Hidayatullah.com– Mengisi bulan Ramadhan 1437, Yayasan Al-A’raaf Bulukumba menggelar Daurah Ramadhan di Masjid Hidayatullah, Dusun Padang Monro, Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, Sabtu, 13 Ramadhan 1437 H (18/06/2016).
Daurah yang berisi materi Fiqh Ramadhan, kajian keislaman dan kepemimpinan itu terselenggara dengan bekerjasama tim Safari Ramadhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al-A’raaf, Irwan Ibrahim, menyatakan bersyukur atas digelarnya kegiatan itu. Ia berharap hal tersebut bisa dilakukan secara kontinyu, tak hanya di bulan Ramadhan.
“Kami berhajat agar pembinaan keislaman ini bisa berlanjut untuk menambah pencerahan dan semangat berislam serta berdakwah,” ucap Irwan.
Di hadapan 70 orang peserta, ustadz Mardhatillah, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel menjelaskan adanya tiga jenis karunia nikmat yang dirasakan oleh manusia.
Yaitu nikmat harta sebagai nikmat terendah, nikmat hidup, dan nikmat hidayah bagi orang beriman.
Menurut Mardhatillah, sangat merugi orang beriman jika nikmat hanya dipakai untuk mengejar dan mengumpulkan nikmat harta di dunia dan terlalaikan dari petunjuk agama.
Sebagaimana kecelakaan terbesar jika nikmat hidayah sebagai nikmat termahal, justru ikut ditukar dan dijual sekadar untuk mendapatkan nikmat harta dunia.
“Jadi rugi orang itu kalau lalai dari keuntungan berkah Ramadhan hanya gara-gara mengejar keuntungan materi di bulan puasa ini,” tegas Mardhatillah.
“Yang benar itu manfaatkan harta bahkan jiwa manusia untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas nikmat hidayah, khususnya di bulan Ramadhan ini,” lanjut Mardhatillah.
Untuk diketahui, tim Safari Dakwah Ramadhan sudah bergerak sejak awal Ramadhan lalu dengan rute yang dibagi sesuai wilayah atau zona yang ada.
“Kali ini rutenya dimulai Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, hingga Bulukumba,” ujar Sumaryadi, peserta tim safari.
Disebutkan sepulang dari Bulukumba, tim safari dakwah akan menyisir Soppeng, Wajo, Bone, Enrekang, Pare-Pare, serta Sidrap.
Sedang di awal Ramadhan rombongan berkunjung ke wilayah Luwu Raya dan berakhir dengan kegiatan i’tikaf di Wawondula, Luwu Timur.*