Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Referendum Kurdi Merdeka dan Perpecahan Politik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 September 2017 12:42 12:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 September 2017 12:38
Bagikan
Israel dan Kurdi Iraq: AS dan Israel, dua negara yang bersemangat memecah Kurdi Iraq memisahkan diri
Bagikan

Oleh: Arwa Ibrahim

 

Di saat etnis Kurdi di Iraq utara bersiap untuk memberikan suara mereka pada referendum kemerdekaan pada Senin, pemungutan suara kontroversial itu telah menunjukkan perpecahan yang mengakar kuat dalam populasi Kurdi di negara tetangga Turki itu.

Sementara opini publik etnis Kurdi di Turki dianggap sangat mendukung proses yang berlangsung  di sepanjang perbatasan di wilayah semi-otonomi Kurdi Iraq, kecenderungan kelompok-kelompok politik Kurdi dan pergerakannya di negara itu kurang jelas.

Meskipun belum ada pemungutan suara yang dilakukan untuk mengukur tingkat dukungan rakyat di Turki mengenai referendum Kurdi, banyak etnis Kurdi, khususnya mereka yang tinggal di tenggara, telah menunjukkan dukungan terhadap langkah tersebut.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Saat ini masalah tersebut dapat membawa ke permukaan persaingan politik internal Kurdi yang sebagian besar tidak aktif sejak runtuhnya proses perdamaian Kurdi pada 2015 dikarenakan gelombang pengeboman, serangan-serangan oleh militan Partai Pekerja Kurdi (PKK), dan serangan brutal untuk menumpas pemberontakan oleh pasukan keamanan Turki di tenggara negara itu.

 Baca: Israel Manfaatkan Kurdistan, Turki Tidak Gentar

Pada bulan Juli, faksi-faksi pro-referendum Kurdi melancarkan sebuah kampanye, inisiatif dukungan, untuk melobi tokoh-tokoh politik domestik dan luar negeri agar mendukung pemungutan suara itu dan ide mengenai Kurdi independen yang melepaskan diri dari pemerintahan Iraq.

Inisiatif itu didukung oleh enam partai tradisional Kurdi – Partai Kebebasan Kurdi (PAK), Partai Demokrasi Kurdi (KDP-Bakur) yang berganti nama menjadi Platform Demokrasi Kurdi (KDP) setelah partai itu secara resmi terdaftar pada 2013, Gerakan Azadi (AM), Partai Demokrasi Kurdi Utara (NKDP), Partai Kebebasan dan Sosialisme dan Partai Sosialis Kurdi (PSK), serta tujuh tokoh independen.

Meskipun kebanyakan dari partai-partai ini didirikan beberapa tahun yang lalu – dan beberapa dari mereka telah dianggap ilegal oleh negara – mereka telah gagal meloloskan 10 persen batas di pemungutan suara bertujuan untuk memasuki parlemen. partai-partai ini telah mengejar independensi atau sebuah federasi Turki-Kurdi melalui “cara-cara resmi dan politik yang damai” dari pada melakukan kekerasan atau mengangkat senjata.

Tetapi yang patut diperhatikan ialah absennya Partai Rakyat Demokratis (HDP) di daftar itu, saat ini partai pro-Kurdi terbesar di parlemen Kurdi, yang hanya menunjukkan dukungan aktif kecil pada referendum itu. Para pemimpin partai itu telah mendekam di penjara sementara lusinan anggota parlemen mereka telah pula ditangkap atau dilucuti kursi mereka karena dugaan memiliki hubungan dengan separatis bersenjata.

Dan sementara para promotor kampanye pro-referendum telah bertemu dengan tokoh-tokoh oposisi Turki dan kelompok masyarakat sipil, tawarannya untuk melakukan pertemuan dengan perwakilan pemerintah sejauhnya telah gagal.

Baca:Israel Cemas Pengaruh Turki di Jerusalem Timur

Meskipun begitu Sertac Bucak, Ketua KDP, mengatakan pada Middle East Eye (MEE) bahwa kampanye tersebut telah membantu meningkatkan kesadaran publik tentang referendum dan meningkatkan profil partai-partai yang terlibat.

“Meskipun panggilan kami pada AKP untuk bertemu sejauh ini dijawab, program partai politik ini bertujuan untuk mengurangi ketakutan di pemerintah Turki terkait sebuah negara independen Kurdi dan untuk meningkatkan dukungan dari negara-negara Barat karena referendum itu hanya menerima sedikit dukungna internasional,” kata Bucak.

Program partai itu berupa pembagian selebaran dan tulisan-tulisan dalam basaha Turki dan Kurdi untuk semua anggota parlemen Kurdi di parlemen Turki, apapun partai afiliasi mereka, agar mendukung referendum, katanya.

“Kami menjelaskan pada mereka mengapa kami mendukung referendum, yang mereka seharusnya hargai hasilnya karena setiap negara memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri, yang ini sejalan dengan hukum internasional, bahwa saudara kita di selatan memiliki hak, juga, dan bahwa ini harus diakui secara internasional,” Vahit Aba, seorang aktivis PAK di program itu, mengatakan pada Al-Monitor.

Meskipun enam partai itu relatif tidak signifikasn sejak pendiriannya HDP pada 2012 dan masuknya ke parlemen setelah mendapatkan 13,2 persen dari pemungutan suara di pemilihan umum 2015, para analis mengatakan program mereka telah membantuk mereka mendapatkan sejumlah relevansi di panggung politik Turki-Kurdi.

Vahap Coksun, asisten profesor politik Turki-Kurdi di Universitas Dicle, mengatakan pada MEE: “Meskipun terbatasnya potensi pemungutan suara enam partai yang membentuk kebijakan itu, program inisiatif telah mendapatkan legitimasi yang kuat dan telah memiliki dampat signifikan terhadap opini publik karena referendum dianggap sebuah masalah nasional dan bersejarah yang diharapkan semua orang [Kurdi].”

Namun, dia yakin bahwa program tersebut tidak akan meningkatkan basis pemilih melebihi HDP.

“Kampanye-kampanye yang mendukung referendum disambut dan dipuji oleh publik, tetapi ini hal positif ini tidak lantas menjadi dukungan politik [untuk partai-partai dibalik program itu],” Coksun menjelaskan.*>>> Klik (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:KurdiKurdi IraqMarxisme-LeninismePartai Buruh KurdiPartai Buruh KurdistanPartiya Karkerên KurdistanêPKKPresiden Recep Tayyip ErdoganTurkiYPGZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Drone AU Inggris Bunuh Penembak Jitu Daesh di Suriah
Tulisan selanjutnya Santri Hidayatullah Gelar Nobar Film G30S/PKI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?