Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Menghadapi Suhu Dingin dan “Ancaman” Pemurtadan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juli 2013 10:47 10:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juli 2013 10:47
Bagikan
Dakwah di Lerang Merbabu
Bagikan

HAWA dingin sangat terasa di lereng Gunung Marbabu. Dinginnya suhu mencapai 19 derajat celsius. Menjelang shalat Isya’  kabut mulai turun mengunjungi ruang-ruang warga. Situasi seperti ini membuat warga yang hendak shalat di harus menggunakan jaket super tebal guna menahan rasa dingin.

“Malam hari di desa ini hawanya dingin sekali,” ujar Ustad Sarjono, da’i pesantren Masyarakat Merapi Merbabu yang hari-harinya dihabiskan berdakwah di dusun nan sunyi, cocok dengan nama kampungnya, Desa Sepi, Kecamatan Seloe, Boyolali.

Di dusun ini hanya ada sebuah masjid. Itupun kurang terurus dengan baik.  Menurut Sarjono, lebih kurang setahun ini nyaris tidak ada kegiatan.

“Aktivitas  dakwah di dusun yang terletak di lereng Merbabu dan Merapi ini sudah lama mati, bahkan dakwah sempat sirna seiring dengan meningkatnya kegiatan misionaris. Masjid Al Ikhlas  sudah lama vakum tidak  ada kegiatan ibadah, Alhamdulillah sejak dua bulan lalu para da’i sering mengunjungi dusun ini dan kembali menghidupkan kegiatan masjid,” ujarnya.

Keluar dari Islam

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

Dari informasi sesepuh masyarakat , pasca erupsi hebat gunung merapi  yang  mengakibatkan warganya Desa Sepi, Kecamatan Seloe, Boyolali mengungsi. Tak hanya ditinggalkan para penduduknya, di tempat ini juga melahirkan cerita kelam. Di mana banyak penduduk setelah musibah itu berpindah agama.

“Pada tahun 2010 lalu, masyarakat di sini hampir semua murtad, berpindah agama,” ungkar Sarjono. Dari 48  KK waktu itu, hanya empat yang masih bertahan pada agama Islam.

Pasca musibah erupsi gunu Merapi, kelompok-kelompok misionaris masuk  melalui bantuan kemanudiaan. Mereka menawarkan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. “Mereka datang memberi bantuan sekaligus penawaran untuk berpindah agama kepada masyarakat,” ujar Sarjono.

Bahkan untuk mempertahankan masyarakat agar terus memeluk agama pendatang itu, mereka langsung membangun  dua pusat peribadatan.

“Di sini sudah ada dua gereja, dan akan tambah lagi,” tutur Sarjono.

Bukan hanya membangun fisik rumah Ibadah, tapi juga mengirim penyiar agama untuk memberi  pembahaman pada masyarakat.

Menurut Sarjono, keadaan ini rupanya lebih mudah bagi mereka. Maklum, masyarakat yang mayoritas petani sayur ini sebelumnya masih kental dengan ritual-ritual Kejawen dan hal-hal berbau mistis dan syirik.

Bahkan meski mengaku beragama Islam, mereka lebih mengutamakan ritual Kejawen daripada melakukan ibadah wajibnya dalam Islam,”  ujar Sarjono.

Namun pasca banyaknya kunjungan para dai, dua bulan ini suasa warga penduduk Sepi nyaris berubah. Satu-persatu penduduk yang dulunya murtad kini kembali merengkuh hidayah. Masyarakat Muslim telah kembali menjadi mayoritas di desa ini, sisanya tinggal 7 KK masih mengikuti agama baru.

Ramadhan di Desa Sepi masih tetap berlangsung semarak, meskipun harus melawan hawa dingin yang menusuk tulang. Masyarakat menyambut bulan istimewa ini dengan antusias.

Shalat tarawih selalu dipadati kaum Muslimin. Mereka datang  memenuhi  ruangan masjid meski pembangunannya belum jadi.   

Minim Sarana Ibadah

Di Desa Sepi telah berdiri masjid sumbangan masyarakat Muslim, namun hingga kini pembangunanya belum tuntas seratus persen. Satu yang sangat diperlukan warga Muslim adalah keberadaan tempat wudhu, WC dan kamar mandi.

“Di sini belum ada tempat wudhu, jadi kalau mau bersuci harus berjalan beberapa ratus meter dulu baru mendapatkan air,” ungkap Sarjono.

Di bulan penuh berkah ini, Sarjono berharap ada sebagian kaum Muslim sempat mengulurkan tangannya.

“Semoga ada di antara saudara kami bisa ikut meraih pahala dengan ikut andil dalam syiar ini, “ ujar Ustad Sarjono sembari memberi nomor kontaknya 085741152955.*/Samsul Bahri

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahgunung MerbabuMerapimisionarispemurtadan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan Rawan Penipuan Via Telepon-SMS
Tulisan selanjutnya Ahmadinejad Kunjungi Tempat Suci Syiah di Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?