Hidayatullah.com–Ini adalah tindakan Presiden Turki pada malam itu – yang bisa dikatakan alasan gagalnya kudeta.
Presiden pertama yang terpilih secara langsung Recep Tayyip Erdogan juga merupakan orang yang paling dicari pada malam itu.
Dalang dibalik kudeta ingin merebut kekuasaan dengan menggulingkan sang Presiden dan pemerintahannya. Para pelaku kudeta menyerbu hotel sementara yang lain mengacaukan pesawat jetnya. Ini mengindikasikan bahwa mereka akan menculik Erdogan atau membunuhnya.
“Apa yang dimaksudkan untuk terjadi akan terjadi. Kita sudah menggenakan kain kafan kita,” Erdogan mengatakan pada orang-orang disekitarnya pada malam itu.
Apa yang akan terjadi di Turki jika mereka berhasil – jika Erdogan berhasil diculik atau dibunuh? Akankah kudeta dikalahkan?
Kami serahkan jawabannya pada Anda?
Baca: Warga Turki Adakan Peringatan Dua Tahun Kudeta yang Gagal .
Di mana Erdogan malam itu?
Erdogan saat itu sedang berlibur dengan keluarganya di resor tepi pantai selatan Marmaris di Provinsi Mugla, Turki.
Bersamanya juga hadir Berat Albayrak, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki. Istri Albayrak merupakan anak perempuan Erdogan, Esra Albayrak.
Keluarga itu berada di sebuah kediaman pribadi yang berlokasi di dalam komplek Hotel Turban.
Kediaman itu telah digunakan oleh seorang teman lama Erdogan, politisi dan pebisnis Ibrahim Yazici sebelum dia meninggal pada tahun 2013. Anak laki-lakinya, Serkan Yazici saat ini yang memiliki kediaman tersebut.
Apakah lokasi Erdogan diketahui?
Serkan Yazici mengatakan keberadaan Erdogan tetap dirahasiakan sejak kedatangannya dan lima hari hingga kudeta terjadi.

Erdogan telah memutuskan untuk pergi ke Marmaris dengan helikopter yang tidak memiliki tAnda kepresidenan. Dia menginginkan liburan yang jauh dari mata publik.
Rumor dengan cepat tersebar setelah kedatangannya bahwa Presiden sedang berada di Marmaris – namun hanya sedikit orang yang mengetahui di mana tepatnya dia berada. Harian Turki, Sozcu, mempublikasikan laporan mengenai lokasi Erdogan. Hingga saat itu, tidak ada yang mengetahui dia ada di kota tersebut.
Baca: Di Balik Kudeta terhadap Erdogan, Ujian Stabilitas Politik Turki
Kapan dan bagaimana dia mengetahui tentang usaha kudeta?
Sekitar jam 9.30 malam, Erdogan menerima panggilan telepon dari saudara iparnya, Ziya Ilhen. Erdogan mengatakan dia sepenuhnya tidak mengetahui upaya kudeta hingga panggilan telepon itu.
“Sesuatu sedang terjadi di Beylerbeyi. Ada rumor bahwa para tentara sedang berpatroli di Jembatan Bosphorus dan melakukan pengecekan identitas,” Ilgen memberitahu Erdogan. Setelah pembicaraan telepon itu, Erdogan menelepon MIT, Kepala Organisasi Intelejen Nasional Hakan Fidan, serta kepala angkatan bersenjata, Jenderal Hulusi Akar.
Namun tidak ada satupun dari mereka yang bisa dijangkau.
Dia mengerti sesuatu yang tidak diinginkan sedang terjadi, namun dia tidak tahu sejauh mana situasinya.
Sekjen Partai AK Abdulhamit Gul kemudian menghubungi Albayrak dan Erdogan mengetahui bahwa jet-jet militer sedang terbang rendah di atas Ankara.
Sekitar pukul 10.00, Erdogan dapat menghubungi Fidan.
“Saya dapat menghubungi Fidan sekitar pukul 10.00 malam. Dia memberitahuku informasi kasar tentang situasinya,” Erdogan mengatakan pada jaringan A Haber. *** (BERSAMBUNG)