Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina TerkiniRagam

42 Tahun Pembantaian Sabra dan Shatila

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 September 2024 08:30 8:30 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 September 2024 08:45
Bagikan
16 September menandai 42 tahun (1982) ketika 3000 ribuan warga Palestina dibantai secara brutal di kamp pengungsi Sabra dan Shatilla oleh milisi palangis Lebanon
Bagikan

Meski Komisi Kahan tahun 1983 menemukan Ariel Sharon bertanggung jawab atas pembantaian yang menewaskan lebih 3.000 orang Palestina, ia tetap dipilih jadi PM ‘Israel’

Hidayatullah.com | TANGGAL 16 September menandai hari di tahun 1982 ketika ribuan warga Palestina dibantai secara brutal di kamp pengungsi Sabra dan Shatilla di Lebanon; sebuah kekejaman yang dianggap sebagai salah satu yang paling keji dalam sejarah modern.

Setelah mengepung dan membombardir daerah tersebut selama berhari-hari, milisi palangis Lebanon yang didukung penjajah ‘Israel’ menyerang, menewaskan sedikitnya 3.000 pengungsi Palestina dan warga sipil Lebanon.

Setelah pengepungan kedua kamp tersebut pada tanggal 15 September, tentara ‘Israel’ di bawah komando Ariel Sharon menerangi langit dengan suar saat milisi Lebanon bersenjata memasuki kamp tersebut melalui garis tentara ‘Israel’ dan mulai membunuh siapa saja yang menghalangi jalan mereka, tanpa memandang apakah mereka orang tua, wanita, atau anak-anak.

Mereka juga masuk ke rumah sakit kamp dan membunuh perawat, dokter, dan pasien yang melarikan diri dari pembantaian tersebut.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Today marks the 42nd anniversary of the Sabra and Shatila Massacre, which took place on the 16th-18th of September 1982. This attack is remembered as one of the most harrowing events of the Lebanese Civil War and in Palestinian history. pic.twitter.com/ZKC03puvqp

— ICJP (@ICJPalestine) September 16, 2024

Selama tiga hari, dan di bawah pengawasan tentara Sharon, milisi tersebut melanjutkan pembantaian mereka hingga berita pembantaian tersebut bocor ke luar kamp dan gambar-gambar mengerikan dari orang-orang yang gugur terlihat di seluruh dunia sebelum tekanan diberikan kepada ‘Israel’ untuk menghentikan milisi tersebut.

Komisi Kahan tahun 1983, yang dibentuk oleh pemerintah penjajha ‘Israel’, menemukan bahwa Ariel Sharon, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan, memiliki “tanggung jawab pribadi” atas pembantaian tersebut.

Meskipun demikian, Sharon kemudian menjadi Perdana Menteri ‘Israel’ pada tahun 2001.

Pada tanggal 16 Desember 1982, Majelis Umum PBB mengutuk pembantaian tersebut dan menyatakannya sebagai tindakan genosida.

Genosida berlangsung

Saat ini sedang diadili di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina, ‘Israel’ telah melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober.

Penjaah Zionis tetap mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera dan telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang berkelanjutan terhadap Gaza.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 41.226 warga Palestina telah gugur, dan 95.413 terluka dalam genosida ‘Israel’ yang sedang berlangsung di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober.

Selain itu, sedikitnya 11.000 orang belum diketahui keberadaannya, diduga tewas tertimbun reruntuhan rumah mereka di seluruh wilayah Strip.

Penjajah ‘Israel’ mengatakan bahwa 1.200 tentara dan warga sipil tewas selama “Operasi Banjir Al-Aqsha”. Media ‘Israel’ menerbitkan laporan yang menunjukkan bahwa banyak warga ‘Israel’ tewas pada hari itu karena ‘tembakan tentaranya sendiri’.

Organisasi Palestina dan internasional mengatakan bahwa mayoritas yang terbunuh dan terluka adalah wanita dan anak-anak. Genosida ini mengakibatkan kelaparan akut, terutama di Gaza utara, yang mengakibatkan kematian banyak warga Palestina, kebanyakan anak-anak.

Genosida ‘Israel’ juga mengakibatkan pengungsian paksa hampir dua juta orang dari seluruh Jalur Gaza, dengan sebagian besar pengungsi dipaksa mengungsi ke kota Rafah di bagian selatan yang padat penduduk di dekat perbatasan dengan Mesir – dalam apa yang telah menjadi eksodus massal terbesar Palestina sejak Nakba tahun 1948.* PC

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ariel SharonHeadlineKomisi KahanpalestinapembantaianPilihan RedaksisabraShatila
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kesaksian Pencari Suaka asal Afrika yang Direkrut Jadi Tentara ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Memulai dari Diri Sendiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?