Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Dicari Wanita shalihah di Sepertiga Malam Terakhir (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2013 08:58 8:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Oktober 2013 08:58
Bagikan
Bagikan

MENGINGAT kisah Nabiullah Yusuf ‘Alaihissalam, siapapun pasti akan terkesima.  Pertama, ia sosok yang diberi Allah ketampanan yang tiada duanya, hingga mampu membuat siapapun wanita tak menyadari hingga melukai tangannya saat memandangnya. Hal yang sampai kini tak pernah terjadi lagi di belahan bumi manapun.

Sekaligus menunjukkan bahwa setelah Nabi Yusuf tak lagi ada pria yang diciptakan Allah serupawan dengannya.

Kedua, keimanan seteguh baja yang sangat terjaga meski digoda dan dicintai wanita teramat cantik seperti Zulaikha. Hal yang amat jarang dijumpai pria zaman sekarang.

Pria zaman ini digoda wanita cantik, kaya pula langsung “klepek-klepek” tak peduli meski nilai sosial melarangnya. Bahkan menjadi angkuh dan merasa hebat dengan sedikit ketampanan yang dianugerahi Allah walau tak ada apa-apanya dibandingkan kerupawanan nabi Yusuf. Maka jadilah wajah tampan dimanfaatkan untuk menjerat wanita, tak peduli meski mungkin sang wanita sudah bersuami.

Demikian juga dengan para wanita, khususnya yang berstatus istri, banyak yang akhirnya meniru perilaku Zulaikha. Jatuh cinta pada pria yang bukan suaminya lalu tergoda dan menggoda. Maka menjadi hal yang lumrah ketika angka perselingkuhan menjadi begitu tinggi di negeri kita yang mayoritas muslim. Perselingkuhan apa pun latar belakang penyebabnya, baik masalah ekonomi, tergoda pasangan idaman lain, atau pergaulan bebas semua hanya bermuara pada satu hal, yaitu memperturutkan hawa nafsu. Menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Andai masing-masing individu mengekang syahwatnya, memastikan segala hal tetap pada relNya, maka mustahil perselingkuhan terjadi. Andai setiap pribadi setia padaNya, maka tak mungkin akan pernah ada yang namanya selingkuh. Tidak akan pernah ada istri yang mengkhianati suaminya. Pun tidak akan pernah ada seorang laki-laki yang bercinta bukan dengan istrinya.

Belum lagi dengan perilaku berpakaiannya. Sudah bukan pemandangan yang asing lagi, berbaju ketat, terang, pendek, mini, menutup aurat tapi seperti telanjang telah menjadi pilihan mayoritas cara berpakaian wanita. Begitu kuatnya pengaruh budaya di luar Islam merasuki gaya hidup. Mulai dari serbuan Amerika style, Eropa style hingga yang lagi booming-booming nya sekarang Korea style.

Aturan Islam yang indah tentang tata cara berpakaian sirna, menguap entah ke mana. Mengaku Islam tapi tak mau menjalankan aturan dalam Islam. Mengaku cinta Allah, tapi ogah mengikuti aturanNya.

Padahal dalam Islam sudah sangat jelas tentang tata cara berpakaian di luar rumah atau kala ada pria non muhrim yaitu :

Pertama, menutupi seluruh tubuh, selain yang dikecualikan, yaitu muka dan telapak tangan.

Kedua, memakai jilbab dan kerudung sampai dada. Al-Qur’an surat An Nuur ayat 31: وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ  “Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung hingga ke dadanya.” 

Demikian juga  Allah berfirman; يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: Al Ahzab : 59)

Ketiga, tidak tipis sehingga terlihat kulit dan bayangan tubuh dibaliknya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah pernah memberi Usamah bin Zaid Qubthiyyah (pakaian dari katun yang tipis) yang kasar. Tetapi Usamah tidak memakai dan ia memberikan pada istrinya. Nabi bersabda, “Suruhlah ia memakai baju rangkapan  didalamnya, agar tidak terlihat lekuk-lekuk tulangnya.”

Keempat, tidak ketat sehingga tergambar jelas bentuk tubuhnya. Busana ketat walau tidak tipis akan memperlihatkan lekuk tubuh wanita, misalnya bentuk pinggul, dada, bokong dan sebagainya. Meskipun berpakaian dan menutup rambut, sebenarnya ia tetap saja telanjang. Busana mode ini akan lebih membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah.

Nabi bersabda, ” Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

Kelima, tidak menyerupai pakaian laki-laki, yang dimaksud adalah larangan menyerupai laki-laki secara keseluruhan. Bukan hanya kesamaan dalam satu potongan pakaian saja misalnya celana panjang yang bisa dikenakan oleh pria atau wanita.

Keenam, tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir, misalnya busana muslimah yang menyerupai baju biarawati.

Ketujuh, tidak dimaksudkan untuk pamer atau menarik perhatian laki-laki, agar tujuannya untuk melindungi muslimah dari gangguan dapat tercapai.

Jika muslimah mengabaikan ketentuan Islam dalam berpakaian sehari-hari, maka pria yang secara fitrahnya tertarik dengan keindahan wanita lah yang akan menjadi ” korban pertama” andai tak maksimal ghodul bashar.

Padahal sedikit sekali pria yang bisa seperti nabi Yusuf dalam menjaga keimanan. Teramat sedikit pria istimewa yang cintaNya tulus pada Sang Maha Perkasa. Amat langka pria yang tidak mempan tergoda wanita. Amat jarang pria yang memilih naunganNya disaat tak ada naungan selainNya.

“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: 1. Pemimpin yang adil 2. Pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ‘ibadah kepada Rabbnya 3. Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid 4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali karena Allah 5. Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’ 6. Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya 7. Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 620 dan Muslim no. 1712).*/Naila Ridla, MSi. Penulis adalah pegiat CIIA Devisi Kajian Sosial Budaya

bersambung ke ARTIKEL “Susahnya mencari Pria Sekuat Nabi Yusuf”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:auratislamjilbabMuslimahNabi Yusuf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengaruh Penguasa Tiran dan Pengalaman Hilangnya ’Adab’ di kawasan Asia Tenggara (3)
Tulisan selanjutnya Bertemu Menteri Haji Saudi, Menag beri Masukan untuk Haji Tahun Depan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?