Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Jumlah Kematian di Wuhan Jauh Lebih Tinggi dari Angka Resmi Pemerintah China?

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 2 April 2020 12:47 12:47 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 2 April 2020 11:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Pihak berwenang China yang telah mencabut karantina wilayah (lockdown) setelah dua bulan akibat virus corona di Wuhan. Para penduduk mengatakan mereka skeptis bahwa jumlah kematian hanya sebanyak 2.500 sebagaimana dilaporkan pemerintah itu benar-benar akurat.

Sejak awal minggu, tujuh rumah duka di Wuhan telah menyerahkan abu dari sekitar 500 orang ke keluarga mereka setiap harinya. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak orang telah meninggal daripada laporan statistik yang dikeluarkan pemerintah.

“Itu tidak mungkin benar … karena alat pembakar jenazah bekerja sepanjang waktu, bagaimana bisa begitu sedikit orang yang mati?” seorang warga Wuhan bermarga Zhang mengatakan kepada Radio Free Asia (RFA) pada hari Jumat (26/3/2020).

“Mereka mulai membagikan abu dan memulai upacara pemakaman pada hari Senin,” katanya.

Tujuh rumah duka saat ini melayani Wuhan. Warganet disana telah melakukan beberapa penghitungan untuk mengetahui kapasitas harian tujuh rumah duka itu. Sementara itu situs berita Caixin.com melaporkan bahwa 5.000 guci abu telah dikirimkan ke Rumah Duka Hankou dalam satu hari, dua kali lipat dari jumlah resmi kematian yang dirilis pemerintah China.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Beberapa unggahan media sosial memperkirakan bahwa ketujuh rumah duka di Wuhan membagikan total 3.500 guci abu setiap hari. Rumah duka telah memberi tahu keluarga bahwa mereka akan mencoba menyelesaikan kremasi sebelum Festival Tradisional Qing Ming pada 5 April, yang akan mengindikasikan proses 12 hari yang dimulai pada 23 Maret. Perkiraan seperti itu berarti bahwa 42.000 guci akan diberikan selama waktu itu.

Berbagai perhitungan

Perkiraan lain yang populer didasarkan pada kapasitas kremasi rumah duka.  Kremasi yang menjalankan total 84 tungku dengan kapasitas bekerja selama 24 jam menghasilkan 1.560 guci di seluruh kota, dengan asumsi bahwa satu kremasi memakan waktu satu jam. Perhitungan ini menghasilkan sekitar 46.800 kematian.

Seorang penduduk Provinsi Hubei, yang ibu kotanya adalah Wuhan, mengatakan, kebanyakan orang di sana sekarang percaya bahwa lebih dari 40.000 orang tewas di kota itu sebelum dan selama penguncian (lockdown).

“Mungkin pihak berwenang secara bertahap menghilangkan angka sebenarnya, sengaja atau tidak sengaja, sehingga orang-orang akan secara bertahap menerima kenyataan,” kata penduduk, yang hanya memberikan nama keluarganya Mao, mengatakan kepada RFA.

Sebuah sumber yang dekat dengan biro urusan sipil provinsi mengatakan banyak orang meninggal di rumah, tanpa didiagnosis, atau dirawat, akibat COVID-19. Sumber itu mengatakan setiap pembicaraan tentang jumlah sebenarnya kematian di Wuhan sangat sensitif. Pihak berwenang sangat mungkin mengetahui angka sebenarnya.

“Setiap rumah duka melaporkan data kremasi langsung ke pihak berwenang dua kali sehari,” kata sumber itu. “Ini berarti bahwa setiap rumah duka hanya tahu berapa banyak kremasi yang telah dilakukan, tetapi tidak dengan situasi di rumah duka lainnya.”

Sumber itu juga mengatakan Wuhan menyaksikan 28.000 kremasi dalam waktu satu bulan. Penduduk Wuhan, Sun Linan, mengatakan para kerabat korban meninggal sekarang membentuk barisan panjang di luar rumah duka untuk mengumpulkan abu orang yang mereka cintai.

“Sudah dimulai,” kata Sun pada hari Kamis. “Ada orang yang mengantri di Pemakaman Biandanshan kemarin, dan banyak orang membentuk barisan hari ini di Rumah Duka Hankou.”

Uang sogok

Warga Wuhan, Chen Yaohui mengatakan kepada RFA bahwa para pejabat kota telah membagikan 3.000 yuan sebagai “tunjangan pemakaman” kepada keluarga korban meninggal dengan imbalan tutup mulut.

“Ada banyak pemakaman selama beberapa hari terakhir. Pihak berwenang membagi-bagikan 3.000 yuan sebagai uang sogok kepada para keluarga yang menguburkan orang yang mereka cintai menjelang Qing Ming,” katanya, merujuk pada festival ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur sesuai dengan ajaran Khong Hu Cu pada 5 April.

“Ini untuk menghentikan mereka meratap; tidak ada satupun yang diperbolehkan meratap setelah Qing Ming berlalu,” kata Chen.

Anak dari pasien COVID-19 yang sudah meninggal, Hu Aizhen mengatakan dia telah diperintahkan untuk mengambil abu ibunya oleh komite pemukiman setempat.

“Komite lokal mengatakan kepada saya bahwa mereka sekarang menangani pemakaman, tetapi saya tidak ingin melakukannya sekarang,” kata pria itu, yang bermarga Ding, kepada RFA.

“Ada terlalu banyak orang yang melakukannya sekarang.”

Chen mengatakan tak seorang pun di kota itu mempercayai jumlah korban tewas yang dirilis pemerintah.

“Jumlah resmi kematian adalah 2.500 orang … tetapi sebelum epidemi dimulai, krematorium kota biasanya mengkremasi sekitar 220 orang per hari,” katanya. “Selama epidemi, mereka memindahkan pekerja kremasi dari seluruh China ke Wuhan agar dapat melakukan kremasi sepanjang waktu,” tambahnya.

Seorang warga bermarga Gao mengatakan tujuh krematorium kota itu seharusnya memiliki kapasitas sekitar 2.000 mayat sehari jika mereka bekerja sepanjang waktu.

“Siapa pun yang melihat angka itu akan menyadari, siapa pun dengan kemampuan berpikir,” kata Gao. “Apa yang mereka bicarakan tentang [2.535] orang?”

“Tujuh krematorium bisa melewati angka lebih dari itu [dalam satu hari].”*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacovid-19jumlah korban tewasKematianvirus coronaWuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahli: Ketakutan COVID-19 dapat Sebabkan Tekanan Mental
Tulisan selanjutnya Berinfaqlah, Pertolongan Allah Akan Datang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?