Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Semoga Jokowi Tak Mudah “Disetir” Taipan China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2014 08:26 8:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Oktober 2014 08:26
Bagikan
Wakil Ketua Komisi Tetap Kongres Rakyat China (Tiongkok) Yan Junqi
Bagikan

PASCA pelatinkan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, puluhan tokoh dan pemimpin luar negeri menyampaikan ucapan dan mendatangi presiden RI ketujuh ini. Di antaranya Di antaranya Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Hari Selasa, (21/10/2014), Wakil Ketua Komisi Tetap Kongres Rakyat China (Tiongkok) Yan Junqi menyambangi Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka sekitar pukul 14.00 WIB didampingi beberapa stafnya.

Pertemuan yang dilakukan di ruang tamu Istana Merdeka itu tidak berlangsung lama. Pada pukul 14.19 WIB, keduanya tampak keluar dari ruangan pertemuan tanpa memberikan komentar apapun kepada awak media. (CNN Indonesia, Selasa, 21/10/2014 14).

Di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar kedua Indonesia dengan volume perdagangan mencapai US$66,2 miliar tahun lalu, empat kali lipat lebih besar ketimbang tahun 2005.

Dikendalikan Taipan?

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Bulan Maret, tepatnya Kamis (13/3/2014) malam sebelum dimulai pencalonan Jokowi, sekitar 60 pengusaha menemui Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan menerima kedatangan sekitar 60 pengusaha di Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Acara ini digelar berdasarkan permintaan para pengusaha yang bergerak di berbagai bidang tersebut. Awalnya ada sekitar 75 orang, namun belakangan yang datang sekitar 60 orang.

“Kalau mau nyumbang, kita sampaikan aturannya, batas maksimalnya, nomor rekening partai juga diberikan. Kami berpikir positif saja, kalau mau datang kan mau membantu,” ujar Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Tjahjo Kumolo.

Ratna Sarumpaet bahkan pernah mengatakan, biaya blusukan dan kampanye yang dilakukan Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi dipengaruhi oleh konglomerat Indonesia yang pernah dekat mantan presiden AS, Bill Clinton, James Riady. [Baca: Ratna Sarumpaet menilai biaya Blusukan dan Kampanye Jokowi dibiayai James Riyadi]

Bahkan secara mengejutkan, Ketua Balitbang PDI-P, Kwik Kian Gie mengungkap dengan terang-terangan agar PDI menjawab hubungannya dengan 9 Taipan China.

“Mumpung ada Tim Rumah Transisi, saya benar-benar prihatin dengan kabar-kabar bahwa Pak Jokowi dikepung 9 Taipan.Orang-orang kaya yang mengendalikan. Dan kabar ini menyebar sangat luas. cuma tidak ada yang mengatakan, biarlah saya yang mengatakan.Bukan karena apa-apa,karena kecintaan saya. Tolong dijawab dengan fakta-fakta bahwa itu tidak betul. Karena kabar ini meluas,” ujarnya dalam acara Indonesia Laywer Club (ILC) di TVOne 21 Oktober 2014 bertema “Jokowi JK Mencari Menteri Yang Bersih”.

Kwik bahkan mengutip keterlibatan pengusaha Grup Gemala, Sofjan Wanandi dengan Jokowi. Pengusaha bernama asli Liem Bian Koen ini pernah tercatat sebagai status tersangka pada tanggal 15 Februari 1999 berkaitan dengan kasus kredit macet senilai 26 juta dollar AS dari Bank Negara Indonesia (BNI) 1946, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Bumi daya (BBD).

“Lalu apa peran Sofyan Wanandi? Memang dia Ketua APINDO. Mengapa harus muncul di mana-mana? Justru itulah para Taipan ini mempunyai pengaruh besar.Karena itu saat ini orang mulai was-was, akan jadi apa kabinet ini. Apa betul seprerti dijanjikan akan jujur dan memberantas korupsi,” tambahnya Kwik.

Seperti diketahui, Liem Bian Koen atau Sofyan Wanandi dari Jusuf Wanandi (politisi senior dan pendiri CSIS (The Centre for Strategic and International Studies) yang pada tahun 1970-an dikenal dekat pemerintah Orde Baru dan ditengarai kajiannya menjadi rujukan untuk meminggirkan umat Islam di pentas kekuasaan dan politik.

Menjelah Pemilu presiden, hari Sofjan termasuk orang yang sibuk mendukung Jokowi.

“Kita melihatnya optimistis, pengusaha optimistis jika beliau memimpin,” kata Sofjan di sela-sela acara “Pemaparan Platform Ekonomi Jokowi-JK” yang diselenggarakan oleh Kelompok Profesional Pendukung (KKP) Jokowi-JK di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Pada hari Kamis (26/6/2014) Sofjan Wanandi dan para pengusaha menyatakan bergabung dengan Relawan Harmoni mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Jusuf Kalla di Hotel Sahid Jaya.

Meski Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, tak ada tanda-tanda Jokowi mendekatkan atau menunjukkan kedekatan pada pengusaha Muslim atau Timur Tengah. Sebaliknya, justru lebih mendekat ke Tiongkok.

Ketika pertama kali Indonesia merdeka. Negara asing pertama kali yang mendukung dan mensupport justru Palestina dan Mesir. Sekarang nampaknya terbalik.

Apa benar ini tanda Indonesia ke depan lebih dengan dengan China dan para Taipan?

Umi Maulana
Sidoarjo Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaJames RiadyJoko widodoJokowi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dalang Di Balik acara “Ruwatan” Amien Rais Diduga Bukan Muslim
Tulisan selanjutnya Pemateri Seminar Religi STIEHID: Jangankan Politik, Buang Hajat aja Diatur Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?