Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Kisah Griya Yatim dan Dhuafa Merintis Lembaga Sosial Kemanusiaan

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 14 Agustus 2012 10:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sabtu, (11/8/2012) kemarin,Griya Yatim dan Dhuafa (GYD) menggelar seminar akbar dengan tema “Dengan Zakat, Don’t Worry Be Happy” di Masjid Bani Umar, Bintaro. Hadir sebagai pembicara, Ippho Santosa, motivator dan entrepreneur kenamaan. Tujuan seminar ini sebagai sosialisasi kepada masyarakat terutama muzakki bahwa zakat akan menghilangkan kekhawatiran dan menjadikan hidup tentram.

Dalam kesempatan itu, Haryono Direktur GYD menceritakan awal lembaga bantuan kemanusiaan ini berdiri. Bermula dari rasa galau, beberapa pendiri GYD melihat kondisi anak-anak di Kampung Dadap, mereka tergerak untuk berbuat lebih jauh. Di pemukiman kumuh sekitar perumahan Bumi Serpong Damai ini, banyak anak-anak terpaksa putus sekolah atau tidak sekolah karena harus bekerja menyambung hidup dan manfkahi keluarga.

Sejak berdiri tahun 2009, Griya Yatim Dhuafa (GYD) awalnya menampung 9 orang anak. Namun hingga akhir 2009, GYD kemudian berkembang pesat hingga berjuang membina ratusan anak yatim, dhuafa, janda dan lansia melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pemberdayaan.

“Kepercayaan yang terus meningkat dari masyarakat, menjadikan GYD terus meningkatkan kualitas pembinaan serta penyaluran dana ZIS melalui program yang berinduk  lima program utama yaitu pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan dan kemanusiaan,” kata Haryono.

Sejak tahun 2010, GYD telah memiliki empat asrama di antaranya Kampung Dadap, Jl. Elang Raya, Bintaro Jaya, Cibubur dan Kranggan Bekasi. Asrama ini juga disertai pembangunan sistem teknologi informasi untuk peningkatan mutu pelayanan.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

“Hampir seluruh kantor cabang telah tersambung secara online,” ujarnya.

Memasuki tahun 2011, implementasi program GYD mulai difokuskan pada enam induk yaitu Pendidikan, Sosial, Pemberdayaan, Kemanusiaan, Lingkungan dan Wakaf. Daerah di sekitar asrama GYD difokuskan untuk penyaluran yang terintegrasi di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, pelatihan ketrampilan dan pemberdayaan ekonomi secara terpadu.

Dengan bantuan koordinator mustahik sebagai pendamping, KBA (Komunitas Berbasis Asrama) menjadi pusat penyaluran program sehingga lebih terukur dan terkontrol.

Atas inovasi yang dilakukan dalam pola mengasuh dan memberdayakan anak yatim dan dhuafa, GYD mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan ini diberikan kepada GYD sebagai lembaga sosial pertama di dunia yang menggunakan kartu ATM dalam menyalurkan bantuan kepada penerima manfaatnya.

“Hingga kini, GYD telah membina 1967 orang yang tinggal di asrama-asrama yang kami miliki,” jelas Haryono lebih jauh.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nikmatnya Itikaf di Mesjid UI
Tulisan selanjutnya Iktikaf Menjamur di Sepuluh Terakhir Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?