Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Protokol Kesehatan dalam Peradaban Islam, sebelum Covid-19

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 Maret 2021 22:28 10:28 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 Maret 2021 22:07
Bagikan
Ilustrasi: Lukisan tahun 1562 oleh Pieter Bruegel the Elder
Bagikan

Hidayatullah.com—Dari flu biasa hingga penyakit serius, manusia selalu hidup dengan risiko saling menularkan penyakit satu sama lain. Untung saja, wabah penyakit yang menyerang jutaan orang jarang terjadi, tetapi wabah pes pada abad ke-14 dan wabah influenza tahun 1918 telah meninggalkan kenangan kelam dalam sejarah.

Daftar isi
  • Pengobatan Pencegahan
  • Tindakan untuk Mencegah Penularan
    • Jaga jarak
    • Karantina
    • Membatasi pergerakan
    • Kesimpulan
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dalam peradaban Muslim, umat Islam juga menghadapi wabah seperti kusta – namun bagaimana dokter kemudian menangani masalah penularan? Dan apakah ada pelajaran yang bisa kita petik?

Pengobatan Pencegahan

Prinsip medis penting dari masa awal peradaban Muslim adalah pengobatan pencegahan – panduan yang masuk akal bagi orang-orang dari segala usia untuk menjaga kesehatan.

Para dokter mengedukasi masyarakat tentang pentingnya olahraga, kebersihan pribadi, makan dan minum yang sehat, dan tidur yang nyenyak. Mereka mendorong pengelolaan yang positif atas kekhawatiran, amarah dan kecemasan, meyakini bahwa kesehatan tubuh berhubungan erat dengan kesehatan jiwa.

Contoh dari dokter tersebut termasuk Al-Razi dalam bukunya (Kitab Manafiʿ al-Aghdhiyah wa-Dafʿi Madharriha), dan bagian dari Kitab Qanun Kedokteran Ibnu Sina.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Tindakan untuk Mencegah Penularan

Jaga jarak

‘Jauhilah penderita kusta seperti kalian menjauhi seekor singa,’ kata ahli teologi dan dokter Ibnu Qayyim al-Jawziyaah, mengacu pada hadits Rasulullah SAW. Dalam kasus penyakit menular seperti kusta, para dokter mengetahui bahwa satu-satunya cara untuk menghindari penularan adalah dengan menjauhi orang yang sakit.

Karantina

Khalifah dari Umayyah, Walid bin Abdul Malik membangun Bīmāristān (rumah sakit) pertama dalam peradaban Islam pada tahun 707 di Damaskus. Di rumah sakit ini, para penderita kusta dirawat di bangsal terpisah dan diberikan kebutuhan sehari-hari, tindakan yang dirancang agar pasien tidak menulari orang lain.

Membatasi pergerakan

Pedoman terkait epidemic adalah dengan tidak memasuki atau meninggal wilayah yang terkena wabah. Dokter dan cendekiawan Anadalusia abad ke-14 Abu Jafar Amad Ibnu ʿAli Ibnu Khatima al-Ansari mengikuti pedoman ini ketika dia tinggal di kota Almeria setelah kota tersebut dilanda wabah pes. Sementara dia tidak dapat pergi ke mana-mana, dia memanfaatkannya untuk mempelajari sifat penyakit dan penyebarannya, serta merawat mereka yang terinfeksi. Temuan itu ia catat dalam bukunya Tahsil Gharad al-Qasd fi Tafsil al-Marad al-Wafid. Salah satu wawasan Ibnu Khatima adalah bahwa pola makan, dan kekuatan daya tahan tubuh, berperan dalam seberapa parah dampaknya dan seberapa cepat pasien akan merespons pengobatan.

Kesimpulan

Saat dunia bergumul sekali lagi dengan pandemi, ada resonansi penting dengan masa lalu. Dokter-dokter dalam peradaban Muslim berusaha memberikan perawatan dan nasihat terbaik yang mereka bisa selama epidemi dan wabah penyakit menular, dan hari ini bimbingan yang diberikan oleh pemerintah dan praktisi kesehatan di seluruh dunia sangat mirip dengan itu.

Bagaimanapun, pengertian kedokteran adalah tentang memelihara kesehatan dan menyelamatkan nyawa.

“Kedokteran adalah ilmu, yang darinya seseorang mempelajari keadaan tubuh manusia, untuk menjaga kesehatan yang baik saat ada dan memulihkannya saat kurang” Tabib dan Ulama abad ke-11 Ibnu Sina.*

Sumber: 1001inventions.com

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jaga jarakkarantinakhazanah ilmu terkait wabahqanun kedokteran ibnu sinaSejarah wabah dalam peradaban islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KAMMI Satgas RUU PKS Serukan Aksi Selamatkan Moral Bangsa, KAMMI Luncurkan Satgas RUU PKS
Tulisan selanjutnya Mekkah makanan iftar Pemerintah Makkah Mulai Keluarkan Izin Pembagian Makanan Iftar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?