كَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ قَالَ سَالِمٌ فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بَعْدَ ذَلِكَ لَا يَنَامُ مِنْ اللَّيْلِ إِلَّا قَلِيلًا
Dari Ibnu Umar dia berkata “Apabila ada seseorang yang bermimpi, pada masa Rasulullah ﷺ, maka ia pun akan menceritakan mimpi itu kepada Rasulullah ﷺ hingga saya juga ingin sekali bermimpi dan menceritakannya kepada beliau. Ketika remaja, pada masa Rasulullah, saya pernah tertidur di masjid. Dalam tidur itu saya bermimpi bahwa ada dua malaikat yang menangkap saya dan membawa saya ke neraka yang tepinya berdinding seperti sumur dengan dua tali seperti tali sumur. Ternyata di dalam sumur tersebut ada beberapa orang yang saya kenal dan segera saya ucapkan: Aku berlindung kepada Allah dari siksa neraka. Aku berlindung kepada Allah dari siksa neraka. Aku berlindung kepada Allah dari siksa neraka. Tak lama kemudian, kedua malaikat tersebut ditemui oleh satu malaikat lain dan ia berkata kepada saya “Kamu akan aman”. Lalu saya ceritakan mimpi saya itu kepada Hafshah dan Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik orang adalah Abdullah bin Umar, jika ia berkenan melaksanakan shalat di sebagian malam” Salim berkata, Setelah itu Abdullah bin Umar tidak pernah tidur di malam hari kecuali sebentar.” (Muslim : 4528)
Itulah sedikit gambaran dari qiyamullail, tahajud dan beberapa keutamaannya, tentunya masih sangat banyak keutamaan yang lain yang akan kita ketahui dan rasakan setelah kita melaksanakannya dengan istiqomah. Semoga Allah memberikan kita keringanan dan istiqomah dalam melaksanakan ketaatan. Wallahu a’lam.*/Ilham Akbar Ryant, mahasiswa Al Azhar – Mesir