Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Kenapa Banyak Orang India yang Memprotes UU Kewarganegaraan?

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 18 Desember 2019 09:18 9:18 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 18 Desember 2019 09:18
Bagikan
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan di luar universitas Jamia Millia Islamia di New Delhi, India
Bagikan

Hidayatullah.com | SUDAH satu minggu demonstrasi yang mengutuk keras UU kewarganegaraan “anti Muslim” yang kontroversial berlangsung, yang oleh para pengkritik katakan melanggar konstitusi sekuler India lapor Al Jazeera pada Selasa (17/12/2019).

Undang-undang yang disahkan minggu lalu itu bertujuan untuk memberikan kewarganegaraan kepada penganut agama Hindu, Parsi, Sikh, Buddha, Jain, dan Kristen – dan bukan Muslim – yang “teraniaya” yang datang ke India sebelum 31 Desember, 2014 dari Bangladesh, Pakistan, atau Afghanistan.

Pihak-pihak oposisi berpendapat UU ini diskriminatif – bahkan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengatakan begitu – dan memisahkan 15 persen minoritas Muslim dari 1,3 miliar penduduk India.

Meskipun UU tersebut telah memicu gelombang demonstrasi di seluruh negeri, para demonstran memiliki bermacam alasan untuk turun ke jalan. Inilah tiga alasan utama:

Khawatir akan ‘imigran asing’ di Assam

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Di sebelah timur laut di negara bagian Assam yang berbatasan dengan Bangladesh, Myanmar, dan China, para demonstran di kota utama Guwahati dan daerah lain turun ke jalan karena khawatir UU baru itu akan mendorong orang-orang Hindu dari Bangladesh untuk menetap di wilayah tersebut.

Demonstrasi UU kewarganegaraan dimulai di Assam, di mana sejauh ini enam orang telah meninggal dunia, empat dari mereka ditembak mati oleh polisi ketika kerumunan orang membakar bangunan dan stasiun kereta.

Tentara dikerahkan di negara bagian itu dan jaringan internet seluler telah diputus di 10 distrik. Meskipun pemadaman jaringan sudah tidak terjadi, situasi wilayah tersebut masih tegang.

Assamese mengatakan UU kewarganegaraan yang memungkinkan orang Hindu dari Bangladesh untuk menetap di sana akan membebani sumber daya dan mengancam tradisi, budaya, dan bahasa mereka.

Di Assam, kemarahan atas UU kewarganegaraan mengikuti pelaksanaan Pendaftaran Warga Negara Nasional (NRC) yang dimaksudkan untuk menyingkirkan para imigran tak berdokumen terutama dari Bangladesh.

Hampir 2 juta orang dikeluarkan dari daftar NRC, yang saat ini menghadapi proses yang panjang dan sulit untuk membuktikan kewarganegaraan mereka atau ditahan atau dideportasi.

Warga sekarang khawatir UU kewarganegaraan baru akan memberikan perlindungan kepada banyak orang Hindu berbahasa Bengal yang tidak dimasukkan dalam daftar NRC dan menyebabkan migran Muslim berbahasa Bengal terancam dideportasi.

Menteri Dalam Negeri India Amit Shah telah berjanji untuk menerapkan pelaksanaan NRC secara nasional untuk membersihkan India dari “penyusup” dan “rayap” sebagai tindak lanjut dari UU kewarganegaraan.

Baca: Tiga Negara Bagian India Menolak UU Kewarganegaraan yang “Anti-Muslim”

Serangan kepada mahasiswa di Delhi dan Aligarh

Alasan kedua mengapa terdapat kemarahan dan pertentangan yang mendalam terhadap UU kewarganegaraan, terutama di kalangan mahasiswa Muslim, adalah karena UU itu dipandang sebagai bagian dari agenda Perdana Menteri Narendra Modi untuk memarjinalkan 200 juta Muslim India.

Sejak peraturan itu disahkan pada 12 Desember, ribuan mahasiswa di Universitas Jamia Millia Islamia (JMI) New Delhi dan Universitas Aligarh Muslim di Uttar Pradesh – lembaga minoritas terbesar di India yang terletak 130km dari ibukota India – telah melakukan protes.

Dalam serangan serentak di Ahad sore, polisi berpakaian anti huru-hara menyerbu dua kampus tersebut, menembakkan gas air mata dan memukuli para mahasiswa yang berdemo dengan kayu. Lebih dari 100 mahasiswa terluka dalam serangan polisi itu, beberapa kritis.

Di JMI, beberapa video yang direkam oleh mahasiswa memperlihatkan polisi mendobrak masuk ke dalam perpustakaan utama dan masjid sementara ratusan mahasiswa yang ketakutan membarikade pintu-pintu dan bersembunyi di dalam kamar mandi untuk melindungi diri mereka.

Berbagai media, termasuk The Washington Post, melaporkan pada Senin bahwa setidaknya dua demonstran JMI dibawa ke rumah sakit dengan luka tembak.

Puluhan mahasiswa ditahan meskipun mereka terluka dan dibawa ke kantor polisi, memicu demonstrasi besar semalam penuh di luar markas utama Kepolisian New Delhi.

Baca: Yang Perlu Anda Ketahui tentang RUU Kewarganegaraan anti-Islam India

Demonstrasi solidaritas di seluruh India

Yang ketiga dan yang terakhir adalah demonstrasi yang pada dasarnya tumbuh dari kemarahan di kalangan mahasiswa dan pengajar atas serangan di JMI dan AMU.

Tidak lama setelah foto dan video yang direkam oleh para mahasiswa yang dikepung di JMI dan AMU menyebar di media sosial, banyak demonstrasi yang pecah di berbagai universitas di bagian lain India, termasuk JMI.

“Konstitusi India menentang setiap hukum yang mendiskriminasi berdasarkan agama, kasta, kepercayaan atau gender. Ini [UU kewarganegaraan] merupakan upaya yang jelas untuk mendeklarasikan Muslim sebagai warga negara kelas dua,” Anupam Tiwari, mahasiswa JMI berumur 20 tahun mengatakan pada Al Jazeera.

Ribuan mahasiswa berbaris di kampus-kampus mereka atau di jalanan pada Senin sebagai bentuk solidaritas dengan mahasiswa JMI dan AMU, dan untuk menegakkan prinsip sekuler konstitusi India.

Bahkan akhir masa belajar tidak menghalangi banyak mahasiswa dengan memaksa pembatalan ujian di beberapa universitas dan perguruan tinggi, menurut laporan media India.

Demonstrasi solidaritas diselenggarakan di dua puluhan kota di seluruh India, termauk ibu kota New Delhi, pusat keuangan Mumbai, Ahmedabad di Gujarat dan Thiruvananthapuram di Kerala.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan individu juga telah bergabung dengan demonstrasi di kota-kota ini.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AssamCABIndiakrisis Indiamuslim IndiaNarendra ModiNRCRUU anti Islam IndiaUU Kewarganegaraan India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidayatullah Tebarkan Optimisme: Umat Sehat, Bangsa Sehat, Negara Sehat
Tulisan selanjutnya Solusi Buya Natsir untuk Mempersatukan Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?