Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Beda Kesadaran Pap Smear di Turki dan Barat

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 Juni 2014 20:05 8:05 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 Juni 2014 20:05
Bagikan
Hasil pap smear yang menunjukkan adanya clamydia (bakteri) di vacuole.
Bagikan

KALIMAT yang umum disampaikan di antara kaum perempuan dalam percakapan tentang kesehatan dan kehidupan sehari-hari, adalah mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan.

Di Australia, iklan yang diprakarsai Departemen Kesehatan atau Pemerintah Lokal adalah mengingatkan perempuan untuk melaksanakan pap smear melalui pengumuman yang ditempelkan pada bagian belakang pintu toilet umum. Hal ini dalam upaya meningkatkan tingkat kesadaran akan pentingnya melakukan check-up, karena kaum perempuan kunci dalam mencegah eskalasi kanker serviks dan kematian.

Jawaban atas pertanyaan ini biasanya, “Tidak, aku belum (menjalaninya), tapi aku akan melakukannya.”

Hal ini kontras dengan situasi di Turki. Di negara itu membahas topik-topik seperti itu sebagian besar masih dianggap tabu, terutama bagi perempuan yang belum menikah karena seakan-akan diasumsikan mereka telah melakukan hubungan seks pranikah.

Meskipun seks pranikah jarang terjadi di Turki, tetapi masalah yang terkait dengan pemeriksaan pap smear sebenarnya merupakan kebutuhan yang menyeluruh, untuk membangun kesadaran pentingnya melakukan check-up. Membangun kesadaran ini tidak terbatas pada sekelompok kecil perempuan yang terlibat dalam “perilaku tidak pantas”.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Laman Hurriyet Daily News belum lama ini menulis, dari fakta yang disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus HPV, yang menyebabkan kanker serviks, paling umum menginfeksi saluran reproduksi. Sebagian besar orang yang aktif secara seksual mudah terinfeksi di beberapa titik dalam kehidupan mereka.

Pusat Kanker Australia menempatkan 80 persen orang dewasa paling banyak terinfeksi. Dengan lebih dari 100 jenis HPV, sebagian besar infeksi memang sembuh dengan sendirinya. Namun, sebagian kecil dapat mengarah pada perkembangan kanker.

Sebagian besar diasumsikan ditularkan melalui hubungan langsung, berupa virus yang ditularkan melalui kontak kulit ke kulit. Hal ini memerlukan tingkat kesadaran pada masyarakat yang lebih luas.

Di Turki membahas topik tersebut dipandang seakan-akan mengakui perilaku tidak cocok untuk perempuan, atau bahkan lebih buruk lagi seakan-akan mengakui telah “terinfeksi”. Padahal sebagian besar perempuan memiliki risiko terinfeksi, dan lebih dari 85 persen kasus terjadi di negara berkembang.

Menurut World Cancer Research Fund International, kanker serviks merupakan kanker yang yang berada di peringkat ketujuh di dunia. Terhitung empat persen dari kasus kanker di seluruh dunia.

Kanker serviks ini pernah menjadi salah satu penyebab kematian bagi perempuan di Amerika. Tetapi antara tahun 1955 dan 1992 telah menurun sebanyak 70 persen. Saat ini paling banyak ditemukan di negara-negara berkembang.

Penurunan di AS, menurut Pusat Kanker Amerika, terkait dengan pelaksanaan Pap Smear, yakni suatu pengamatan dalam perubahan pada serviks. Kanker yang belum berkembang memungkinkan diobati.

Di negara-negara Barat sekarang, vaksin pencegahan tersedia secara luas dan diberikan kepada gadis-gadis muda agar mereka kebal terhadap virus. Pemerintah Australia menawarkan vaksin Gardasil gratis untuk perempuan di bawah usia 26 untuk langkah-langkah pencegahan.

Sementara pada masyarakat Turki, perempuan tidak memiliki jaringan dukungan untuk membimbing mereka, dan memastikan mereka memahami fakta-fakta tersebut. Sedang pada perempuan menikah yang berada di luar kota besar, mungkin lebih terpisah lagi dari segala bentuk diskusi yang akan menerangkan mereka tentang risiko kanker tersebut.

Masyarakat Turki tampaknya sekarang sedang tumbuh menjadi lebih konservatif, padahal kondisi semacam ini akan menimbukan resiko lebih besar.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syiah Internasional, Gay dan Waria dukung Jokowi
Tulisan selanjutnya Mensos Apresiasi Penutupan Lokalisasi Dolly

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?