Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Safih

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 2 April 2017 07:08 7:08 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 2 April 2017 07:08
Bagikan
ILUSTRASI
Bagikan

SELAIN ‘jahil’, kata ‘safih‘ juga ditemui dalam al-Qur’an untuk menggambarkan sifat bodoh manusia.

Secara umum konotasi keduanya tak berbeda, mengandung pengertian pendeknya akal atau ketidakmengertian manusia pada satu persoalan.

Merujuk kepada bahasa asalnya, kata ‘safih‘ (orang yang bodoh) memiliki kata kerja ‘safiha-yasfahu’ yang berarti bodoh. Sedang kata dasarnya (mashdar) ‘safhan’ atau ‘safaahatan’ bermakna kebodohan. Adapun bentuk jamaknya (plural) adalah ‘sufaha`u’ atau orang-orang yang bodoh.

Dalam kamus Mu’jam al-Wasith, safih adalah orang yang menyia-nyiakan hartanya, berlaku boros dan buruk kelakuannya. Sedang dalam kamus Mukhtar ash-Shihah, safih disebut lawan kata dari bijak (hilm).

Ibn Mazhur berkata, safih ialah orang yang sedikit rasa bijak (khiffah al-hilm) atau tidak punya kebijaksanaan. Safih juga nama lain dari jahil atau orang bodoh (Lisan al-Arab, 2003 versi online).

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Baca: Kebodohan yang Berlapis

Al-Qur’an sendiri memuat beberapa derivasi (turunan kata) ‘safih‘ yang tersebar di berbagai ayat dan surat.

Bedanya, ada yang disebut bodoh dalam urusan dunia, ada juga yang bodoh karena pemahaman mereka yang dangkal tentang agama dan syariat Allah.

Untuk urusan dunia, bisa dilihat dalam firman Allah:

وَلا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ …

“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta…”  (QS. An-Nisa [4]: 5).

Sedang bodoh dalam agama, disebutkan misalnya, dalam firman Allah:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُواْ كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُواْ أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاء أَلا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاء وَلَـكِن لاَّ يَعْلَمُونَ

“Apabila dikatakan kepada mereka: Berimanlah kalian sebagaimana manusia beriman. Mereka berkata: Adakah kami akan beriman layaknya orang-orang bodoh yang beriman? Sesungguhnya, merekalah orang-orang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 13).

Melalui ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) menanggapi ejekan itu dengan membungkam, bahwa yang mengolok itulah yang layak dikatakan bodoh.

Bukan sebagaimana sangkaan dan ejekan mereka kepada seorang Muslim yang dianggap safih hanya karena orang-orang tersebut percaya dan yakin kepada Allah dan Hari Akhir.

Lebih jauh para ulama lalu memberi pengertian tentang makna daripada kata ‘safih‘ tersebut.

Ahli tafsir Ibnu Katsir menyebut, safih adalah orang yang lemah pendapatnya, sedikit pengetahuannya tentang maslahat dan mudharat dalam kehidupannya dunia dan Akhirat.

Senada, Abdurrahman Nashir as-Sa’di, mufassir lainnya menjelaskan, kebodohan manusia tentang kebaikan bagi dirinya dan usahanya menjauhi keburukan dalam kehidupan.

Baca: Ketika Ada yang Menyebut Anda Bodoh

Menguatkan di atas, al-Kafawi (wafat 1094 H), pengarang ensiklopedia al-Kulliyat,  mengurai panjang lebar dengan menerangkan 13 karakter sekaligus yang menyertai orang safih tersebut.

Yaitu, zhahir jahli (kebodohan yang jelas), adim al-aql (tiadanya akal pikiran), khafif al-lubb (rendahnya nalar), dha’if ar-ra’yi (lemahnya pendapat), radi`u al-fahm (buruknya pemahaman), mustakhiffu al-qadr (miskin kemampuan), sari’u adz-dzanb (cepatnya berdosa), haqir an-nafs (hinanya diri), makhdu’u asy-syaithan (terpedaya oleh setan), asir ath-thugyan (budak penguasa), da`im al-ishyan (seringnya bermaksiat), mulazim al-kufran (dekat dengan kekufuran), la yubali bima kana wa la bima huwa kain au saufa yakunu (tak peduli dengan masa lalu, masa sekarang, apalagi masa depannya).

Roda kehidupan manusia seolah jadi cermin utuh bagi orang beriman dalam memperjuangkan keimanannya.

Sebab tak sedikit di antara mereka menjadi korban bully oleh orang-orang kafir dan munafik hanya karena keimanan dan keislaman mereka.

Hingga akhir zaman ini, ejekan dan celaan itu kian membadai, tak henti menerpa dan menerjang orang beriman.

Baca: Hindari Dua Kejahilan Membahayakan

Khusus di negeri ini, apalagi dengan bergulirnya kasus penista agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta, belakangan.

Kini orang-orang yang menampakkan keislaman harus rela dibully dengan gelar-gelar buruk di media dan jejaring sosial.

Mereka dikatai dengan umpatan orang bodoh, kaum bumi datar, emosional, tidak berpikir, preman berjubah, pasukan nasi bungkus, dan puluhan celaan lainnya.

Padahal kata Allah, justru merekalah yang bodoh, merekalah yang tak mengerti akan hakikat kehidupan dunia ini.

Merekalah yang tak menyadari ajaran Islam dan hakikat mereka selaku hamba Allah.*

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bodohjahilkebodohankejahilansafih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Diminta Tidak Berpihak dalam Kontestasi Pilkada Jakarta
Tulisan selanjutnya Dukung Ahok, Politisi Senior PPP Sebut Kedua Kubu Partai Menghamba Kekuasaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?