Hidayatullah.com– Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta seluruh elemen di Kota Depok, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat Kota Depok untuk menjaga suasana Bulan Suci Ramadhan 1438 H degngan dengan tidak makan, minum dan merokok di tempat umum dan terbuka.
“Kita harus menjaga kekhusyukan dan menghormati bulan suci Ramadan tahun 1438 H/2017 M dengan saling menghargai. Salah satunya tidak makan, minum dan merokok di tempat umum dan terbuka,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris di Balaikota, Selasa (30/05/17) kemarin.
Idris menambahkan, seluruh ASN dan lapisan masyarakat agar dapat aktif mendukung peningkatan kegiatan keagamaan secara terpadu dan terarah, antarlembaga keagamaan dan organisasi masyarakat.
“Bagi seluruh umat Muslim Kota Depok senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan melaksanakan ibadah puasa dan amaliah Ramadhan yang lain. Seperti, salat 5 waktu dan tarawih berjemaah di masjid, tadarus Alquran, serta menyisihkan sebagian harta melalui infak, sedekah dan zakat,” tambahnya.
Tak lupa, alumni Pondok Pesantren Modern Gontor tersebut juga berharap, agar semua pihak dapat menciptakan kondusivitas, keamanan dan kenyamanan serta pengawasan terhadap segala bentuk kegiatan yang dipandang dapat mengganggu kesucian bulan Ramadan.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan kita semua dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan ini. Jika ada kegiatan yang disinyalir akan mengganggu ibadah, segera laporkan kepada RT/RW setempat maupun pihak kepolisian,” tutupnya.
Mohammad Idris berpesan bulan Ramadan justru momentum dalam meningkatkan etos kerja. Menurutnya, ada korelasi yang sangat besar antara puasa Ramadhan dan etos kerja.
“Etos berarti semangat menapaki nilai-nilai kebenaran. Puasa yang dilakukan dengan benar-benar mengharap derajat takwa di sisi Allah akan melahirkan etos kerja yang baik dan maksimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, di antara makna puasa yang lain adalah melatih untuk menahan makan, minum, dan melatih kesabaran. “Puasa menciptakan kejujuran. Urusan puasa adalah perihal kita dengan Sang Khalik. Tidak ada yang tahu kita berpuasa atau tidak, selain diri kita sendiri dan Allah,” ungkapnya.*